SANGATTA – Begitu lamban progres pembangunan Pelabuhan Kenyamukan Sangatta, Kutim. Anggaran pembangunannya dikatakan tak terserap dengan tepat.
Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang mengatakan sampai kini belum ada progres lanjutan dari proyek pembangunan pelabuhan tersebut. Begitu juga laporan dari pihak Pemprov Kaltim, tak kunjung memberikan kabar. Lelang Causeway masih mengawang.
Kementrian Perhubungan pun masih menunggu proses serah terima aset, hasil audit pekerjaan jalur causeway.
Kepala Bidang Perhubungan Laut Dinas Perhubungan Kutim, Fauzi menjelaskan penyelesaian pengerjaan jalur causeway merupakan tanggung jawab pemerintah pusat.
“Namun, tidak kunjung dilaksanakan proses lelang pekerjaannya,” ujar dia dalam rapat koordinasi Pemkab Kutim, Senin (14/5) lalu.
Fauzi menjelaskan Kementrian Perhubungan sudah memastikan bahwa pekerjaan penyelesaian jalur causeway pada Pelabuhan Kenyamukan Sangatta merupakan tanggung jawab pemerintah pusat dan akan dibiayai APBN.
Hanya saja, proses lelang pengerjaan jalur causeway belum bisa dilaksanakan karena pusat masih menunggu hasil laporan dan sekaligus serah terima aset pekerjaan pembangunan jalur causeway tersebut.
“Setelah proses serah terima aset dilaksanakan, maka sudah bisa dilanjut pekerjaan penyelesaian jalur causeway pelabuhan tersebut,” jelas Fauzi.
Dia menerangkan pembangunan sisi darat yang dibiayai melalui anggaran multiyears contract (MYC) Pemkab Kutim, sudah menyelesaikan tahapan lelang grand desain. Sisanya, melaksanakan pekerjaan pembangunan di lapangan.
Diketahui, kocek APBD yang digunakan pada 20 Desember 2014 untuk pembangunan Pelabuhan Kenyamukan yaitu senilai Rp 260 miliar. Yakni untuk pembangunan dermaga sepanjang 140 meter dan trestle dermaga sepanjang 810 meter.
Pada 2015, pembangunan dilanjut di sisi darat pelabuhan di lahan seluas empat hektare dengan anggaran Rp 40 miliar (dy)







