• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Awalnya Cuma Iseng, Kini ‘Cinta Mati’

by BontangPost
4 Oktober 2017, 11:01
in Breaking News
Reading Time: 3 mins read
0
PENGABDIAN: Nurmi saat mengajar siswanya di SLB Daarussalaam, Senin (2/10). (Asrah Arsyad)

PENGABDIAN: Nurmi saat mengajar siswanya di SLB Daarussalaam, Senin (2/10). (Asrah Arsyad)

Share on FacebookShare on Twitter

Kiprah Nurmi Mengajar Siswa SLB

Awalnya hanya iseng mengisi kekosongan pekerjaan. Hingga akhirnya cinta membuat Nurmi bertahan sepenuh hati mendidik anak-anak “istimewa”.

Asrah Arsyad, Sangatta

Menjadi guru di Sekolah Luar Biasa (SLB) Daarussalaam bukanlah sebuah pekerjaan yang Nurmi idamkan. Boleh dikata, dia terjerumus menjadi guru karena dalam kondisi ‘terdesak’. Hampir dua tahun silam, dia memutuskan Hijrah ke Sangatta. Praktis dia harus terpisah dari orang tua dan hidup mandiri. Apalagi dia juga harus mencari biaya kuliah. Perempuan berkerudung ini adalah mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam Sangatta (STAIS).
“Karena saai itu saya menganggur dan saya lihat ada lowongan, akhirnya buat lamaran dan mencoba. Ternyata saya diterima,” tutur Nurmi.

Yayasan Pembina Muslim Daarussalaam Sangatta sekolah SLB
adalah nama sekolah tempat Nurmi mengajar. SLB itu merupakan salah satu unit sekolah di bawah naungan Yayasan Pembina Muslim Daarussalaam Sangatta (YPMDS) di Jalan Jendral Sudirman, Swarga Bara.
Di awal karirnya, Nurmi sempat kewalahan. Sebab
mengajar siswa SLB jelas berbeda dengan murid pada umumnya. Apalagi Nurmi merasa sulit karena tidak memiliki dasar keilmuan pekerjaan yang ia lakoni. Namun saat mental dan semangatnya sedang jatuh, rekan sesama pengajar selalu hadir memberinya motivasi. Apalagi para guru yang lebih dulu berkecimpung tak pelit berbagi ilmu. Berkat itu jualah Nurmi tetap bertahan dan mengajar sepenuh hati. Meskipun profesinya kini tidak sesuai dengan jurusan keilmuannya, namun dengan kemauan yang besar untuk belajar ia pun semakin memahami dunia anak-anak isitimewa itu.
“Saya sempat frustasi. Apalagi kalau melihat siswa saya yang
tak juga menunjukkan perkembangan. Tapi saat-saat seperti itu, guru-guru yang lain selalu memberi motivasi dan pemahaman bahwa murid saya berbeda,” kata mahasiswi semester V ini.
Nurmi telah melakoni pekerjaannya sekira 1 tahun. Dia menjadi guru bagi 15 orang siswanya. Yakni 4 siswi dan 11 siswa dengan variasi usia 6 tahun-12 tahun. Banyak hal yang dilalui di sana, baik suka maupun duka. Bayangkan saja, hampir setiap siswanya harus ditangani dengan perlakuan berbeda. Tantangan terberat adalah membangun komunikasi dengan siswa. Bahkan acap kali muridnya tak merespon dengan baik arahan darinya. Kondisi itulah yang menjadi tantangan tersendiri bagi seorang guru SLB.
“Banyak pengalaman yang saya dapat,” ujarnya.
Sulitnya membangun komunikasi itu memang kadang membuat Nurmi frustasi dan kesal. Tapi sikap itu tak bisa bertahan lama-lama. Sebab biasanya ada saja tingkah lucu yang diperbuat siswanya. Misalnya, saat suasana kelas sedang hening tiba-tiba saja ada siswa yang memecah kesunyian dengan bernyanyi. Lirik lagu yang dibawakan pun kocak. Sebab, yang disenandungkan adalah lagu daerah yang ditambah dengan lirik karangan siswa sendiri.
“Yang tadinya sedikit kesal, jadi tertawa lagi. Sering seperti itu,” kata Nurmi tersenyum.
Rasa sedih juga kerap menghinggapi hati wanita kelahiran Bone, 22 tahun silam ini. Apabila dia melihat siswa yang tidak tertangani sesuai dengan kebutuhannya. Salah satu penyebabnya karena guru siswa tersebut tidak memiliki dasar Pendidikan Luar Biasa (PLB). “Ditambah lagi belum semua orang tua memahami karakter dan kemampuan anaknya, sehingga terkadang menuntut anak terlalu besar di luar kemampuan mereka,” tuturnya dengan raut wajah sedih.
Oleh karena itu Ibu Nurmi berharap ada perhatian lebih dari pemerintah terhadap SLB, bukan hanya terhadap siswa namun juga terhadap guru. Dia memandang pemerintah perlu menggelar pelatihan yang berkesinambungan untuk mengembangkan wawasan dan pemahaman guru SLB.

