Masa Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim 2018 telah berakhir. Kini, momen pesta demokrasi lima tahunan tersebut menyisakan sejumlah harapan dari warga untuk gubernur terpilih. Khususnya dari warga binaan yang sedang menjalani masa hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bontang.
BAMBANG, Bontang
Meski berada di balik jeruji besi, namun kemeriahan Pilgub Kaltim 2018 turut pula dirasakan ratusan warga binaan di Lapas Kelas III Bontang. Sebanyak 437 warga binaan ikut ambil bagian dalam menentukan masa depan bumi etam selama 5 tahun ke depan. Berbagai harapan pun mereka lontarkan untuk gubernur terpilih nantinya.
Abdul Somad salah satunya, narapidana kasus narkoba yang divonis empat tahun pidana itu mengaku baru kali ini menjalani pesta demokrasi di dalam Lapas. Pada momen pilkada sebelumnya, dia masih memilih di TPS tak jauh dari rumahnya yang berlokasi di Kelurahan Bontang Baru. Ditanya apakah dirinya tahu dan mengenali sosok keempat pasangan calon (paslon) yang bertarung di Pilgub Kaltim? dirinya mengaku kenal dan tahu.
“Saya tahu siapa-siapa saja calonnya. Karena dulu sebelum ditahan, sempat mengikuti perkembangan politik,” ujar bapak tiga anak tersebut.
Untuk itu dia berharap, di momen kepemimpinan baru Gubernur Kaltim nantinya, pembangunan bisa lebih meningkat, pemerintah dapat memberantas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), dan bisa lebih memajukan Provinsi Kaltim ke arah yang lebih baik.
“Harus punya kepribadian yang mementingkan rakyatnya. Termasuk kepada warga binaan di Lapas yang ada di seluruh Kaltim,” ucapnya.
Termasuk kata dia, permasalahan sumur bor di Lapas Bontang yang saat ini belum bisa terealisasikan. Padahal menurutnya, sumur bor sangat dibutuhkan warga binaan terutama jika kondisi air dari PDAM tidak mengalir. Tentu menurutnya hal tersebut juga butuh bantuan dari Pemerintah Provinsi.
“Belum lagi air yang tersedia juga harus memenuhi ratusan warga binaan. Tentu jika tidak punya sumur sendiri akan sulit,” terangnya.
Selain masalah sumur bor yang tak kunjung terealisasi, warga binaan lainnya bernama Hendri juga menyampaikan harapannya pada pemimpin baru Benua Etam. Dirinya berharap, dengan terpilihnya Gubernur Kaltim yang baru bisa meningkatkan fasilitas kesehatan kepada masyarakat, terutama warga binaan yang ada di Lapas Bontang.
“Kalau bisa di Lapas Bontang ditambah tenaga dokternya. Kebetulan fasilitas kliniknya sudah ada. Sehingga ketika ada yang sakit, tidak perlu langsung dibawa ke puskesmas ataupun ke RSUD. Bisa ditangani dahulu di sini (Lapas, Red.),” tukasnya. (***)







