• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan Opini

Dunia Gagal Menyelamatkan Ghouta

by BontangPost
23 Maret 2018, 00:01
in Opini
Reading Time: 2 mins read
0
Emirza Erbayanthi, M.Pd
Ibu Rumah Tangga

Emirza Erbayanthi, M.Pd Ibu Rumah Tangga

Share on FacebookShare on Twitter

Emirza Erbayanthi, M.Pd

Ibu Rumah Tangga

Sejak pasukan Suriah membombardir Ghouta awal pekan ini, lebih dari 335 telah terbunuh di daerah kantong kelompok oposisi Suriah. Sebanyak 13 warga sipil tewas dalam serangan terbaru, Kamis, 22 Februari 2018.

(Pikiran-rakyat.com)

Seluruh keluarga meninggal di atas tempat tidur mereka, dengan lingkaran hitam di sekitar mulut dan mata mereka. Mereka yang hidup menunjukkan wajah yang tertekuk karena menahan sakit yang luar biasa. Anak-anak berjatuhan seperti lalat di depan petugas medis ketika mereka dibawa keluar dari wilayah penyerangan.

“Semua organisasi kemanusiaan dan HAM ini, semuanya tidak ada yang masuk akal. Begitu juga dengan terorisme. Terorisme mana yang lebih besar dari was membunuhi penduduk sipil dengan segala macam senjata? Apakah ini sebuah perang? Bukan ini bukan perang. Ini namanya pembantaian.” (matamatapolitik.com)

Baca Juga:  Strategi Pemasaran Bisnis bagi Pelaku Usaha

Militer Rusia mengatakan pembicaraan untuk menyelesaikan secara damai situasi di Ghouta Timur Suriah telah gagal. Menurut militer Rusia, pemberontak di Ghouta Timur telah mengabaikan seruan untuk menghentikan perlawanan dan meletakkan senjata mereka. (Republika.co.id)

Komisioner HAM PBB, Zeid Raad Al Hussein, mendesak masyarakat internasional membantu mengakhiri konflik.

“Cukup sudah … apakah kita akan membiarkan anak-anak mati … harus ada upaya bersama untuk mengakhiri pembantaian ini,” kata Hussein.

Ciaran Donnelly dari Komite Penyelamatan Internasional mengatakan pertempuran tidak memungkinkan penyaluran bantuan kemanusiaan.(bbc.com)

Saudi Arabia tidak pernah memberikan misil penembak pesawat tempur yang bisa mengubah peta pertempuran melawan serangan udara Rusia dan Assad. Malah setelah pengepungan oleh rezim semakin massif, baik Saudi Arabia dan Qatar meninggalkan kelompok pejuang dan rakyat Ghouta.

Baca Juga:  Fobia #2019GantiPresiden

Pola ini semakin akrab di seluruh penjuru negeri, di wilayah tempat kelompok-kelompok pejuang diberikan senjata. Banyak orang di Ghouta akhirnya percaya negeri-negeri tersebut sebenarnya berada di pihak rezim sejak awal.

Ghouta Timur perlahan menjadi bagian dari zona de-eskalasi (peredaman konflik) sejak pengepungan yang memenjarakan penduduknya. Meskipun pengumuman gencatan senjata dan kesepakatan peredaman telah dilakukan, rezim Assad tetap melakukan serangan darat dan udara terhadap penduduk sipil di Ghouta Timur. Bahkan dengan adanya pos pengecekan dan observasi, rezim Assad melanjutkan untuk memborbardir penduduk sipil.

Ketika rezim Assad membersihkan tempat yang dianggap sebagai kantung terakhir perlawanan, penguasa-penguasa Muslim di kawasan tersebut lagi-lagi menunjukkan wajah mereka sebenarnya.

Erdogan telah menunjukkan bahwa dia hanya akan menggerakkan tentaranya ketika bangsa Kurdi dalam masalah; penduduk Aleppo dan Ghouta tidaklah layak untuk mendapatkan intervensi militer negaranya.

Baca Juga:  Strong from Home: Cetak Generasi Berkualitas 

Qatar dan Saudi Arabia pun hanya mempersenjatai kelompok pemberontak jika mereka melayani agenda AS, bukan ketika mereka dibantai. Monarki dan pemimpin-pemimpin ini hanya tertarik untuk menjaga tahta mereka sendiri, meskipun dibalut dengan retorika kesatuan Ummat.

Militer di negeri kaum muslimin harus bergerak untuk menghentikan pembantaian yang terjadi di Ghouta dan Suriah secara umum. Merekalah yang paling memiliki kapabilitas dan tanggung jawab besar untuk menjawab jeritan ratusan anak-anak tak berdosa yang dibantai tiap harinya.

“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul, apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan.” [TQS: Al Anfal ayat 24]. (*)

Tags: catatankemanusiaan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pansus KEK MBTK Berkunjung ke Simalungun 

Next Post

Diskominfotik Wujudkan Transparansi Informasi

Related Posts

Maafkanlah Gubernur
Opini

Maafkanlah Gubernur

13 April 2026, 18:21
Kotak Kosong, Pesta para Oligarki
Opini

Kotak Kosong, Pesta para Oligarki

21 Juli 2024, 13:20
Brigadir Jenderal Dendi Suryadi: Setelah 30 Tahun, Memilih Jalan Sipil di Kukar
Opini

Brigadir Jenderal Dendi Suryadi: Setelah 30 Tahun, Memilih Jalan Sipil di Kukar

21 Juli 2024, 12:19
Merokok Bikin Kekasih Cacat
Catatan

Merokok Bikin Kekasih Cacat

16 Desember 2023, 11:27
Kursi vs Nurani
Opini

Kursi vs Nurani

3 Juni 2023, 13:08
Milenial dan Optimisme di Tengah Pandemi
Opini

Milenial dan Optimisme di Tengah Pandemi

30 Agustus 2020, 09:16

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.