• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan Dahlan Iskan

Trumpkim Summit

by BontangPost
13 Juni 2018, 09:15
in Dahlan Iskan
Reading Time: 3 mins read
0
Dahlan Iskan

Dahlan Iskan

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dahlan Iskan

Hanya ada dua menu Korea di makan siang Donald Trump dan Kim Jong-un kemarin: oiseon untuk pembuka dan  daegu yorun untuk hidangan utama.

Selebihnya masakan Amerika: salad udang-apokat dan green mango gaya Malaysia (pembuka), daging iga pendek dimasak coufit, daging babi renyah dimasak asam, dan sayur. Sedangkan hidangan penutup semuanya Barat: coklat hitam ganache, es krim Haagen-Dazs rasa vanilla dikasih cerry dan kue tart model tropizienne.

Ups….. ada satu sisipan masakan China: nasi goreng Yangzhou.

Makan siang itu dibayar oleh pemerintah Singapura. Juga kamar-kamar hotelnya. Termasuk total pengeluaran selama pertemuan presiden Amerika Serikat dan pemimpin tertinggi Korea Utara itu: sekitar Rp 300 miliar.

Singapura dapat publikasi paling top untuk ukuran dunia. Inilah pertemuan puncak yang dramatis. Yang sampai tahun lalu pun tidak terbayangkan akan bisa terjadi. Bahkan sudah dipastikan bulan lalu pun masih terancam batal. Yakni saat Amerika tetap latihan perang-perangan di Korsel. Yang bikin Kim Jong-un sempat ngambek.

Kini semuanya lega. Kim boleh dikata menyerah total: mau balik kucing. Mau summit. Mau membatalkan semua program nuklirnya. Mau membongkarnya. Mau mengakhirinya. Termasuk program balistik jarak jauhnya.

Baca Juga:  Putri Huawei Ratu KFC

Tidak ada tuntutan apa pun ke arah Amerika. Sama sekali. Misalnya minta pengurangan jumlah tentara Amerika yang ditempatkan di Korsel.

Kim pada dasarnya memang sudah berubah pikiran. Sejak tahun lalu. Dengan atau tanpa gertakan Amerika. Terutama sejak harapan tertingginya sia-sia: percobaan terakhir senjata nuklirnya itu. Yang gagal total itu. Yang gunungnya sampai runtuh itu. Yang fasilitas percobaanya ikut hancur itu.

Sebagai anak muda Kim sangat realistis: dunia sudah berubah. Rajanya komunis Soviet sudah wassalam. Ratu komunis Tiongkok sudah lebih kapitalis dari kapitalis setengah hati. Vietnam sudah punya 18 special economic zone. Dan segera ditambah tiga lagi. Semua untuk menampung investasi dari Tiongkok yang dibencinya. Kuba sudah membuka kedubes di Amerika. Laos sudah menjadi kucing yang tidak bisa menangkap tikus.

Maka Korut tinggal menunggu momentum. Kini momentum itu tiba. Semua pertanda-pertanda mengarah ke sana: presiden Amerika-nya tukang gertak, ekonomi Korutnya kian tak tertahankan, Tiongkok-nya kian jual mahal, Korsel-nya dipimpin orang yang gengsinya tidak tinggi.

Setelah pertemuan puncak di Cappella Hotel Singapura kemarin itu apalagi yang ditunggu?

Tentu: pembangunan ekonomi. Dan peningkatan kesejahteraan rakyatnya.

Baca Juga:  Eka Tjipta

Dari mana sumbernya?

Hanya tiga: Korsel, Tiongkok dan Rusia. Bisa juga Singapura. Tapi dengan gendong-indit dua raksasa tetangganya saja sudah cukup: Tiongkok dan Korsel.

Tiongkok sudah siap untuk itu. Kepergian Kim Jong-un ke Singapura pun sudah menggunakan pesawat Tiongkok: Boeing 747 khusus untuk pejabat tinggi Tiongkok. Korut tidak sebesar Jerman Timur dulu.Yang harus digendong Jerman barat sendirian.

