• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Menkeu Diduga Sebut Guru Beban Negara, Ini Pernyataan PGRI

by Redaksi Bontang Post
19 Agustus 2025, 10:30
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menyayangkan pernyataan Menteri Keuangan yang menyebut profesi guru sebagai beban negara.

Pernyataan tersebut dianggap berlebihan sekaligus melukai perasaan para pendidik, terutama guru honorer yang selama ini setia mengabdi di pelosok tanah air untuk mencerdaskan generasi bangsa.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, jumlah guru honorer pada 2022 mencapai 704.503 orang. Angka itu belum termasuk 141.724 guru tidak tetap (GTT) di tingkat kabupaten/kota serta 13.328 GTT di tingkat provinsi.

Sebagai upaya mengurangi ketimpangan, pemerintah telah mengangkat 774.999 guru menjadi ASN PPPK hingga awal 2024, dengan target mencapai satu juta guru PPPK.

“Guru merupakan formasi terbesar dalam ASN PPPK nasional, jumlahnya sekitar 770 ribu orang,” ujar Ketua Badan Khusus Komunikasi dan Digitalisasi PGRI, Wijaya.

Baca Juga:  Nasib Guru Kian Terjepit

Ia menambahkan, pemerataan tenaga pendidik di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T) masih menjadi persoalan serius.

Secara nasional, rasio murid terhadap guru memang terbilang baik di angka 16:1, namun distribusinya belum merata.

“Banyak guru di pelosok masih harus merangkap mengajar beberapa mata pelajaran karena keterbatasan tenaga pendidik,” jelasnya.

Wijaya menegaskan, realita di lapangan membuktikan bahwa guru bukanlah beban negara.

Di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, misalnya, guru SMPN 16 rela mendaki bukit dan mendatangi rumah siswa hingga tiga kali dalam sepekan akibat tidak tersedianya akses internet dan listrik.

”Di Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, seorang guru honorer bernama Rudi Hartono setiap hari menyeberangi sungai dengan rakit bambu, bahkan menggendong muridnya ketika arus deras agar mereka tetap bisa bersekolah. Sementara di Lebak, Banten, Jubaedah sudah 30 tahun berjalan kaki menembus jalan hutan, meski pernah terperosok jurang, demi memastikan anak-anak di desanya tetap belajar,” kata Wijaya.

Baca Juga:  PT KNI Gelar Pelatihan Guru PAUD 

Selain itu, lanjut dia, pemerintah sebenarnya sudah menetapkan tunjangan khusus setara satu kali gaji pokok bagi guru yang bertugas di daerah sangat tertinggal.

Namun realisasi di lapangan masih menghadapi kendala, baik dari segi distribusi anggaran maupun ketepatan sasaran.

”PGRI mendesak pemerintah, khususnya Menteri Keuangan, untuk lebih bijaksana dalam menyampaikan pernyataan publik. Alih-alih melontarkan ucapan yang merendahkan martabat dan menyakiti guru, kebijakan seharusnya diarahkan pada upaya peningkatan kesejahteraan, percepatan pengangkatan honorer menjadi ASN PPPK, serta pemenuhan hak-hak guru sesuai amanat Undang-Undang,” tegas Wijaya.

”Kalau mau disebut beban negara, dan yang patut disebut sebagai beban negara adalah mereka yang memakan dan menghabiskan uang negara tanpa tanggung jawab, seperti para koruptor,” lanjut Wijaya.

Baca Juga:  Komisi I dan Guru Negeri-Swasta Akan Ke Provinsi 

”Guru justru mengabdi meski tanpa bayaran layak, mendidik anak-anak bangsa di pelosok negeri lebih dari 62 juta murid,” ungkap dia.

Dia menambahkan, profesi guru bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan pengabdian yang menopang masa depan bangsa.

”Karena itu, dukungan penuh dari negara menjadi keharusan, bukan pilihan apalagi merendahkan dan menyakiti para guru,” tutur Wijaya. (jpg)

Tags: guruPGRI
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Rencana Ketahanan Pangan Kaltim Jajaki Pertanian di Lahan Bekas Tambang Jadi Sorotan

Next Post

Kisah Mapflofa Unmul, dari Keraguan Menjadi Kebanggaan Kaltim

Related Posts

127 Ribu Guru Bakal Diangkat Jadi PPPK
Nasional

127 Ribu Guru Bakal Diangkat Jadi PPPK

14 November 2022, 14:08
Guru Honorer Diangkat Jadi PPPK, Disdikbud Bontang Usulkan 150 Kuota
Bontang

Guru Honorer Diangkat Jadi PPPK, Disdikbud Bontang Usulkan 150 Kuota

8 September 2022, 16:30
Wacana Siswa Masuk Sekolah 15 Juni, PGRI : Buat Anak Jangan Coba-coba
Nasional

Wacana Siswa Masuk Sekolah 15 Juni, PGRI : Buat Anak Jangan Coba-coba

27 Mei 2020, 08:10
Anggaran Tunjangan Profesi Guru Dipangkas Rp 3 Triliun
Nasional

Anggaran Tunjangan Profesi Guru Dipangkas Rp 3 Triliun

20 April 2020, 18:30
Pengurus Baru PGRI Bontang Dilantik 
Advertorial

Pengurus Baru PGRI Bontang Dilantik 

5 September 2018, 22:10
Dasuki Jabat Ketua PGRI Bontang 2018-2023
Advertorial

Dasuki Jabat Ketua PGRI Bontang 2018-2023

4 September 2018, 22:20

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Berpura-pura Belanja, Komplotan Pencuri Gasak Tas Berisi Emas 200 Gram dan Rp30 Juta di Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.