• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Budaya Kaltim Terancam Punah

by BontangPost
7 November 2017, 11:32
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
LUKMAN/METRO SAMARINDA
Rusman Yaqub
Dayang Budiati
Rita Artaty Barito

LUKMAN/METRO SAMARINDA Rusman Yaqub Dayang Budiati Rita Artaty Barito

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Kalah pamornya kebudayaan lokal dengan kebudayaan asing membuat DPRD Kaltim merasa prihatin. Apalagi didapati generasi muda saat ini ada yang tidak mengetahui seluk-beluk budaya asli Bumi Etam. Termasuk kondisi cagar budaya yang dianggap kurang maksimal dalam hal pemeliharaan.

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Yaqub menuturkan, pihaknya khawatir bila kebudayaan Kaltim terancam punah. Hal ini bisa dilihat dari semakin minimnya pengetahuan anak-anak muda terhadap beragam kebudayaan asli Kaltim.

“Bahkan anak saya bertanya apa itu Jepen. Kan mengkhawatirkan kalau anak-anak kita tidak mengetahui kebudayaan daerahnya,” kata Rusman dalam rapat bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim beberapa hari lalu.

Untuk itu, Komisi IV meminta Disdikbud Kaltim untuk lebih memperhatikan kondisi kebudayaan Kaltim saat ini. Khususnya keberadaan cagar-cagar budaya yang kini semakin termakan zaman. Rusman meminta Disdikbud melakukan inventarisasi kebudayaan-kebudayaan Kaltim sehingga dapat diketahui langkah pemeliharaan yang perlu dilakukan.

Baca Juga:  PDIP Utamakan Kader, Siapkan Mekanisme Penjaringan Cagub

“Silakan diinventarisir apa saja kebudayaan yang bisa dikembangkan menjadi potensi daerah. Tentunya kami di DPRD akan mendukung dan memperjuangkan penganggarannnya,” ujarnya.

Dia juga menyoroti manajemen museum dan makam  bersejarah di beberapa daerah di Kaltim yang dinilai tidak mengikuti perkembangan zaman. Dalam hal ini, manajemen tersebut perlu untuk diperbarui dan disesuaikan dengan teknologi yang ada saat ini. Perubahan manajemen ini menurutnya perlu dilakukan agar kebudayaan tersebut dapat terus dipelihara dengan baik.

“Saya pernah menemukan buku tamu di museum yang dari dulu sampai sekarang tetap itu-itu saja. Malahan menurut saya, buku tamu itu juga sudah layak untuk dimuseumkan,” terang politisi PPP ini sambil berkelakar.

Senada dengan Rusman, anggota Komisi IV Rita Artaty Barito turut mengeluhkan semakin memudarnya kebudayaan Kaltim. Terutama mulai hilangnya pendidikan kebudayaan di sekolah-sekolah. Dia mencontohkan pembuatan kerajinan khas Kaltim seperti manik-manik yang dulu kerap dikreasikan para pelajar.

Baca Juga:  Ratusan Goweser Meriahkan Gowes Nasionalis Aston 

“Dulu ada pembuatan kalung dari manik-manik di sekolah. Sekarang kan sudah tidak ada. Nah, paling tidak kegiatan seperti ini diadakan lagi di sekolah. Sehingga anak-anak juga punya kegiatan positif, daripada mereka bergaul di luar yang tidak jelas,” ungkap Rita.

Karenanya, dia meminta di setiap SMA ada pembelajaran terkait kebudayaan-kebudayaan Kaltim. Salah satunya tentang kerajaan tertua yang ada di Muara Kaman. Informasi-informasi sejarah tentang kerajaan ini perlu untuk disampaikan dan diketahui secara luas, baik di kalangan pelajar maupun di masyarakat.

“Itu dulu yang utama. Karena seluruh dunia mengakui kerajaan itu ada. Sementara apa yang bisa kita tunjukkan dan kita sampaikan tentang kerajaan ini,” jelas legislator dari Partai Golkar ini.

Sementara itu Kepala Disdikbud Kaltim Dayang Budiati menanggapi positif permintaan DPRD Kaltim. Tentang usulan perubahan manajemen dan inventarisasi kebudayaan, pihaknya setuju dan bakal melakukannya dalam waktu dekat. Menurut Dayang, perubahan manajemen memang perlu dilakukan untuk mengikuti perkembangan zaman.

Baca Juga:  Evaluasi Pertambangan Mesti Dilakukan!

“Kami juga akan mengumpulkan kepala-kepala sekolah, untuk menginstruksikan agar pendidikan kebudayaan Kaltim dapat diberikan di sekolah. Pertama-tama kembali menghidupkan teater yang menjadi ciri khas masyarakat Kaltim,” urai Dayang.

Dalam hal pemeliharaan dan pelestarian budaya ini, sebenarnya Disdikbud telah memiliki serangkaian rencana program dan anggaran di 2018. Yaitu pelestarian dan aktualisasi adat budaya daerah, serta pengembangan nilai budaya seni dan film. Harapannya program dan anggarannya dapat masuk dalam APBD murni 2018.

Diakui Dayang, beberapa kebudayaan di Kaltim perlahan terancam punah. Baik kebudayaan yang bersifat fisik contohnya rumah adat maupun kebudayaan yang berupa seni pertunjukkan seperti tarian. Salah satunya yaitu tari Daling dari Berau.

“Tari Daling itu sudah hampir punah. Sudah saya sampaikan ke pemerintah daerah di sana tapi tidak direspon. Tari ini jangan sampai punah karena merupakan tarian kerajaan,” bebernya. (luk)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: budayakebudayaan lokalMetro Samarinda
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Taman Tepian untuk Kesenian

Next Post

Hanura Masih Penjajakan Calon

Related Posts

Minta Penggunaan Bahasa Kutai di Pengumuman Bandara SAMS Sepinggan
Kaltim

Minta Penggunaan Bahasa Kutai di Pengumuman Bandara SAMS Sepinggan

1 Juni 2022, 13:00
Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30

Terpopuler

  • Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar Tempat Parkir di Bontang yang Wajib Bayar Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penjual Air Kesehatan Sebar Hoax

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Investasi Bodong Rugikan Rp18 Miliar, Istri Anggota DPRD Bontang Ikut Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.