BONTANG – Komisi III DPRD sangat serius mengurai benang kusut banjir di Bontang. Hal ini ditandai dengan mengunjungi daerah langganan air bah ini, guna mencari penyebabnya.
Di Kelurahan Gunung Telihan, RT 25 dan 27 menjadi titik banjir terparah. Pasalnya ketinggian air di RT 25 misalnya, dapat mencapai leher orang dewasa. Di lokasi tersebut telah terdapat kanal dengan ketinggian sekira 4 meter, tetapi terdapat lubang di bagian bawah, sehingga air pasti akan menyerang pemukiman warga melalui lubang tersebut.
Sementara untuk RT 27, genangan air masih terjadi hingga beberapa hari akibat drainase yang buruk. Hal ini diperparah dengan sistem elevasi yang tidak sesuai yakni terdapat area cekungan.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Suhut Harianto menuntut Pemkot Bontang harus serius menyelesaikan masalah ini. Pasalnya bukan sekali atau dua kali, banjir itu terjadi. Perlunya proses desain dan survei sehingga hasil pengerjaan yang telah dilakukan untuk penanganan banjir akurat.
“Penanggulangan banjir itu jangan parsial atau sepotong-potong, harus menyeluruh,” kata Suhut saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait penanggulangan banjir di RT 25 dan 27, Kelurahan Gunung Telihan, kemarin (8/1).
Politikus Demokrat ini menyayangkan ketidakhadiran dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK). Padahal, ini merupakan ranah dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut.
“Nanti panggil Dinas PUPRK di rapat kerja,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Rustam HS mengusulkan dibuatkan bendungan di RT 25 Kelurahan Gunung Telihan. Dikarenakan kanal yang ada telah tersuplai dari perumahan PC PT Pupuk Kaltim dan Gotong Royong, Kelurahan Belimbing. Di lokasi tersebut terdapat lahan yang bisa digunakan tempat penampungan air dengan luas 1 hektare.
“Ini masih ada lahan yang bisa digunakan,” tunjuknya.
Disamping itu, politikus Gokar ini juga mengimbau kepada warga yang ingin bermukim di lokasi tersebut untuk membangun huniannya dengan konsep rumah panggung. Dikarenakan, jenis lahan termasuk tanah gerak.
Sedangkan permasalahan di RT 25, pria yang juga merupakan Sekretaris Fraksi Golkar ini mengungkapkan, bahwa normalisasi sungai perlu dilakukan. Dengan pendangkalan yang terjadi membuat air meluap ke perkampungan.
“Bisa dikeruk menggunakan truk bego kecil ini,” paparnya.
Sidak ini diikuti oleh Wakil Ketua DPRD Faisal, seluruh anggota Komisi III, Sekretaris DPKPP, Camat Bontang Barat, pihak kelurahan, serta ketua RT setempat. Rencananya Komisi III DPRD akan memanggil kembali seluruh stakeholder dalam rapat kerja beberapa waktu yang akan datang. (*/ak)







