EDITORIAL
Oleh:
Yusva Alam
Redaktur Bontang Post
Jokowi versus Prabowo. Yup keduanya saat ini bak artis hollywood. Panas. Pembahasan mengenai keduanya tak ada habis-habisnya. Pilpres 2019 masih cukup jauh, namun pendukung kedua kubu sudah mulai memanaskan mesinnya.
Beranda facebook saya pun jadi sasaran. Postingan pendukung kedua pihak mewarnai hari-hari. Saling hujat hingga cacian tak jarang terlontar. Bagusnya, ada yang saling serang by data. Masing-masing mengklaim punya data paling akurat.
PDIP sah mengusung Jokowi sebagai capres. Begitupun Gerindra, telah resmi memilih Prabowo. Saking hot-nya perang urat syaraf yang diumbar kedua kubu, seakan-akan hanya mengkerucutkan pada Jokowi atau Prabowo yang pantas untuk memimpin negeri ini. Yang lainnya? cukup sebagai cawapres.
Tapi saya punya pilihan beda lho. Anti mainstream. Saya juga termasuk yang menolak kepemimpinan pak Jokowi, dengan segala permasalahan dan carut marutnya mengatur negeri ini. Belum lagi janji-janji politiknya yang jauh dari kata terealisasi. Pun begitu, bukan berarti saya mendukung pak Prabowo. Atau pilihan lainnya semacam TGB, Gatot Nurmantyo, dan pilihan-pilihan lain yang tersedia.
Bagi saya, siapa yang pantas memimpin negeri ini ada syarat yang harus dipenuhi. Berdasarkan pemahaman saya mempelajari Islam, yang pertama muslim, kedua mau menerapkan syariat Islam secara kaffah (menyeluruh). Gampang toh.
Menjadi berat karena negeri ini menganut system demokrasi. Tak akan rela menerima syarat kedua tadi. Kalau syarat pertama sudah pasti terpenuhi. Kenapa? Ya karena hampir seluruh calon yang ada beragama Islam. Problemnya, maukah mereka yang terpilih nanti memenuhi syarat kedua? Menilik system yang berlaku..Hhhmmmm…jawab sendiri yak.
Sebagai seorang muslim seharusnya kita meyakini, untuk menyelesaikan peliknya permasalahan di negeri ini hanya dengan syarat itu. Syariat Islam merupakan aturan sempurna yang datangnya dari Allah SWT, tuhan pencipta alam semesta ini. Kalau Allah yang menciptakan bumi ini, termasuk Indonesia di dalamnya, tentu Allah tau aturan apa yang terbaik untuk makhluknya. Â Panduan terbaik mengelola bumi-NYA.
Sebagai makhluk-NYA kita cukup menggunakannya, tak perlu capek membuat yang baru. Apalagi yang berasal dari akal manusia yang lemah.
Entah sampai kapan negeri ini berkutat dengan permasalahan-permasalahannya yang semakin membelit. Keengganan menerapkan hukum-hukum Allah dipastikan membuat negeri ini tak akan bisa keluar dari dalam lingkar labirin.
Karenanya…. #2019GantiRezimGantiSistem
Anti Mainstream bukan!






