• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Sawit Ungguli Tambang, Dalam Bidang Perekonomian Kaltim 

by BontangPost
22 Oktober 2017, 11:00
in Breaking News
Reading Time: 1 min read
0
DODOK: Gubernur Awang Faroek Ishak saat mendodos sawit di Kutim. (DEDDY/SANGATTA POST)

DODOK: Gubernur Awang Faroek Ishak saat mendodos sawit di Kutim. (DEDDY/SANGATTA POST)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengatakan, keberadaan pertambangan batu bara di Katim khususnya di Kutim tak lebih baik dibanding dengan perkebunan kelapa sawit.

Meski diakui,  kontribusi tambang batu bara secara statistik terbilang besar pengaruhnya untuk Kaltim. Akan tetapi,  orang nomor satu di Benua Etam itu tetap menganggap perkebunan sawit yang lebih baik.

Hal tersebut terus-terusan diungkap Awang setiap kali berpidato pada beberapa acara, saat berkunjung ke Sangatta, Kutim, pada Kamis (19/10) kemarin.

“Tambang batu bara cenderung lebih banyak eksploitasi alam. Sementara selama ini kontribusinya terhadap pembangunan Kutim masih kurang. Air dan listrik di Kutim belum terlayani dengan baik. Mereka tidak membantu benar benar untuk hal itu. Mereka lebih banyak membantu dalam bentuk CSR (Corporate Social Responsibility) saja,” ujar Awang, sebelum meresmikan Masjid Al Faruq.

Baca Juga:  Ayah Kandung Bejat, Siap Disidang

Kontribusi pertambangan batu bara dalam menggerakkan ekonomi Kaltim rata-rata adalah 60 persen.  Pada belakangan ini turun menjadi 50 persen.

Dominasi batu bara diprediksi belum bisa tergantikan hingga beberapa tahun ke depan. Harganya, yang kini sekira 80 USD per metrik ton masih dalam kategori laik untuk digeluti para pengusaha. Masih mampu memberi multiplier effect perekonomian.

Awang menyatakan, pihaknya akan terus menggalakkan green ekonomi, yakni berbasis agroindustri. Kutim merupakan daerah yang luas. Terdapat banyak lahan perusahaan batu bara. Itu mesti dipersiapkan untuk menjadi ekonomi pasca tambang.

“Kaltim, termasuk Kutim, harus benar-benar mendukung gerakan ekonomi agroindustri. Ke depan, kita tak boleh lagi menjadikan batu bara sebagai dasar ekonomi daerah. Menurut saya, sawit lebih menguntungkan. Sebab, dampak yang diciptakan lebih banyak positifnya,” katanya. (dy)

Baca Juga:  Tak Bayar Pajak, Bapenda Ancam Segel Sarang Walet 
Tags: ekonomiSangatta Postsawit
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Trotoar Amblas Bikin Was-was

Next Post

Tanah Pesantren di ‘Ganggu,’ Hidayatullah Undang Kapolda

Related Posts

Cek Kebun Bersama Anak, Pria di Muara Badak Tewas setelah Pergoki Orang Panen Sawit Tanpa Izin
Kriminal

Cek Kebun Bersama Anak, Pria di Muara Badak Tewas setelah Pergoki Orang Panen Sawit Tanpa Izin

19 Oktober 2026, 08:26
Misteri Pelajar SMP Tewas dengan Luka di Leher di Kutim Terungkap, Polisi Sebut Tersayat Dodos Sawit
Kaltim

Misteri Pelajar SMP Tewas dengan Luka di Leher di Kutim Terungkap, Polisi Sebut Tersayat Dodos Sawit

21 Juli 2026, 16:05
Lindungi Orangutan Morio, BKSDA Kaltim Desak Konsesi Tambang dan Sawit Kutim Masuk Forum Terpadu
Kaltim

Lindungi Orangutan Morio, BKSDA Kaltim Desak Konsesi Tambang dan Sawit Kutim Masuk Forum Terpadu

15 Juni 2026, 14:00
KFC Indonesia Merugi Rp557 Miliar, Tutup 47 Gerai dan 2.274 Orang Kena PHK Massal
Bontang

KFC Indonesia Merugi Rp557 Miliar, Tutup 47 Gerai dan 2.274 Orang Kena PHK Massal

11 November 2024, 11:01
Surat Edaran Gubernur Disebut Tak Berpengaruh, Harga Sawit Terancam Semakin Anjlok
Kaltim

Surat Edaran Gubernur Disebut Tak Berpengaruh, Harga Sawit Terancam Semakin Anjlok

9 Mei 2022, 10:30
Kepastian untuk Nasabah Jiwasraya Diumumkan Maret
ekonomi

Perekonomian Indonesia Diklaim Lebih Baik ketimbang Amerika Serikat

9 Februari 2021, 10:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.