• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Kelangkaan Tabung Melon Kian Parah, Keseriusan Disperindag Dipertanyakan

by BontangPost
14 Desember 2017, 11:04
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
ilustrasi

ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA- Masyarakat menilai dinas perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Kutim tak cukup serius menangani masalah kelangkaan tabung elpiji tiga kilo gram.

Pasalnya, sampai saat ini musibah kelangkaan tersebut tak kunjung terselesaikan. Bahkan semakin parah.

Padahal sebelumnya, disperindag mengklaim sudah mencarikan solusi untuk memecahkan permasalahan ini. Akan tetapi benang tersebut semakin kusut. Tak kunjung terurai seperti yang janjikan.

Hampir dibeberapa agen, pangkalan maupun pengecer tak lagi melayani penjualan elpiji. Memang ada, akan tetapi dengan sekejab ludes terjual.

Entah siapa yang membeli. Pastinya, masyarakat yang berhak berkoar memaki lantaran tak kebagian jatah tabung melon tersebut.

Jikapun tersisa, harganya melambung tinggi. Harga ideal semua yang hanya Rp18 ribu hingga Rp22 ribu, kini menjadi Rp30 ribu. Harga ini terdapat diperkotaan. Seperti Desa Sangatta Selatan.

Baca Juga:  Tegur Pengendara karena Ngebut Warga Gang Solata Dibacok 

Harga tabung akan membengkak lagi jika dipedalaman. Seperti di Kaliorang. Menurut warga sekitar harganya menembus Rp35 ribu.

“Saya saat ini sudah beli dapur tanah. Mulai musim dikaliorang yang pesan dapur tanah. Kami terpaksa hanya gunakan kayu bakar saja,” ujar Hamidah warga Bangun Jaya.

Hal yang sama juga dirasakan Rahmat warga Sangata Selatan. Dirinya cukup kesal dengan keadaan saat ini. Sebelumnya elpiji begitu murah dan melimpah, kini kosong dan mahal.

Seharusnya pemerintah dalam hal ini disperindag bergerak cepat. Tidak hanya turut prihatin, akan tetapi mencarikan solusi. Sehingga masyarakat tidak disulitkan atas masalah yang sudah terjadi beberapa bulan ini.

“Saya lihat belum ada tindakan. Buktinya sampai saat ini masih sulit kami mendapatkan elpiji. Saya sampai cari ke Sangatta Utara,” katanya.

Baca Juga:  TERABAIKAN!!! Jalan Wirjono Masih Terbelah

Sementara itu, Ainun salah seorang pengecer di Sangatta Selatan membenarkan jika sampai saat ini pasokan elpiji masih terbatas. Cukup sulit mendapatkan elpiji.

“Saya saja dari sore sampai tengah malam ngantri. Jam 2 subuh baru dapat. Dari 10 tabung yang saya minta, hanya 3 tabung saja yang di kasih,” kata Ainun.

Berdasarkan hal itulah, dirinya terpaksa menaikkan harga hingga berlipat. Yang semula Rp22 ribu menjadi Rp30 ribu.

“Saya minta maaf karena harganya naik. Karena memang sulit sekali kami dapat. Kakaupun dapat tidak banyak. Kalau datang, saya hanya mendapatkan 2 atau 3 tabung saja,” katanya. (dy)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: gas elpijilangkaSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Otak Perampokan Tolak Peragakan Aksinya 

Next Post

Ditikam Pacar di Cafe,  Herliana Tewas 

Related Posts

Modus Tawarkan Gas Elpiji Subsidi, Pria di Samarinda Ditangkap Polisi
Bontang

Bontang Dapat Extra Dropping Gas Melon Jelang Nataru

20 Desember 2023, 16:00
Modus Tawarkan Gas Elpiji Subsidi, Pria di Samarinda Ditangkap Polisi
Bontang

Penyaluran Gas Elpiji di Bontang Capai 50 Persen, Pemerintah Jamin Tak Ada Kelangkaan Lagi

11 September 2023, 10:42
Panic Buying Diduga Jadi Penyebab Gas Melon Langka di Bontang
Bontang

Panic Buying Diduga Jadi Penyebab Gas Melon Langka di Bontang

3 Juli 2023, 21:52
Modus Tawarkan Gas Elpiji Subsidi, Pria di Samarinda Ditangkap Polisi
Bontang

Distiribusi Gas Melon Diklaim Kembali Normal Hari Ini

3 Juli 2023, 10:45
Modus Tawarkan Gas Elpiji Subsidi, Pria di Samarinda Ditangkap Polisi
Bontang

Gas Melon Masih Langka Pasca Iduladha, Warga Beralih Pakai Kayu Bakar

30 Juni 2023, 14:26
Modus Tawarkan Gas Elpiji Subsidi, Pria di Samarinda Ditangkap Polisi
Bontang

Cegah Kelangkaan, Stok Gas Melon Ditambah Jelang Lebaran

5 April 2023, 15:38

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1.700 Personel Kawal Demo 21 April di Samarinda, Kantor Gubernur dan DPRD Jadi Sasaran Aksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dana 10 Persen Nelayan Muara Badak Dipersoalkan, Polisi Lakukan Pemantauan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kartu Bontang Pintar Tetap Prioritas, Pemkot Sesuaikan Nominal Bantuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.