• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan Opini

Peran Pendidikan Pemuda Sebagai Agent of Change

by M Zulfikar Akbar
31 Oktober 2017, 11:00
in Opini
Reading Time: 3 mins read
0
Yakub Fadillah, S.IP.

Yakub Fadillah, S.IP.

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Yakub Fadillah, S.IP (Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Kebudayaan DPD KNPI Kutai Timur)

”Bacalah dengan (menyebut) nama tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, Bacalah, dan tuhanmu lah yang paling pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam.Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahui” ( Al Alaq : 1-5).

Lima Ayat di atas adalah wahyu pertama yang diturunkan Kepada Nabi Muhammad Saw. Sekira usia 40 tahun 6 bulan 8 hari tepatnya 17 Ramadhan 13 SH, atau tepatnya hari Senin 6 Agustus 610 H, atau sekira usia 39 tahun 3 bulan 18 hari dalam hitungan masehi, dalam riwayat lain ada yang menyebut pada 21 Ramadhan karena terkait malam lailatul qadar yang dikabarkan juga sebagai malam turunnya Alqur,an. Namun bukan persoalan itu yang akan ditonjolkan dalam tulisan singkat ini.

Dari 5 ayat pertama itu adalah perintah berfikir, belajar dan bergerak untuk melakukan perubahan. Indikator ini bisa dikaitkan dengan turunnya wahyu yg pertama kepada seorang pemuda Mekkah yang bernama Muhammad saw. Sebelum terjadinya turun 5 ayat tersebut bahwa Nabi Muhammad adalah seorang reformis, di usia 35 tahun menjadi hakim dalam perselisihan peletakan batu hitam ( hajar aswad), semasa remaja adalah penggembala kambing yang profesional. S

elama 4 tahun belajar membela tanah airnya dengan ikut mengumpulkan anak panah, belajar memanah hingga strategi bertahan dan menyerang dalam perang klasik, sebelum menikah adalah manajer dagang handal yang tidak pernah rugi, terpercaya, penjaga kualitas dan pemimpin kafilah yang penuh kehati-hatian, negosiator ulung dan santun serta lembut di tengah kerasnya budaya Makkah.

Baca Juga:  Menyelami Makna Dibalik Peristiwa

Pada masa kecilnya dirawat oleh kakeknya Abdul Muthalib dan terlahir sebagai yatim dan lengkap menjadi yatim piatu pada usia 6 tahun, 2 tahun kemudian kakeknya juga wafat dan menyebabkan Muhammad saw kecil harus belajar hidup sederhana dan belajar bekerja keras karena pamannya Abu Thalib bukanlah orang berada.

Dari wahyu pertama dan sekilas sirah nabawi tersebut dapat kita simpulkan beberapa catatan antara lain : Masa muda merupakan masa keemasan, masa produktif. Masa yang paling gemilang untuk mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya menuju akhirat. Sehingga pendidikan sangat berpengaruh kepada kualitas pemuda.T

anggung jawab untuk terbentuknya pemuda-pemuda tangguh dan generasi yang taat, itu merupakan kewajiban dan tugas yang besar di pundak para orang tua, agar mendidik anak-anaknya semenjak dini dengan pendidikan yang benar, yaitu pendidikan yang diajarkan oleh agama dan juga sesuai kebutuhan zaman serta tuntutan negara. Hendaklah orang tua menjadi teladan yang baik bagi anaknya, karena apa yang dilihat lebih mendominasi caracter building anak dari pada apa yang didengar.

Untuk menjadikan pemuda berkualitas diperlukan pendidikan keluarga yang kuat sebagai kawah candra dimuka kepekaan sosial, solidaritas dan basis miniatur peradaban. Untuk mencapai kemuliaan yang agung dalam mendidik anak, tentu membutuhkan kesabaran, perjuangan, dan perhatian yang besar dari para orang tua. Terlebih lagi pada zaman sekarang ini, berbagai fasilitas tersedia dan sangat mudah membahayakan akhlak dan kepribadian seorang anak.

