• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

TERLALU!!! Kuburan Kok Digarap Jadi Tambang 

by BontangPost
22 Februari 2018, 11:36
in Kaltim
Reading Time: 3 mins read
0
LUBANG TAMBANG: Tampak di salah satu sisi TPU dijadikan lokasi penggalian batu bara oleh salah seorang pengusaha tambang di daerah itu.(MUBIN/METRO SAMARINDA)

LUBANG TAMBANG: Tampak di salah satu sisi TPU dijadikan lokasi penggalian batu bara oleh salah seorang pengusaha tambang di daerah itu.(MUBIN/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Geliat pertambangan batu bara di Kota Samarinda seakan tak mengenal batas wilayah. Terbaru, warga Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, dibuat geram atas aktifitas penggalian emas hitam tersebut. Pasalnya, sebuah tembok kuburan di daerah tersebut dijebol sebuah excavator milik salah seorang perusahaan tambang.

Yang membuat masyarakat setempat kian naik pitam, lantaran kegiatan pertambangan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Muslim yang berlokasi di Kebon Agung, Jalan Poros Lempake, RT 3, Samarinda Utara ini, diduga didalangi oleh salah seorang oknum kepolisian di wilayah Polresta Samarinda.

Kegiatan pertambangan ini diketahui masyarakat setempat, saat hendak mengubur salah seorang warga yang meninggal di daerah itu, Selasa (20/2) lalu. Sebagian dari TPU tersebut telah digarap menjadi lokasi tambang, dengan kedalaman sekira 15 meter.

Tidak hanya itu, yang membuat masyarakat setempat terenyuh, karena beberapa di antara kuburan warga telah ditimbun dengan tanah sisa galian tambang. Selain itu, beberapa di antara kuburan bahkan terlihat digarap secara membabi buta untuk mencari emas hitam di lokasi itu.

Atas kejadian itu, dibantu Babinsa di daerah itu, masyarakat kemudian melaporkan masalah tersebut ke Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Pemkot Samarinda dipimpin Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota, Zairin Zain langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak), Rabu (21/2) kemarin pagi.

Baca Juga:  Bak Roket, Aji Dedi Melesat

“Seandainya kami tidak mengubur almarhumah Bu Jamil, kami tidak tahu kalau di sini (TPU, Red) sudah ditambang. Tahu sekitar habis Isya, saat kami memberangkatkan mayat di kuburan ini,” kata, Muhammad Samim (70), Rabu (21/2) kemarin.

Kata dia, kegiatan pertambangan di lokasi TPU tersebut, telah merusak beberapa kuburan warga. Warga yang tidak terima atas peristiwa itu, kemudian menyita excavator yang digunakan untuk menggali tambang batu bara di lokasi itu.

“TPU ini telah didaftarkan sebagai hak milik umum. Di beberapa galian tambang, itu masih ada sisa batu bara. Kemungkinan para pekerja tambang sepertinya belum selesai mengeruk batu bara yang ada di areal TPU. Makanya, batu bara dan lubang berukuran besar, ditinggal begitu saja,” katanya.

Berdasarkan informasi warga di daerah itu, sambung dia, sedikit tidaknya sudah ada sekira 210 ton batu bara yang diangkut keluar menggunakan mobil truk dari lokasi tersebut selama beberapa hari terakhir. “Saya dengar yang punya tambang ini Punaryo, seorang anggota kepolisian,” ungkap dia.

Baca Juga:  Gubernur Gelar Kaltim Summit III 

Lurah Lempake, Nurharyanto mengungkapkan, kegiatan hauling batu bara di lokasi tersebut sudah berlangsung sejak Minggu (18/2) lalu. Aktivitas tambang batu bara ini sudah berlangsung lama, namun tidak sampai menyasar TPU.

“Kami tidak mengira di TPU itu ditambang, makanya kami baru tahu. Sebelahnya ada tambang, tetapi sudah berhenti. Padahal TPU itu punya tembok pembatas, tapi dijebol penambang,” katanya.

Ia menegaskan, tambang tersebut statusnya ilegal. Karena di seluruh wilayah Lempake, sudah tidak ada izin pertambangan batu bara yang dikeluarkan pemerintah. Dia sudah melaporkan pada Dinas Pertambangan (Distamben) Kaltim dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) agar segera menghentikan aktivitas tambang tersebut.

