• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Duh.. Pesawat N-219 Butuh Suntikan Dana Rp 81,8 M

by M Zulfikar Akbar
2 Februari 2018, 07:00
in Nasional
Reading Time: 1 min read
0
KURANG DANA: Pesawat Nurtanio saat melakukan uji coba terbang usai Pemberian Nama Pesawat N219 di Base Ops, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (10/11/2017). (Imam Husein/Jawa Pos)

KURANG DANA: Pesawat Nurtanio saat melakukan uji coba terbang usai Pemberian Nama Pesawat N219 di Base Ops, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (10/11/2017). (Imam Husein/Jawa Pos)

Share on FacebookShare on Twitter

BOGOR-Setelah sukses uji terbang tahun lalu, tahun ini konsentrasi pesawat N-219 (Nurtanio) adalah sertifikasi. Namun, proses ini terancam mandek di tengah jalan. Sebab masih ada kekurangan anggaran puluhan miliar.

Dirjen Penguatan Inovasi (PI) Kemenristekdikti Jumain Apple mengatakan, untuk sertifikasi butuh 340 jam terbang. Dan, untuk satu kali terbang, dibutuhkan anggaran sampai Rp 250 juta. Jadi, untuk menyelesaikan keseluruhan proses jam terbang sertifikasi, dana yang dibutuhkan mencapai Rp 75 miliar lebih.

“Persoalannya tidak ada anggarannya di Lapan (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, red),” katanya di sela Rapat Kerja Ditjen PI Kemenristekdikti di Bogor kemarin (1/2).

Sempat muncul desakan supaya suntikan dana sertifikasi pesawat berkapasitas 19 penumpang diambilkan dari anggaran Kemenristekdikti. Namun, sampai saat ini belum diputuskan. Dia tidak ingin proses sertifikasi N-219 berhenti di tengah jalan.

Baca Juga:  Pesawat Kembali Mengudara

“Kalau tidak (berlanjut, red) nasibnya sama dengan pesawat N-250. Jangan sampai mangkrak lagi,” tutur Jumain.

Dia mengatakan, sedang dikaji klausul-klausul pendanaan riset pesawat N-219. Di antaranya melibatkan pihak swasta. Tinggal bagaimana membuat regulasi supaya pihak swasta bisa masuk bersama Lapan dan PT Dirgantara Indonesia (DI) selaku pelaksana proyek pesawat nasional N-219.

Kepala Kapan Thomas Djamaluddin membenarkan bahwa kondisi saat ini ada kekurangan biaya sertifikasi. Dia menjelaskan di Lapan sejatinya ada biaya sertifikasi pesawat N-219 di APBN. Tetapi jumlahnya tidak cukup.

“Untuk sertifikasi butuh 340 jam. Tahun lalu sudah 16 jam terbang,” jelasnya.

Di Lapan sudah ada anggaran untuk jam terbang sertifikasi sebesar Rp 37,4 miliar. Dia mengungkapkan dana itu masih kurang Rp 81,8 miliar. Sebab, total biaya untuk sertifikasi terbang mencapai Rp 119 miliar.

Baca Juga:  Waduh... Penutupan Bandara Ahmad Yani Diperpanjang

Untuk mempercepat proses sertifikasi, kewajiban 340 jam terbang akan dikebut dengan dua unit pesawat N-219. Untuk pesawat unit kedua, direncanakan sudah siap terbang pada Maret-April depan. “Insyallah 2018 (proses sertifikasi, red) tuntas,” katanya. (wan/ttg/jpg)

Tags: n-219nurtaniopesawat
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

HORE!! Kilang Refinery Bontang Dibangun 2020

Next Post

Azarenka Dapat Wild Card di Indian Wells

Related Posts

Jangan Ditiru, Pria ini Nekat Merokok di Pesawat
Kaltim

Jangan Ditiru, Pria ini Nekat Merokok di Pesawat

19 November 2019, 11:00
HORE!! Di Sini Tak Perlu Lagi Cetak Boarding Pass
Nasional

HORE!! Di Sini Tak Perlu Lagi Cetak Boarding Pass

18 Januari 2018, 10:10
Pesawat Kembali Mengudara
Breaking News

Pesawat Kembali Mengudara

1 November 2017, 11:00
Breaking News

Pesawat Perintis Beroperasi Lagi 

11 April 2017, 12:30
Waduh… Penutupan Bandara Ahmad Yani Diperpanjang
Breaking News

Waduh… Penutupan Bandara Ahmad Yani Diperpanjang

26 Desember 2016, 08:31

Terpopuler

  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemadaman Listrik Ganggu Usaha Kuliner Bontang, Mesin Kopi Rusak hingga Pesanan Batal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.