SAMARINDA – Iring-iringan mobil jenazah dan kendaraan militer mengiringi pelepasan jenazah Wakil Walikota Samarinda Nusyirwan Ismail. Jenazah yang sebelumnya disemayamkan di rumah duka, diantar sebuah mobil ambulance mini untuk mengikuti prosesi pelepasan sebagai bentuk penghormatan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.
Pukul 09.10, jenazah sampai di Balai Kota Samarinda, Rabu (28/2) kemarin. Pemkot melaksanakan pelepasan sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian yang dilakukan Nusyirwan selama menjabat sebagai wakil walikota.
“Saya sangat terharu, beliau orang yang sangat baik pada kami,” kata salah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) saat mengikuti prosesi pelepasan jenazah Nusyirwan.
Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) membanjiri prosesi pelepasan yang dihadiri Wali Kota Samarinda non-aktif Syaharie Jaang tersebut. Mereka sedari pagi sudah berdesak-desakan menunggu kedatangan jenazah yang disemayamkan di rumah duka di Jalan Basuki Rahmad.

Di tangga masuk Balai Kota, Syaharie Jaang, Alphad Syarif, Sugeng Chairuddin, Farid Wadjdi, dan seluruh pejabat tinggi di lingkungan Pemkot Samarinda dengan penuh takzim menunggu kedatangan jenazah.
Di bagian tangga yang dibelakangi tamu kehormatan, sebanyak 49 orang ASN dari lurah dan camat berdiri berbaris rapi menanti kedatangan almarhum. Sementara di sepanjang tangga, ratusan orang berdiri sesak-menyesak.
Saat mobil ambulance berbunyi lirih, menghampiri Balai Kota, tangis haru tak terelakkan. Prosesi pelepasan yang dihadiri Calon Gubernur Kaltim Andi Sofyan Hasdam tersebut dikawal ketat anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Kodim 0901/Samarinda.
Kemudian jenazah disimpan di atas meja berdekatan dengan Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang. Upacara pelepasan berlangsung takzim. Diawali dengan prosesi baca doa, pembacaan riwayat hidup, sambutan perwakilan keluarga, hingga pelepasan jenazah untuk disholatkan.
Setelah selesai pelepasan dan penghormatan, kemudian jenazah disholatkan di Masjid Raya Darussalam Samarinda. Sholat jenazah diikuti ratusan jamaah, baik pejabat daerah, pedagang, hingga masyarakat yang datang dari berbagai daerah.
Kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Muslimin di Jalan Abul Hasan Pasar Pagi Samarinda Kota. Di TPU tersebut, ribuan orang berdesak-desakan mengantar Nusyirwan di tempat peristirahatan terakhir. Prosesi pemakaman berakhir sekira pukul 11.15 Wita.
“Atas nama keluarga, kami menyampaikan permohonan maaf jika selama hidup, almarhum pernah melakukan kesalahan,” kata Andi Sofyan Hasdam, mewakili keluarga besar Nusyirwan. (*/um)







