SANGATTA – Tingginya angka golput pada pemilihan gubernur (pilgub) Kaltim di Kutim, menjadi evaluasi tersendiri bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kutim.
KPU harus berbenah. Memikirkan terobosan jitu agar masyarakat lebih antusias dan cerdas dalam menggunakan hak pilihnya. Jangan sampai, kejadian 2015 dan 2018 ini terulang kembali pada pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg) 2019 mendatang.
Meskipun, hal itu terbilang cukup sulit. Bahkan lebih sulit dari pilgub ini. Hanya saja, KPU optimistis, tingkat partisipasi masyarakat terbilang tinggi.
Pasalnya, beda momentum. Pilpres, menentukan calon pemimpin Indonesia, sedangkan pileg syarat akan tingginya kepentingan.
Meskipun begitu, mulai saat ini langkah jitu sudah dirumuskan. Dengan begitu, target 77,5 persen dapat diraih. Tentu saja, hal itu merupakan mimpi semua masyarakat Kutim. Untuk itu, semua pihak wajib terlibat ekstra.
“Hambatan penyelenggaran pesta demokrasi sudah menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus dihadapi dan dicarikan solusinya,” ujar Ketua KPU, Fahmi Idris.
Yang paling menjadi fokus KPU ialah menyadarkan masyarakat, agar memiliki loyalitas terhadap pesta demokrasi tersebut. Sebab, rendahnya kesadaran masih menjadi penyumbang utama tingginya angka golput. Terlepas dari permasalahan lain seperti bekerja, berada di luar daerah dan lainnya.
“Persoalan lain di Kutim, adalah kesadaran warga dalam menggunakan hak suara masih rendah,” kata Fahmi.
Untuk diketahui, pada pilgub yang baru saja terlaksana di Kaltim, Kutim salah satu daerah penyumbang golput tertinggi. Tingkat partisipasi masyarakat hanya 48 persen. Sebanyak 52 persen warga Kutim tak memberikan hak suaranya. Jauh lebih tinggi dibandingkan pada tahun 2015 lalu.
Bahkan terdapat dua TPS di Swarga Bara Sangatta Utara, tepatnya TPS 19 dan 20 masing-masing hanya memberikan dua suara. Padahal, jumlah DPT di sana terbilang banyak.
Dari hasil penelusuran KPU ditemukan jika, perusahaan memberikan pilihan berat kepada karyawan. Jika tetap masuk kerja, maka akan mendapatkan uang lembur yang terbilang menggiurkan. (dy)







