• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

WADUH!!! Pengidap Gangguan Jiwa di Bontang Makin Banyak

by BontangPost
14 Maret 2018, 11:53
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
DITANGANI: Tim LK3 Bontang saat menemani salah satu pengidap gangguan jiwa untuk perekaman biometrik di Disdukcapil Bontang.(IST)

DITANGANI: Tim LK3 Bontang saat menemani salah satu pengidap gangguan jiwa untuk perekaman biometrik di Disdukcapil Bontang.(IST)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Jumlah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kota Bontang semakin tahun makin meningkat. Selama 3 tahun terakhir ini, jumlah ODGJ di Bontang sudah mencapai 65 orang. Sementara itu, penanganannya masih terbentur dengan birokrasi. Sehingga menjadi salah satu keluhan tim Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) Bontang.

Dari data yang dimiliki Dinas Sosial Kota Bontang dalam hal ini LK3 Bontang, mulai tahun 2015, 2016 dan 2017 jumlahnya memang sudah 65 orang. Tetapi jumlah tersebut dijelaskan Pegawai Sosial (Peksos) Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat (Dissos-P3M) Kota Bontang Suratmi, tidak termasuk di ODGJ yang baru ditemukan di tahun 2018.

“Tahun 2018 belum terekap, untuk jumlah ODGJ selama tiga tahun terakhir, di 2015 ada 28 orang, 2016 ada 18 orang dan 2017 ada 24, sehingga total ada 65 orang,” jelas Suratmi, Selasa (13/3) kemarin.

Baca Juga:  Tren Nikah Siri Meningkat 

Sementara penanganan ODGJ sendiri, dijelaskan Suratmi, banyak  suka dukanya. Pasalnya penanganan ODGJ tidaklah sama dengan orang normal, harus ekstra sabar dan lebih sabar terhadap klien. Selain itu juga harus ekstra mawas, karena ditakutkan sewaktu-waktu akan kambuh penyakitnya.

Hal ini diakui Bhabinkamtibmas Tanjung Laut Indah Bripka Mulyono, dan tim penjangkau LK3 Tri Lelonowati, saat membawa satu kliennya ODGJ ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Bontang untuk perekaman biometrik, Selasa (13/3) kemarin.

Saat membawa salah satu klien ODGJ, yang tidak diketahui asal usulnya dari mana, dan siapa namanya ini, tim LK3 agak kesulitan.

Dari pantauan media ini yang ikut dalam tindakan LK3 terhadap ODGJ, klien laki-laki (ODGJ) dijemput di simpang tiga Pasar Rawa Indah, untuk dibawa ke Disdukcapil guna perekaman biometrik, agar tahu asal usul klien dari mana.

Baca Juga:  Dishub: Ojek Online Tak Sopan

Sayangnya, saat tim LK3 sampai di Disdukcapil, terjadi miss komunikasi, dan tim LK3 diminta melakukan perekaman biometrik ke Kecamatan Bontang Utara. Sehingga tim LK3 pun beranjak pergi ke Kecamatan Bontang Utara. Begitu sampai di kecamatan, lagi-lagi tim LK3 yang membawa ODGJ ini ditolak, dan diminta ke Disdukcapil, lantaran di kecamatan tidak bisa lakukan perekaman biometrik.

Setelah agak lama di “ping-pong”, akhirnya ODGJ bisa perekaman di Disdukcapil.

Dikatakan Tri Lelonowati, perekaman biometrik dilakukan  untuk memudahkan pelayanan LK3. Selain itu, jika diketahui bahwa ODGJ tersebut adalah penduduk Bontang, maka akan dibuatkan Jamkesda. Dan seandainya dari data biometrik diketahui ODGJ tersebut warga dari kota lain, maka pihak LK3 akan berkoordinasi dengan dinas sosial kota asal ODGJ tersebut, dan ODGJ akan dipulangkan ke daerah asalnya. “Kalau tidak terdata sama sekali, maka kami akan meminta pihak RT dan lurah membuatkan KTP, sehingga kami bisa membuatkan Jamkesda,” ujar Tri.

Baca Juga:  KRI Tatihu-853 Berlabuh di Bontang

Kondisi birokrasi yang ribet ini dikeluhkan oleh Bhabinkamtibmas Tanjung Laut Mulyono, yang ikut pendampingan ODGJ dari awal ditemukan.

Menurut Mulyono, kondisi birokrasi yang serba kaku sering ia jumpai saat melakukan pendampingan klien LK3.

“Saya dapat laporan ada ODGJ dari warga, Kalau tidak ada penanganan atau tidak ada rasa peduli dari pihak terkait tentu jadi keresahan, sehingga kami ada wadah lintas sektoral LK3 yang didalamnya ada beberapa instansi,” kata Mulyono.

Namun, lanjutnya, ketika ada penanganan klien, kadang birokrasi itu timpang dan tidak ada perhatian dari mereka (instansi terkait). “Jujur saya katakan, dalam penanganan permasalahan sosial ODGJ selalu dihadapkan namanya birokrasi, yang tidak ada rasa peduli dan tidak pernah merasakan di lapangan, ini justru menghambat penanganan ODGJ,” keluhnya. (mga)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: bontangorang gila
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

HORE!!! Ketua RT se-Bontang Dapat Laptop

Next Post

Belum Tahu Nama Cagub, Bupati Ponorogo Ikut Disebut

Related Posts

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November
Kaltim

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November

15 November 2025, 13:00
Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025
Bontang

Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025

6 Oktober 2025, 09:00
Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes
Kriminal

Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes

20 Desember 2023, 12:00
Ganti Jargon, Lampu Hias Bontang Jago Dicopot
Bontang

Ganti Jargon, Lampu Hias Bontang Jago Dicopot

23 Januari 2022, 17:23
Padat Penduduk, Berikut Protokol Penanganan Covid-19 di Rusun Api-Api
Bontang

Penghuni Rusunawa Api-Api Diduga Terpapar Covid-19 dari Pesta Pernikahan

21 Oktober 2020, 12:18
UPZ Yabis Buka Pelayanan 24 Jam
Bontang

Zakat Fitrah Wilayah Bontang Diprediksi Naik

18 April 2020, 08:00

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ironi Pajak Walet Bontang: Bangunan Ratusan, Setoran Nol

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.