BONTANG – Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Syafruddin mengunjungi beberapa destinasi wisata di kota Bontang, Minggu (19/11). Salah satunya ialah wisata mangrove Berbas Pantai, ia menilai tempat tersebut berpotensi untuk pengembangan wisata lingkungan dan olahraga.
Ia juga mengusulkan terdapat suatu tempat dengan daya tampung mencapai 200 hingga 500 orang. Nantinya, tempat tersebut dijadikan sebagai acara para pelajar untuk menunjukkan kreasinya.
“Saya usulkan kepada pak Bambang (Kadisporapar kota Bontang, Red.) setidaknya ada tempat pertemuan yang lebih besar. Itu bisa digunakan untuk pentas seni musik atau sudut baca,” kata Syafruddin.
Menurutnya, tempat yang tersedia masih tergolong kecil sehingga belum mampu dijadikan pilihan warga untuk menggelar acara. Hal tersebut bisa menambah jumlah pengunjung kedepannya.
Saat ini pengembangan mangrove terdapat di beberapa daerah termasuk Kaltim. Oleh karena itu, perlu adanya daya tarik tersendiri sebagai pembeda. Ia juga mengusulkan terdapat photo booth rencana pembangunan pusat kuliner tiga lantai.
“Mangrove itu hanya destinasinya, daya tariknya belum ada. Daya tarik itu seperti photo booth, meskipun itu kekinian tetapi asalkan desainnya beda itu akan menarik wisatawan,” tambahnya.
Di samping itu, penanaman anggrek di antara pohon manggrove akan menambah keindahan wisata tersebut.
“Diikat saja di pohon, itu akan tumbuh. Kalau di sini ada sampai 2 ribu batang anggrek di pohon-pohon, ketika berbunga, semua orang akan bilang tak ada duanya di Indonesia,” paparnya
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Bontang, Bambang Cipto Mulyono sepakat dengan usul yang diberikan oleh Kadispar Kaltim. Menurutnya, perbaikan wisata mangrove Berbas Pantai akan dilakukan terus-menerus guna meningkatkan animo wisatawan untuk berkunjung.
“Itu saran yang bagus, akan dipertimbangkan untuk mangrove ini. Sehingga punya ciri khas lain dibandingkan mangrove yang sudah ada,” kata Bambang. (*/ak)