Bagaimana dengan Amerika?

Rasanya sulit mengharapkan apa pun dari Amerika. Amerika, sebagai negara, tidak punya anggaran. Untuk itu. Sedang swastanya, sekarang ini, justru menarik kembali dana mereka ke dalam negeri. Ideologi Trump yang ‘America First’ juga tidak akan sinkron dengan tugas ‘menolong orang lain’ seperti itu.

Ini sudah bukan zaman perang dunia kedua lagi: siapa yang menang harus membangun yang kalah. Seperti Amerika harus membangun Jepang dulu. Setelah Jepang menyerah dulu. Setelah Amerika menjatuhkan bom atom ke Hiroshima dan Nagasaki dulu.

Tidak berlaku lagi humor Gus Dur ini:  Memajukan Indonesia itu sebenarnya gampang sekali. Nyatakan saja perang dengan Amerika. Kita kan pasti kalah. Lalu Amerika-lah yang akan membangun Indonesia.

Kata Gus Dur lagi: persoalannya adalah, bagaimana kalau kita yang menang!

Baca Juga:  Menusuk Rindu

Korut sekarang ini sudah menyerah. Kalah. Tapi Kim Jong-un harus cari jalan sendiri. Untuk membuat neganya keluar dari kesulitan.

Bahkan mungkin Amerika justru akan lebih berhemat: menarik 80.000 tentaranya di Korsel. Tidak ada gunanya lagi.  Perdamaian Korut-Korsel ini membuat penempatan tentara besar-besaran di Korsel tidak relevan lagi.

Kecuali Amerika masih ingin  sengaja menakut-nakuti Tiongkok. Dan Tiongkok-nya mau takut.

Tanda-tanda ke arah itu ada: di saat perhatian dunia tertuju ke Singapura kemarin Amerika bikin ‘salipan di tikungan’. Amerika meresmikan kedutaan besarnya di Taiwan.

Ini sebuah permainan baru yang gawatnya melebihi kasus Korut. Tiongkok akan marah besar. Harga mati.

Apa pun Summit kemarin itu sangat sukses. Lebih sukses lagi bagi Howard X dan Alan: yang satu mirip Kim Jong-un satunya lagi mirip Trump.

Sejak empat hari sebelum Summit mereka sudah tiba di Singapura. Pose-pose mereka bikin heboh. ”Kim  Jong-un sudah jalan-jalan di Singapura,” tulis media empat hari sebelum kedatangan yang asli.

Ia sering tampil di tempat-tempat umum. Pokoknya mereka berdua top banget. Terutama Kim palsu itu.

Ini menunjukkan bahwa dunia itu, seberapa seriusnya pun,  selalu ada kepalsuannya. (dis)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: dahlan iskan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

IRT Nekat Jadi Bandar Togel

Next Post

Ramadhan, Taqwa, dan Rahmat Atas Bangsa Indonesia

Related Posts

Menang Nirkuasa
Dahlan Iskan

Menang Nirkuasa

10 Mei 2019, 06:17
Bagaimana Menjaring Orang Mampu
Dahlan Iskan

Dokter Cerai

9 Mei 2019, 06:00
Kursi Roda
Dahlan Iskan

Kursi Roda

7 Mei 2019, 06:43
37 Derajat
Dahlan Iskan

37 Derajat

6 Mei 2019, 05:57
Orang Suci
Dahlan Iskan

Orang Suci

5 Mei 2019, 12:01
Jantung Bocor
Dahlan Iskan

Jantung Bocor

4 Mei 2019, 13:05

Terpopuler

  • Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar Tempat Parkir di Bontang yang Wajib Bayar Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penjual Air Kesehatan Sebar Hoax

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Investasi Bodong Rugikan Rp18 Miliar, Istri Anggota DPRD Bontang Ikut Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.