BONTANG – Pasokan BBM jenis Premium di Kota Taman berkurang. Hal ini diakibatkan banyak warga Bontang yang sudah beralih ke Petralite. “Estimasi kebutuhan Premium di wilayah Bontang semakin hari semakin menurun. Karena banyak masyarakat yang sudah pindah ke Pertalite,” ujar Kepala Unit SPBU Kopkar Bontang, Surianto.
Untuk suplai Premium, lanjut Surianto, masing-masing SPBU di Bontang mendapatkan jatah 8 kiloliter per hari. Pembagian tersebut dilakukan lantaran pihak Pertamina ingin mengenalkan produk BBM baru, layaknya Pertalite dan Pertamax.
“Pertalite dan Pertamax kualitasnya jauh lebih bagus dari Premium. Selain itu dua produk tadi juga ramah lingkungan dan kandungan oktannya lebih tinggi dari Premium. Satu lagi, lebih irit, karena pembakarannya lebih sempurna,” kata dia.
Dilanjutkan Surianto, penggunaan Premium biasanya hanya dicari angkot dan taxi. Untuk kendaraan pribadi, semua berali ke Pertalite karna dilihat dari kualitas.
“Masyarakat utamakan kualitas dan ketersediaan pasokan, kendati harganya selisih sekian. Sehingga produk ini diterima dengan baik. Pada dasarnya ada peningkataan pembelian BBM jenis Pertalite di Bontang sejak diluncurkan,” tuturnya.
Sementara itu Maman, salah seorang pengendara motor mengatakan, dirinya sudah rutin mengisi BBM jenis Pertalite sejak setahun yang lalu. Pertalite menjadi pilihan lantaran menurutnya lebih irit. “Sejak pakai Pertalite memang motor injeksi saya jauh lebih irit ketimbang saat saya pakai Premium, dan selisih harganya tidak jauh kok. Lebih baik mahal sedikit tapi berkualitas,” tukasnya. (*/ron)







