• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Ningbo Anbang yang Mengguncang

by M Zulfikar Akbar
16 April 2018, 09:37
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi
Ilustrasi gurita bisnis Anbang Insurance dalam publikasi New York Times

Ilustrasi Ilustrasi gurita bisnis Anbang Insurance dalam publikasi New York Times

Share on FacebookShare on Twitter

Saya tiba di Ningbo. Tadi malam.  Langsung ingat Sinar Mas. Juga ingat pola pemberantasan korupsi. Untuk kalangan pengusaha di Tiongkok.

Ningbo hanya kabupaten. Di propinsi Zhijiang. Tapi jumlah gedung pencakar langitnya mengalahkan Jakarta.

Sejak 35 tahun lalu sudah ada  perusahaan Indonesia yang  berkibar di sini: Sinar Mas. Milik konglomerat Eka Tjipta Wijaya.

Saya masih ingat saat pertama ke Ningbo. Logo Sinar Mas terpampang di pusat kota. Juga logo Bank Internasional Indonesia (BII). Yang satu grup dengan Sinar Mas. Saat itu.

Kehadiran logo Sinar Mas itu menonjol. Waktu itu. Ningbo masih terbelakang. Gedung-gedung sekitar Sinar Mas masih lusuh. Kampung-kampung besar sekitarnya masih kumuh.

Kini tidak lagi terlihat logo itu. Bahkan bangunan-bangunan di kawasan itu sudah tidak sama lagi. Sudah berubah jadi hutan gedung bertingkat tinggi.

Bendera Sinar Mas tidak hilang dari Tiongkok. Hanya pindah. Bahkan ke lokasi yang lebih bergengsi. Pula, berkibar lebih tinggi: di pusat kota Shanghai. Berupa gedung pencakar langit. Dengan puncaknya berwarna emas. Satu blok penuh. Tidak begitu jauh dari gedung pencakar langit milik grup Lippo.

Nama Ningbo sendiri belakangan lebih populer karena Anbang. Perusahaan milik anak muda. Bidang asuransi. Top. Namanya: Wu Xiaohui. Naik turunnya seperti roller coaster.

Saat saya di New York dua tahun lalu mata saya terbelalak. Lihat halaman depan harian The New York Times. Wu Xiaohui membeli hotel di New York. Bukan sembarang hotel: Waldorf Astoria. Salah satu iconnya kota New York. Dan karena itu jadi berita besar.  Sekitar Rp 30 triliun.

Nama Wu Xiaohui terus berkibar di AS. Beli macam-macam hotel. Termasuk Westin di San Fransisco. Beli pula perusahaan asuransi. Bahkan juga di Jerman.

Yang tak kalah heboh adalah saat Wu Xiaohui terlihat mulai nego serius dengan menantu Donald Trump: Jared Kushner. Untuk membeli pencakar langit di aorta kota New York: Fifth Evenue. Milik Jared. Bersamaan pula dengan waktu kampanye pilpres. Berita nego ini jadi menarik. Tidak habis-habisnya. Hebat banget pemuda dari Ningbo ini.

Nego itu tidak berlanjut.

Tahun lalu roller coaster itu ambruk. Berantakan. Wu Xiaohui ditangkap. Dua tahun lalu itu, saat Wu Xiaohui berkibar di Amerika dan Eropa itu, di Tiongkok lagi terjadi bencana. Pasar modalnya ambruk. Harga saham terjun bebas. Jutaan orang menderita.

Bahkan ada yang mengira: inilah momentum ambruknya Tiongkok. Berkali-kali Tiongkok diramalkan akan ambruk. Karena bubble. Dan beratnya persoalan hutang macet di bank pemerintah. Berkali-kali pula ramalan itu meleset. Kali ini mungkin tidak meleset lagi. Kata pengamat itu.

Pemerintah pun marah besar. Cari biang keroknya: para penggoreng saham. Pemerintah sangat marah. Mereka dianggap merusak ekonomi negara.

Wu Xiaohui jadi incaran.

Anbang memang pernah mengeruk uang. Dari pasar modal. Sampai sekitar Rp 100 triliun.

Yang menarik adalah: di Tiongkok ada dua pola penanganan. Untuk mengatasi konglomerat ‘cerdik’nya. Yang kooperatip dibedakan dengan yang tidak kooperatip.

Wu Xiaohui termasuk contoh kelompok pertama. Tidak kooperatip. Dia ditangkap. Akan segera diadili. Bulan-bulan ini. Bisa-bisa kena hukuman mati. Setidaknya seumur hidup.

Wu Xiaohui juga dianggap mengeruk uang dari nasabah. Dengan iming-iming imbalan tinggi. Melebihi batas. Padahal Anbang punya 25 juta nasabah. Yang kini harus diselamatkan.

Kepada otoritas keuangan Wu Xiaohui juga tidak terbuka: dari mana asal-usul uang triliunan itu. Khususnya yang untuk membeli  perusahaan di Amerika dan Eropa itu.

Bahkan Wu Xiaohui dianggap merusak pejabat tinggi negara. Dengan membawa-bawa nama cucu Deng Xiaping. Sebagai orang dalam Anbang.

Wu Xiaohui. Ningbo. Tidak bisa diselamatkan lagi. Bahkan kini beredar rumor: siapa lagi konglomerat yang akan ‘’di-Anbang-kan’’ berikutnya? Maka dua konglomerat lainnya berikut ini ambil sikap berbeda. (Bersambung).

Print Friendly, PDF & Email
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

KESERUAN OUTBOUND ALA SD VIDATRA

Next Post

Pamit Ikut Isra Mikraj, Malah Jadi Peracik Koteng

Related Posts

Balapan Liar Saat Salat Jumat, Puluhan Motor Diamankan Polisi di Bontang Kuala
Bontang

Balapan Liar Saat Salat Jumat, Puluhan Motor Diamankan Polisi di Bontang Kuala

24 April 2026, 16:43
Antrean Truk Solar di SPBU Tanjung Laut  Bontang Kian Parah, Usaha Warga Terdampak
Bontang

Antrean Truk Solar di SPBU Tanjung Laut Bontang Kian Parah, Usaha Warga Terdampak

24 April 2026, 16:33
DPK Bontang Perluas Akses Literasi Lewat Pojok Baca “Bakul Terasi” di Ruang Publik
Society

DPK Bontang Perluas Akses Literasi Lewat Pojok Baca “Bakul Terasi” di Ruang Publik

24 April 2026, 14:57
Korban Terus Berjatuhan, JATAM Kaltim: Kematian di Lubang Tambang Kejahatan Sistematis
Kaltim

Korban Terus Berjatuhan, JATAM Kaltim: Kematian di Lubang Tambang Kejahatan Sistematis

24 April 2026, 14:45
Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana
Kriminal

Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

24 April 2026, 14:18
Ombudsman Ingatkan Pejabat Kaltim: Terima Aspirasi Demo Bagian dari Pelayanan Publik
Kaltim

Ombudsman Ingatkan Pejabat Kaltim: Terima Aspirasi Demo Bagian dari Pelayanan Publik

24 April 2026, 12:39

Terpopuler

  • Dua Pengedar di Muara Badak Ditangkap Saat Berboncengan, Polisi Sita 16,55 Gram Sabu

    Dua Pengedar di Muara Badak Ditangkap Saat Berboncengan, Polisi Sita 16,55 Gram Sabu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar Tempat Parkir di Bontang yang Wajib Bayar Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rp1,7 Miliar untuk TMMD Bontang, Jalan 450 Meter hingga Sumur Bor Dibangun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.