HASIL hitung cepat (quick count) sejumlah lembaga survei yang dirilis secara nasional mengagetkan banyak pihak. Pasalnya, tidak banyak disebutkan bahwa Isran Noor-Hadi Mulyadi akan memenangkan kontestasi politik lima tahunan tersebut.
Pengamat hukum dan politik dari Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Herdiansyah Hamzah menyebut, bisa jadi unggulnya Isran-Hadi dalam hitung cepat tersebut karena angka golongan putih (golput) yang tinggi.
“Ketika angka golput tinggi, Isran-Hadi yang diuntungkan. PKS adalah partai yang punya basis masa yang ideologis. Jadi tak goyah meski hasil debat mengecewakan,” ujarnya.
Selain itu, tingkat elektabilitas empat paslon tidak jauh berbeda. Sehingga persaingan akan ditentukan oleh kader-kader ideologis partai yang bekerja tak kenal lelah di akar rumput.
“Pelajarannya, ketika tidak ada figur yang elektabilitasnya menonjol, maka mesin partai yang bekerja dengan baik. Dan kader-kader ideologis lah yang akan memenangkan pertempuran,” katanya.
Karena itu, dia berpendapat, etnisitas dan aspek geografis tidak menjadi faktor penentu keunggulan Isran-Hadi. “Tapi kalau politik uang, dalam posisi kesadaran rakyat yang masih mengambang (floating mass), maka celah pragmatisme masih sangat terbuka,” tutupnya.
Dilihat dari tiga debat publik yang diselenggarakan KPU Kaltim, nyaris tidak ada yang meyakini Isran-Hadi akan memenangkan kontestasi tersebut. Sebab, Isran selalu disebut kalah dengan tiga cagub lainnya.
“Kalau melihat tiga kali perform debat masing-masing calon, tidak ada yang membayangkan Isran bisa menang. Dia diuntungkan, mungkin karena minimnya partisipasi pemilih. Sementara Isran-Hadi didukung mesin partai yang bekerja dengan baik, terutama PKS dan kader-kadernya yang ideologis,” terangnya.
Diketahui pasangan calon (paslon) nomor urut 3 Isran Noor-Hadi Mulyadi unggul sementara di sejumlah hitung cepat. Dalam hitung cepat Indo Barometer, berdasarkan suara yang masuk 91,00 persen hingga pukul 17.00 Wita menunjukkan Isran-Noor Hadi teratas.
Paslon yang diusung Partai Gerindra-PKS-PAN ini memperoleh suara sebanyak 31 persen. Disusul, pasangan Rusmadi-Safaruddin mendapatkan suara 25 persen. Kemudian, pasangan Syaharie Jaang – Awang Ferdian Hidayat, memperoleh 23 persen. Terakhir pasangan Andi Sofyan Hasdam – Rizal Effendi memperoleh suara 21 persen.
Sementara itu, tak jauh berbeda dengan hasil hitung cepat dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Isran Noor- Hadi Mulyadi unggul dengan suara terbanyak yaitu 31,98 persen. Jumlah tersebut dengan data masuk sudah mencapai 84,47 persen.
Posisi kedua ditempati pasangan nomor 4 adalah Rusmadi – Safaruddin dengan suara 23,66 persen. Sementara di posisi ketiga, dengan suara 22,94 persen ditempati pasangan Syaharie Jaang – Awang Ferdian Hidayat. Selanjutnya di posisi keempat ditempati pasangan nomor urut 1, Andi Sofyan Hasdam- Rizal Effendi dengan persentase perolehan suara 21,41 persen. (*/um/drh)







