SANGATTA – Sejumlah sopir angkutan kota (angkot) hari ini (8/1) menggelar aksi ringan di Terminal Kilo Meter 1 Desa Sangatta Selatan.
Mereka mendemo sopir bus lantaran dianggap merampas hak sopir angkot. Yakni penumpang yang biasa nongkrong menunggu angkutan di pinggir jalan.
Dikatakan Ketua organisasi kendaraan daerah (organda) Kutim, Abdul Haris seharusnya bus yang melayani angkutan rute Sangatta Rantau Pulung, Kaliorang, Sangkulirang, dan lainnya tidak menjemput angkutannya di pinggir jalan. Akan tetapi di Terminal Sangatta Selatan.
Sedangkan yang menunggu di jalan akan dialihkan ke angkot. Angkot itulah yang membawa penumpang ke terminal. Tak lain tujuannya ialah untuk memaksimalkan terminal.
“Bus yang layani ke kecamatan seperti ke Rantau Pulung tidak menjemput di titik kota. Akan tetapi di terminal saja,” ujar Haris.
Ini dilakukan untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan. Seperti yang terjadi hari ini. Terjadi aksi yang menuntut supir bus untuk tidak kembali menjemput di jalan.
“Ini dianggap merugikan. Makanya sudah terjadi aksi penyetopan. Jika tidak ditindaklanjuti akan ada aksi ke pemerintah,” katanya.
Yunita, warga yang kerap menggunakan jasa angkut bus Sangatta-Kaliorang menganggap terminal terlalu jauh. Juga perlu mengeluarkan ongkos yang berlipat.
“Kalau naik angkot lagi ke terminal, akan mengeluarkan uang banyak. Makanya kami langsung nunggu di pinggir jalan,” katanya. (dy)







