SANGATTA- Pelayanan terhadap pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga, dalam dua pekan terakhir terganggu. Bahkan tiga pasien yang seharusnya dioperasi terpaksa dibatalkan dan dirujuk ke rumah sakit lain untuk mendapat penanganan. Penyebabnya, karena ketersediaan listrik yang tidak stabil, akibat generator set (Genset) utama rumah sakit pelat merah itu bermasalah.
Kejadian ini sudah sering terjadi. Menurut Dirut RSUD Kudungga Anik Istiandari, pasokan listrik ditempatnya bukan semakin membaik, akan tetapi malah mengkhawatirkan.
“Karena listrik padam, akhirnya tiga pasien kami terpaksa operasinya di tunda. Listrik semakin buruk ditempat kami (RSUD),” ujar Dirut Anik.
Beruntung tiga pasien tersebut bisa ditangani dengan baik. Hanya saja, pihaknya tak mengharapkan hal ini terulang untuk yang kesekian kalinya. Pasalnya, hal itu akan menggangu pelayanan RSUD dan merugikan pasien.
“Kami tidak tau kenapa. Karena mesinnya di BPKAD. Katanya sih mesinnya rusak. Tapi apapun itu kami minta secepatnya diperbaiki. Sehingga pelayanan kembali normal dan tidak terganggu,” harapnya.
Menjadi masalah, pengoperasian mesin berada di BPKAD. Bukan pada RSUD Kudungga. Dengan begitu, pihaknya tidak mengetahui penyebab dan apa yang sedang bermasalah.
“Kemungkinan pada 2018 akan dialihkan ke RSUD langsung. Tidak lagi di BPKAD. Hal ini akan memudahkan kami. Jika ada yang bermasalah, kami langsung tau penyebabnya dan segera diperbaiki,” katanya.
Terpisah, Bupati Kutim Ismunandar mengatakan, untuk sementara pihaknya sudah menginstruksikan agar RSUD bisa mencari jasa penyedia listrik. Terutama untuk mengatasi kebutuhan listrik RSUD selama dua bulan kedepan. Sehingga pelayanan tetap bisa berjalan normal.
“Tahun depan kan rencananya sudah tersambung dengan PLN. Jadi yang dicarikan untuk dua bulan ini saja. Mungkin bisa dengan menyewa mesin genset dari penyedia jasa. Yang penting pelayanan tetap bisa jalan,” ujar Ismu. (aj)







