SANGATTA – Usai pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur 2018 pada 27 Juni lalu, KPU menyiapkan diri untuk pemilihan presiden yang akan dilaksanakan 17 April 2019 mendatang.
Upaya mendongkrak tingkat partisipasi pemilih terus dilakukan oleh KPU Kutai Timur (Kutim). Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua KPU Kutim, Fahmi Idris. Ia mengaku, rendahnya tingkat pemilih di daerahnya menjadi perhatian khusus. Sehingga menuntutnya mencari formula agar dapat meningkatkan kenaikan partisipasi dalam pesta demokrasi yang akan datang.
Lebih lanjut, Fahmi menjelaskan, partisipasi Pilgub di Kutim hanya mencapai 46 persen. Menurutnya angka tersebut terbilang jauh dari capaian yang ditargetkan, yakni sebanyak 77 persen dari harapan.
Pada pemilihan bupati beberapa tahun lalu, Fahmi mengatakan, Kutim mencapai angka pemilih yang berpartisipasi sebanyak 48 hingga 49 persen. Berarti pada pilgub kali ini angka pemilih semakin merosot. Menurut Fahmi hal tersebut dikarenakan faktor cuaca dan masa libur.
“Tingkat pemilih memang rendah, mungkin karena hujan saat pencoblosan dan masih banyak yang liburan,” kata Fahmi.
Tak pantang menyerah, dengan pengalaman yang sudah-sudah, dirinya akan terus berupaya untuk menekan angka golput dan berusaha meningkatkan partisipasi untuk pelaksanaan pemilihan presiden nanti.
“Kami akan berusaha untuk menaikkan angka partisipasi, selain itu kami akan terus lakukan sosialisasi,” terangnya.
Dengan sosialisasi yang merangkul seluruh masyarakat termasuk di pedalaman sekalipun, dirasa akan mampu meningkatkan partisipasi warga untuk 2019 mendatang. Ia mengaku akan lebih rinci dan tidak melewatkan satu daerahpun dalam kegiatan sosialisasi tersebut. Itu semua bertujuan agar saat pilpres tidak lagi terjadi penurunan di Kutim. (*/la)