Baca Juga:  Biang Masalah, TPA Akan Direhab

Pada saat wawancara berlangsung di ruang kelas tempat Nurmi mengajar Senin (2/10) lalu, para siswa nampak sibuk dengan aktivitas masing-masing. Silvy, salah seorang siswa Nurmi dengan ramah dan senyum merekah, meraih uluran tangan penulis kemudian menyebutkan namanya. Rupanya dua hari lalu, Silvy baru saja pulang dari Surabaya mewakili Provinsi Kalimantan Timur dalam ajang lomba menggambar yang diikuti SD-LB perwakilan provinsi Se-Indonesia. Walaupun tidak meraih juara namun ini merupakan sebuah prestasi yang membanggakan, untuk ketiga kalinya Silvy mewakili Kaltim ke ajang nasional.

Kepolosan sikap anak-anak “istimewa” itu tergambar nyata pada tatap mata mereka. Kepolosan itu pula yang kian menumbuhkan rasa cinta dalam hati Ibu Nurmi.
“Ada rasa bahagia saat melihat perkembangan anak-anak. Ada kepuasan tersendiri ketika mereka mampu melakukan sesuatu yang sebelumnya mereka tidak bisa lakukan. Saya akan tetap mengajar di SLB. Saya yakin keberadaan saya di sini bukan kebetulan semata, tapi memang Allah menakdirkan saya berada di sini untuk sebuah hikmah yang besar”. Ucap ibu Nurmi dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca sembari menutup perbincangan pagi itu. (hd/pj)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: gurupemkab kutimSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Kenalkan Manfaat BPJS Ketenagakerjaan  

Next Post

Golkar Masih Satu Suara

Related Posts

Pemkab Kutim Anggarkan Rp 261 Juta untuk Tisu Toilet, Bupati; Saya Tidak Paham
Kaltim

Pemkab Kutim Anggarkan Rp 261 Juta untuk Tisu Toilet, Bupati; Saya Tidak Paham

8 Desember 2025, 19:06
Menkeu Diduga Sebut Guru Beban Negara, Ini Pernyataan PGRI
Nasional

Menkeu Diduga Sebut Guru Beban Negara, Ini Pernyataan PGRI

19 Agustus 2025, 10:30
127 Ribu Guru Bakal Diangkat Jadi PPPK
Nasional

127 Ribu Guru Bakal Diangkat Jadi PPPK

14 November 2022, 14:08
Guru Honorer Diangkat Jadi PPPK, Disdikbud Bontang Usulkan 150 Kuota
Bontang

Guru Honorer Diangkat Jadi PPPK, Disdikbud Bontang Usulkan 150 Kuota

8 September 2022, 16:30
Anggaran Tunjangan Profesi Guru Dipangkas Rp 3 Triliun
Nasional

Anggaran Tunjangan Profesi Guru Dipangkas Rp 3 Triliun

20 April 2020, 18:30
Utang Proyek PL Mulai Dibayar
Breaking News

Janji Dilunasi Pemkab Kutim, Kontraktor Masih Resah

21 Januari 2019, 19:20

Terpopuler

  • Investasi Bodong Rugikan Rp18 Miliar, Istri Anggota DPRD Bontang Ikut Jadi Korban

    Investasi Bodong Rugikan Rp18 Miliar, Istri Anggota DPRD Bontang Ikut Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puluhan Warga Tagih Uang di Toko Emas Berebas Tengah Bontang, Dugaan Investasi Bodong Mencuat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Bontang Gelar Mutasi Besok, Nama Pejabat Masih Dirahasiakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.