Baca Juga:  Modul Pembelajaran ‘Islam Damai’

Pemuda pada zaman ini, ia bagaikan seekor kambing yang berada dalam kerumunan serigala yang siap menyantapnya. Pertama, Pemuda yang siap melanjutkan estafeta kepemimpinan (bukan pemimpin) adalah pemuda yang terlatih secara sistematis dan alami, berpola dan memiliki indikator dan sasaran yang jelas untuk menghasilkan output, sehingga secara alami akan membentuk karakter kepemimpinan yang mumpuni. Kedua, adapun para guru atau para pendidik, sesungguhnya mereka memiliki tugas dan tanggung jawab yang besar untuk mendidik anak-anak bangsa.

Menjadikan mereka generasi handal, taat kepada ajaran agamanya, memiliki nasionalisme yang fanatik, sanggup beradaptasi dengan berbagai kondisi dan dapat menerima perbedaan, dapat memilah perbedaan yang prinsip dan perbedaan yang bisa ditolerir baik dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara.

Kemudian, para pemuda adalah sebagai “Agent of Change”, maka kualitas pendidikan akan menentukan kualitas kehidupan berbangsa dan bernegara di masa mendatang, maka jangan pernah berhitung apa yang harus dikorbankan untuk pendidikan anaknya selagi mampu, tidak ada proses berkualitas yang “gratis” Panglima Soedirman menjadi tangguh di tengah sakitnya, selain memiliki semangat jihad mempertahankan NKRI, Panglima Soedirman membeli kualitasnya dengan mengajar gratis di SMP Muhammadiyah Jogjakarta, membeli jiwa kepemimpinannya dengan menjadi relawan dan pandu Hizbul Wathan sejak usia 14 tahun.

Baca Juga:  Kebangkitan Pariwisata Kutim 

Dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 89, Pemuda Kutai Timur dalam hal ini adalah DPD KNPI Kutai Timur, dengan segala keterbatasan berupaya mempersembahkan karya terbaik, di tengah “hegemoni” defisit yang turut memberikan efek domino pada kehidupan masyarakat Pemuda Kutai Timur melalui DPD KNPI, tetap berkarya, bergembira dan bersatu hati melangsungkan Pekan Pemuda dengan tema “ Membangun Kreatifitas Merajut Kebhinekaan”.

Banyak hal yang harus diperbuat sebagai indikator pemuda kreatif dan peduli dengan kebhinekaan sebagai salah satu pilar negara, dimana isu kebhinekaan menjadi isu sentral yang dianggap akan mengikis keutuhan negara, namun perlu disikapi dengan arif dan bijak, bahwa terkadang juga kita terjebak, ingin merajut kebhinekaan dengan menyingkirkan pihak yang kita anggap “intoleran” justru membarangusnya dengan cara intoleran.

Sebagai Agent of Change, pemuda harus bisa memberikan model dan juga teladan, bahwa pelangi akan terbentuk dengan 7 warna utama dan ratusan warna bias, keindahnnya akan terlihat jika hujan dan panas datang bersamaan di waktu pagi dan sore hari. Ketika perbedaan dianggap sebagai ancaman, maka saat itu nilai toleransi telah runtuh, dan ketika pikiran dan lisan tak lagi bijak maka tangan dan kaki akan menjadi alat untuk mendeklarasikan radikalisme diri yang tidak pernah dirasakan. SALAM PEMUDA. (*)

Tags: catatanPemuda
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pungutan Sampah Belum Berjalan

Next Post

WADUH! Mesin Genset RSUD Rusak, Tiga Pasien Batal Operasi

Related Posts

Maafkanlah Gubernur
Opini

Maafkanlah Gubernur

13 April 2026, 18:21
Kotak Kosong, Pesta para Oligarki
Opini

Kotak Kosong, Pesta para Oligarki

21 Juli 2024, 13:20
Brigadir Jenderal Dendi Suryadi: Setelah 30 Tahun, Memilih Jalan Sipil di Kukar
Opini

Brigadir Jenderal Dendi Suryadi: Setelah 30 Tahun, Memilih Jalan Sipil di Kukar

21 Juli 2024, 12:19
Merokok Bikin Kekasih Cacat
Catatan

Merokok Bikin Kekasih Cacat

16 Desember 2023, 11:27
Kursi vs Nurani
Opini

Kursi vs Nurani

3 Juni 2023, 13:08
Milenial dan Optimisme di Tengah Pandemi
Opini

Milenial dan Optimisme di Tengah Pandemi

30 Agustus 2020, 09:16

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.