“Sudah tiga bulan yang lalu kami laporkan dengan menulis surat ke pihak Distamben dan DLH. Bahkan kami sudah kirimkan surat itu sebelum penggantian camat baru,” ucapnya.

Tambang ilegal di sekitar TPU Muslim tersebut, lanjut dia, sudah merugikan penduduk sekitar. Salah satunya ketika hujan, banjir yang disertai lumpur memenuhi sebagian areal pemukiman warga.

Pejabat Sementara (Pjs) Samarinda, Zairin Zain yang memantau lokasi penambangan tersebut mengaku geram dengan pelaku. Karena itu, dirinya sudah menginformasikan pada Distamben Kaltim agar segera meninjau lokasi tersebut.

Baca Juga:  PKB Kaltim Apresiasi Kehadiran Metro Samarinda

“Kuburan yang ditambang itu harus dikembalikan seperti sedia kala. Pagar juga harus diperbaiki. Tetapi siapa pun yang menggarap itu, harus diproses secara hukum. Kenakan hukuman berat, karena ini namanya tidak bermoral,” tegas Zairin.

Ia memastikan, tambang tersebut statusnya ilegal. Karena pemerintah tidak mungkin memberikan izin tambang batu bara di areal TPU. Namanya legal, lanjut dia, tidak memperhatikan kuburan atau pemukiman warga, yang penting mendapatkan hasil yang memuaskan.

Tambang ilegal tidak bisa dideteksi pemerintah karena menggali dan mengangkut  batu bara di malam hari. Selain itu, pengawasan tambang sangat kurang. Sebabnya, inspektur tambang jumlahnya sangat minim.

“Inspektur tambang ini sangat terbatas jumlahnya. Mereka mengontrol di lapangan setelah mendapat laporan dari warga,” ujarnya.

Dalam Undang-Undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara ditegaskan, pertambangan boleh beraktivitas di wilayah perkotaan, dengan syarat jaraknya satu kilometer dari pemukiman warga.

“Tetapi tambang batu bara di Lempake ini bukan lagi jaraknya satu kilometer, tetapi sudah masuk dalam pemukiman warga. Kepolisian, Babinsa, Dandim, dan pemerintah harus bersinergi untuk menindak dan menyelesaikan masalah ini,” ucapnya. (*/um/drh)

Tags: KUBURANMetro Samarindatambang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Jatam Minta Kepolisian Bersikap Tegas 

Next Post

Polisi Sudah Periksa Lima Saksi 

Related Posts

Kutai Barat Jadi Daerah Paling Rawan PHK, Satu Grup Tambang Berpotensi Berdampak ke 40 Ribu Pekerja
Kaltim

Kutai Barat Jadi Daerah Paling Rawan PHK, Satu Grup Tambang Berpotensi Berdampak ke 40 Ribu Pekerja

2 Juli 2026, 15:50
Lindungi Orangutan Morio, BKSDA Kaltim Desak Konsesi Tambang dan Sawit Kutim Masuk Forum Terpadu
Kaltim

Lindungi Orangutan Morio, BKSDA Kaltim Desak Konsesi Tambang dan Sawit Kutim Masuk Forum Terpadu

15 Juni 2026, 14:00
1.500 Pekerja Tambang Kaltim Terancam PHK, Kutim dan Kukar Jadi Wilayah Paling Rentan
Kaltim

1.500 Pekerja Tambang Kaltim Terancam PHK, Kutim dan Kukar Jadi Wilayah Paling Rentan

5 Juni 2026, 15:30
Gelombang PHK Tambang Berpotensi Meluas, Ini Langkah Pemkot Bontang
Pemkot Bontang

Gelombang PHK Tambang Berpotensi Meluas, Ini Langkah Pemkot Bontang

28 April 2026, 11:13
Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK
Bontang

Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

28 April 2026, 10:58
Rugikan Negara Setengah Triliun, Ini Sosok Direktur Tambang yang Tega Hancurkan Ratusan Rumah Warga di Kaltim
Kaltim

Rugikan Negara Setengah Triliun, Ini Sosok Direktur Tambang yang Tega Hancurkan Ratusan Rumah Warga di Kaltim

24 Februari 2026, 14:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.