Bisa Membeli Makanan di Hotel
BONTANG – Mulai Rabu (23/8) lalu, katering untuk konsumsi calon jemaah haji (calhaj) Indonesia termasuk jemaah Bontang di Mekkah dihentikan sementara. Pemberhentian ini lantaran menjelang puncak ibadah haji. Rencananya seusai ibadah haji, katering akan kembali berjalan normal.
Seperti diketahui, jemaah haji Indonesia tahun ini mendapatkan layanan katering sebanyak 25 kali dalam bentuk nasi kotak selama di Makkah. Katering itu berupa makan siang, makan malam, dan roti untuk snack pagi. Patokannya berlaku jika jemaah sudah berada di Makkah selama 12 hari atau telah menerima jatah makan sebanyak 25 kali, maka layanan katering tersebut otomatis berhenti. Namun demikian, jemaah Kloter 4 termasuk jemaah Bontang sudah memiliki alternatif pengganti selama katering tidak ditanggung.
“Di hotel ada restoran masakan rasa Indonesia. Harganya juga cukup terjangkau. Dengan 5 Riyal sudah bisa dapat nasi, lauk. Adapun jika ditambah sayur atau sop biayanya ditambah 2 Riyal. Jadi totalnya hanya 7 Riyal. Itu sudah bisa makan berdua,” kata Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI) Kloter 4 embarkasi Balikpapan belum lama ini.
Meski sudah tak ditangggung, namun Tasnim menilai jika tahun ini lebih bersyukur dari tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, baru tahun ini jemaah haji diberi fasilitas katering selama 2 kali ditambah dengan snack pagi. Sebelumnya justru tidak ada.
Meski demikian, jemaah juga tak terlalu khawatir. Pasalnya selama fase Arafah Mina, Musdalifah (Armina ) nanti, jamaah haji akan mendapat layanan katering yang disiapkan oleh 18 perusahaan penyedia katering. 18 perusahaan tersebut sudah siap untuk memberikan layanan katering kepada jamaah haji Indonesia yang terbagi dalam 71 maktab saat Armina.
“Jemaah kloter 4 masuk di maktab 48. Ada dua pihak nanti yang akan memberikan pelayanan katering. 45 maktab akan dilayani Muasasah Asia Tenggara, 26 maktab dilayani Pemerintah Indonesia,” ujar Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) Bontang, Taufik Idris menambahkan.
Menjelang kegiatan wuquf di Arafah, mabit di Muzdalifah, melontar dan mabit di Mina, jemaah juga masih terus mendapatkan penyuluhan baik tentang bimbingan ibadah haji, kesehatan, maupun teknis-teknis pelaksanaan ibadah selama di Armina nantinya. Taufik berharap, selama menjalani fase Armina nanti, jemaah Bontang bisa tetap kuat dan sehat. Pasalnya jarak antara tenda dengan lokasi pelemparan jamarat, yakni 7 kilometer. Otomatis, diperlukan tenaga dan fisik yang prima agar tidak mudah sakit atau pun kelelahan.(bbg)







