• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Identitas Produk Kaltim Perlu Ditetapkan

by M Zulfikar Akbar
9 April 2018, 12:15
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
ILUSTRASI
PERLU IDENTITAS: Masih banyak produk khas Kaltim yang dijual saat ini belum diberikan identitas. Terutama yang dijual ke daerah lainnya di luar Kaltim.

ILUSTRASI PERLU IDENTITAS: Masih banyak produk khas Kaltim yang dijual saat ini belum diberikan identitas. Terutama yang dijual ke daerah lainnya di luar Kaltim.

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kaltim mulai memikirkan pentingnya memberikan identitas terhadap setiap produk kerajinan ataupun makanan yang selama ini telah dihasilkan. Selain menjaga kualitas produk, kebijakan tersebut akan memudahkan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam memasarkan barang jualannya.

Kepala Bidang (Kabid) Perindustrian Disperindag Kaltim, Baihaki mengatakan, saat ini UMKM ataupun Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kaltim terus mengalami pertumbuhan. Apalagi dengan terbukanya jaringan informasi seperti sekarang ini, telah memudahkan setiap pelaku usaha memasarkan produknya.

Hanya saja, banyak dari produk seperti makanan ringan, kerajinan pakaian, dan manik-manik yang dihasilkan perajin Benua Etam, tidak diikutkan dengan label atau identitas Kaltim. Sehingga berdampak pada menjamurnya usaha serupa dengan kualitas yang tidak terlalu bagus di daerah lainnya di luar Kaltim.

“Kita butuh memberikan identitas pada produk milik Kaltim. Karena produk seperti makanan hampir sama dengan kemasan produk lainnya. Makanya perlu dibuatkan identitas,” ujarnya, Ahad (8/4) kemarin.

Menurutnya, banyak komoditas Kaltim yang dijual di situs-situs online nasional masih bersifat umum. Sementara di Kaltim terdapat banyak produk yang bagus. Misalnya olahan biji karet, lalu ada rumput laut, perikanan seperti kepiting soka, maupun herbal yang harusnya bisa dijual. Tapi ternyata belum dipasarkan dengan baik.

“Kebanyakan yang jual itu seharusnya pelapak kita di Kaltim. Bukan orang lain. UMKM harus punya peran. Ya boleh saja orang menjual produk olahan dari Kaltim, tapi kita ingin label Kaltim-nya juga diikutkan,” ucapnya.

Pemberian identitas sebagai penghargaan terhadap produk yang dihasilkan masyarakat Kaltim. Pasalnya, seperti sarung tejong khas Samarinda, belakangan mulai banyak diproduksi di pabrikan. Namun dengan kualitasnya di bawah standar. Akibatnya berdampak pada mulai tersisihkannya produk yang asli.

“Yang menjual murah kualitasnya di bawah standar. Kalau ada yang beli terus komplain karena kualitasnya jelek, kan nanti berdampak ke produksi yang asli. Makanya perlu adanya identitas,” kata Baihaki.

Ia mengaku, Disperindag Kaltim sudah rutin melakukan pendampingan dan pembinaan terhadap para pelaku UMKM. Di antaranya dengan memberikan pelatihan. Seperti di tahun lalu, Disperindag memberikan dua kali pelatihan kepada para pelaku UMKM di berbagai kabupaten/kota di Kaltim.

“Kami juga terus rutin memantau langsung penjualan produk di para pedagang saat hari libur atau akhir pekan, apakah laku atau tidak. Supaya diberikan pendampingan dan dicarikan solusi jika memang kurang laku,” ungkapnya.

Selain itu, Disperindag juga terus berupaya mengenalkan berbagai produk-produk milik Kaltim. Baik di lintas kabupaten/kota, provinsi hingga nasional. Bahkan sampai ke tingkat internasional.

“Ke luar negeri kami terus mencoba. Baik melalui media online, atau dengan sarana lainnya. Termasuk membawanya ke kementerian terkait,” tuturnya.

Dia menambahkan, hingga di tahun 2018 ini sudah ada sekira 8 ribu UMKM yang berdiri di Kaltim. Sebanyak dua atau tiga ribu di antaranya masih aktif beroperasi. “Kami terus menumbuhkan kembali UMKM yang sudah ada,” tandasnya. (drh)

ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

PDI Perjuangan Kaltim Terget 6.500 Peserta

Next Post

RASA Unggul di Riset Rekat

Related Posts

Pemadaman Bergilir di Bontang Masih Berlanjut, PLN Belum Pastikan Kapan Berakhir
Bontang

Listrik Padam hingga Pukul 22.00, Aktivitas Belajar dan Usaha di Bontang Terganggu

2 November 2026, 19:13
Minta Gaji Malah Dibacok Sama Bos Sendiri
Kaltim

Dua Mesin ATM Dibobol di Samarinda, Uang Tunai Ratusan Juta Rupiah Diduga Raib

2 November 2026, 17:30
Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat
Bontang

Mantan Pimpinan Ponpes Terlapor Dugaan Kekerasan Seksual Diperiksa Polres Bontang

2 November 2026, 16:01
Ketidakjelasan Status Aset Beras Basah Bontang Hambat Penataan, Pemkot Temui Pemprov Kaltim
Bontang

Pemkot Bontang Matangkan PLTS di Dua Pulau, Listrik Ditarget Menyala 24 Jam

2 November 2026, 14:49
Investasi Usaha Pinjaman dan Fashion Bermasalah, Enam Warga Bontang Lapor Polisi
Bontang

Kasus Dugaan Investasi Pengusaha Fashion Bontang Segera Naik Penyidikan, Polisi Siapkan Gelar Perkara

2 November 2026, 13:12
CSR Mengalir ke Pulau Jawa, Anggota DPR RI Minta Pemprov Kaltim Peringatkan Perusahaan Tambang
Kaltim

Dugaan Korupsi Pengelolaan Batu Bara, Tiga Direktur Varia Niaga Samarinda Jadi Tersangka

2 November 2026, 11:00

Terpopuler

  • Distribusi MBG di Bontang Libur Saat Lebaran, Kembali Berjalan 31 Maret 2026

    12 Dapur Tutup Sementara, Hampir 28 Ribu Penerima MBG di Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Dugaan Investasi Pengusaha Fashion Bontang Segera Naik Penyidikan, Polisi Siapkan Gelar Perkara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mantan Pimpinan Ponpes Terlapor Dugaan Kekerasan Seksual Diperiksa Polres Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.