• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

Puluhan Tahun Berdiri Swadaya, Konsisten Lestarikan Seni Daerah

by BontangPost
21 Mei 2018, 11:30
in Feature
Reading Time: 2 mins read
0
MERAWAT BUDAYA: Para penari BSBI Samarinda selalu setia merawat berbagai kesenian dan kebudayaan lokal.(BSBI FOR METRO SAMARINDA)

MERAWAT BUDAYA: Para penari BSBI Samarinda selalu setia merawat berbagai kesenian dan kebudayaan lokal.(BSBI FOR METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

Merawat kesenian dan kebudayaan daerah dari generasi ke generasi terus dilakukan kelompok sanggar Bina Seni Budaya Indonesia (BSBI) Samarinda. Kecintaan terhadap budaya lokal jadi modal BSBI menghadapi pasang surutnya perjalanan melestarikan berbagai kesenian daerah.

DEVI NILA SARI, Samarinda

Keberadaan sanggar BSBI Samarinda tak bisa dilepaskan dari sosok lelaki bernama Asrani. Dialah pendiri dan perintis di balik lahirnya BSBI pada tahun 1992 silam hingga tetap kokoh berdiri hingga saat ini.

Kata Asrani, hadirnya BSBI sebagai wujud keprihatinan dirinya terhadap pentingnya melestarikan kebudayaan daerah. Melalui sanggar tersebut, Asrani tidak ingin seni budaya lokal punah dimakan zaman.

Dia mengakui, kesenian tradisional sangat jauh tertinggal dengan kebudayaan modern. Walau begitu, Asriani berkeyakinan, sepanjang kesenian tradisional dirawat dan dilestarikan, kapan pun dan di mana pun pasti tetap terjaga.

“Seperti tarsul, budaya daerah ini sudah mulai ditinggalkan masyarakat. Tugas para generasi mudah menjaga dan melestarikannya. Ya salah satunya dengan keberadaan BSBI, kami ingin mengenalkan dan melestarikannya,” kata Asrani ditemui di kediamannya di Jalan Kemakmuran, Gang PLN, Samarinda, Ahad (20/5) kemarin.

Baca Juga:  Dewan Minta Bukit Soeharto Steril 

Walau begitu, untuk melestarikan kesenian tradisional tidak mudah. Pasalnya, di era kemajuan teknologi seperti sekarang ini, banyak orang yang sudah mulai memandang sebelah mata pada kesenian tradisional.

Sebagai perbandingan, pada beberapa pementasan kesenian, upah yang didapatkan para pelaku kesenian nilainya sangat kecil. Walau begitu, melalui BSBI, Asrani tetap menaruh kepercayaan, kesenian tradisional akan kembali mendapatkan ruang di masyarakat.

Dijelaskannya, BSBI didirikan 4 Maret 1992 dan berada di bawah naungan Yayasan Bina Budaya Kaltim. Untuk yayasannya didirikan 14 Agustus 2003. Yayasan dibentuk supaya BSBI memiliki landasan hukum.

“Sehingga memudahkan para anggota tampil di berbagai daerah. Baik lokal, provinsi, dan internasional,” sebutnya.
Ditanya mengenai dukungan dana terhadap yayasan yang dia pimpin, Asrani mengaku semuanya berasal dari dana pribadinya. Namun karena faktor usia, sehingga Asriani tidak bisa mengurus semuanya sendiri.

Dalam hal ini, keluarganya seperti istri dan anak dilibatkan membantu untuk melatih tari dan musik. “Banyak juga asisten lain yang turut membantu melatih anak-anak menari dan bermain musik,” urai Asriani.

Baca Juga:  Andi Harun Tunggu Keputusan Golkar

Dia mengakui, dalam mengembangkan sanggarnya memang terkendala pembiayaan. Tak jarang, akibat kecilnya bayaran saat pentas, para penari dan pemusik tradisional dibayar dengan harga di bawah standar. Sehingga tidak jarang Asriani harus mengeluarkan dana pribadi untuk membayar para penari. “Bahkan pernah kami tidak dibayar,” tambahnya.

Untuk itu, Asriani berharap ada sentuhan bantuan dari pemerintah. Dia ingin para pelaku kesenian tradisional bisa mendapatkan perhatian khusus. Karena bisa jadi peminat kesenian daerah akhirnya menjadi semakin berkurang karena tidak didukung anggaran yang memadai.

Dalam mengembangkan sanggar seninya, biasanya Asrani mengadakan pelatihan. Pelatihan digelar setiap Jumat dan Minggu malam di kediamannnya yang juga digunakan sebagai lokasi sanggar seni BSBI.

Dia menyebut, jumlah mereka yang pernah belajar di sanggar BSBI sejak didirikan tahun 1992 silam telah mencapai 700 orang. Namun untuk mereka yang benar-benar aktif dan sering ikut pementasan, kini tersisa 20 orang.

Baca Juga:  Awang Ferdian Bidik Kursi DPD RI!!

Sedikitnya yang masih aktif menurut Asriani merupakan hal yang wajar. Mengingat banyak di antara mereka yang pernah berpayung di BSBI rata-rata telah dewasa. Bahkan ada yang sudah menikah dan punya anak.

BSBI Samarinda sendiri, kata Asrani, sejak didirikan telah banyak menghasilkan prestasi membanggakan. Baik di tingkat Kaltim, nasional maupun mancanegara. “Kami aktif mengikuti kegiatan lokal maupun internasional. Seperti di Samarinda sendiri Festival Mahakam dan Festival Kemilau. Kami juga pernah tampil di beberapa negara seperti Belanda, Jerman, dan Vietnam,” ungkapnya.

Dalam sanggarnya, ada beberapa seni yang diajarkan. Terutama kesenian pesisir dan kesenian pedalaman Kaltim contohnya jepen, tingkilan, tarsul, dan kesenian hudoq.

Asriani menyatakan, kesenian tradisional memang sulit mengalami kemajuan. Banyak anak muda sekarang tidak gemar lagi dengan budaya lokal. Tapi sebagai seseorang yang mencintai kesenian, saya merasa berkewajiban memelihara, merawat, menjaga, dan melestarikan budaya daerah,” tandasnya. (****)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: budayaMetro Samarinda
Share3TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Causeway Tak Kunjung Dilelang 

Next Post

Terkait Jalan Tani Aman, Pemkot Klaim Dampak Defisit 

Related Posts

Minta Penggunaan Bahasa Kutai di Pengumuman Bandara SAMS Sepinggan
Kaltim

Minta Penggunaan Bahasa Kutai di Pengumuman Bandara SAMS Sepinggan

1 Juni 2022, 13:00
Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30

Terpopuler

  • Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerindra Kaltim Semprot Rudy Mas’ud usai Bandingkan Diri dengan Hashim Djojohadikusumo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mini Soccer HOP 1 Bontang Ditutup Mulai Mei, Proyek Lanjutan Rp17,5 Miliar Segera Dikerjakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antrean Truk Solar di SPBU Tanjung Laut Bontang Kian Parah, Usaha Warga Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Investasi Bodong Emas Digital di Bontang, Terlapor Mulai Diperiksa Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.