• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

RSUD IA Moeis Samarinda Nonaktifkan Dokter RMF usai Komentar ke Pasien BPJS Viral

by Redaksi Bontang Post
7 Agustus 2026, 08:00
in Kaltim
Reading Time: 1 min read
0
Tangkapan layar komentar dokter RMF di media sosial yang menuai sorotan publik usai merespons keluhan seorang pasien BPJS terkait antrean ruang perawatan.

Tangkapan layar komentar dokter RMF di media sosial yang menuai sorotan publik usai merespons keluhan seorang pasien BPJS terkait antrean ruang perawatan.

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Samarinda – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda mendukung keputusan manajemen RSUD IA Moeis yang menonaktifkan sementara dokter berinisial RMF. Langkah tersebut dinilai telah sesuai dengan mekanisme pembinaan aparatur pemerintah menyusul komentar dokter tersebut di media sosial yang menuai sorotan publik.

Kasus ini bermula dari unggahan almarhum Yurizal Tri Chaerawan, seorang peserta BPJS Kesehatan, di media sosial Threads. Dalam unggahannya, Yurizal mengeluhkan lamanya antrean ruang perawatan. Namun, komentar balasan dari dokter RMF dinilai tidak mencerminkan empati seorang tenaga kesehatan sehingga memicu kritik dari warganet. Belakangan, Yurizal dikabarkan meninggal dunia.

Kepala Dinkes Kota Samarinda, Ismed Kusasih, mengatakan langkah yang diambil manajemen RSUD IA Moeis telah sesuai dengan aturan kepegawaian. Menurutnya, proses klarifikasi dan pemeriksaan internal merupakan tahapan yang harus dilakukan sebelum penetapan sanksi.

Baca Juga:  Nakes Bergaya Lebih Kekinian dengan Baju Jaga Fashionable

“Itu sudah sesuai dengan langkah aturan kepegawaian di pemerintahan. Karena yang bersangkutan bekerja di rumah sakit, pimpinan rumah sakit dan manajemen terlebih dahulu yang melakukan klarifikasi dan pembinaan internal,” ujarnya kepada awak media, Rabu (5/8).

Ismed menjelaskan, penonaktifan sementara diperlukan agar proses pemeriksaan dapat berjalan secara objektif tanpa mengganggu pelayanan kesehatan di rumah sakit.

Ia juga mengingatkan seluruh tenaga kesehatan di Kota Samarinda agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, setiap pernyataan yang disampaikan tenaga kesehatan di ruang publik dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan.

“Kalau bersosmed ya berhati-hatilah, itu aja. Berhati-hatilah,” pesannya. (prokal)

Tags: bpjsNakes
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Cekcok dengan Pasangan, Perempuan di Tenggarong Tercebur ke Sungai Mahakam

Next Post

Retribusi Parkir RSUD Taman Husada Bontang Diundur, Berlaku Mulai 1 September

Related Posts

Obat Pasien JKN Habis dan Diminta Beli Sendiri? Ini Penjelasan BPJS Bontang
Bontang

Obat Pasien JKN Habis dan Diminta Beli Sendiri? Ini Penjelasan BPJS Bontang

25 September 2026, 11:05
ASN Nakes Waswas hingga Kini Belum Terima THR, Ini Penjelasan BPKAD Bontang
Bontang

ASN Nakes Waswas hingga Kini Belum Terima THR, Ini Penjelasan BPKAD Bontang

27 Maret 2025, 09:25
STR Berlaku Seumur Hidup, Ketua IDI Bontang Khawatirkan Kompetensi Nakes
Bontang

STR Berlaku Seumur Hidup, Ketua IDI Bontang Khawatirkan Kompetensi Nakes

3 April 2023, 16:00
2.172 Nakes Gugur dari Awal Pandemi hingga Sekarang
Nasional

2.172 Nakes Gugur dari Awal Pandemi hingga Sekarang

10 Maret 2023, 14:08
Nakes Bergaya Lebih Kekinian dengan Baju Jaga Fashionable
Kesehatan

Nakes Bergaya Lebih Kekinian dengan Baju Jaga Fashionable

20 Mei 2022, 20:00
Menko PKM Pastikan Iuran BPJS Warga Tak Mampu Bakal Dibayar Pemerintah
Nasional

Menko PKM Pastikan Iuran BPJS Warga Tak Mampu Bakal Dibayar Pemerintah

25 Februari 2022, 13:28

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.