SANGATTA – Pariwisata di Kutim tampaknya belum sepenuhnya menarik minat wisatawan mancanegara.
Dari data yang dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata di Kutim, selama kurun waktu satu tahun, hanya terdapat 474 wisatawan asing.
Seharusnya, jauh melebihi dari data tersebut. Dari data provinsi saja, wisatawan asing se-Kaltim hanya sekira 15 ribu. Ditarget dari data 2016-2018 mendatang bisa melonjak hingga 10 juta pengunjung.
Hal ini dibenarkan oleh Pengelola Data, Dinas Pariwisata Kutim. Miswandi menuturkan jumlah wisatawan asing ke Kutim memang terbilang minim.
Ada beberapa sebab terjadinya hal tersebut. Pertama, wisata di Kutim belum terkelola secara maksimal. Baik infrastruktur maupun fasilitas penunjang serta promosi.
Jika tidak hal ini terwujud, dirinya yakin wisawatan akan membengkak. Terlebih semua tempat wisata di Kutim terbilang indah dan alami.
“Data terakhir kami ialah 474 wisatawan. Ini data sejak Januari hingga Desember 2017 tahun lalu,” ujar Miswandi.
Rata rata lanjutnya, dalam perbulan tak lebih 55 orang. Pada bulan Januari, terdapat 48 orang, Februari 28 orang, dan Maret 45 orang. Paling minim pada akhir tahun yakni hanya 22 orang.
“Meskipun begitu, kita patut syukuri karena masih ada wisatawan yang datang ketempat kita,” katanya.
Berbeda jauh dengan wisatawan lokal. Hingga akhir tahun ini pihaknya mencatat sebanyak 25.151 wisatawan. Baik dari Kutim sendiri, Bontang, Samarinda, Balikpapan dan daerah terdekat lainnya.
Data ini diambil dari empat wisata di Kutim. Yakni Teluk Lombok, TNK, Hutan Wehea, dan Desa Budaya Miau. Belum termasuk beberapa tempat wisata lainnya. Seperti Pantai Jepu Jepu Kaliorang, Sekerat di Bengalon, dan Karts di Karangan.
“Jumlah ini juga masih terbilang sedikit. Seperti halnya wisatawan asing, jumlah wisatawan lokal seharusnya bisa membeludak lagi. Lagi lagi dengan catatan, kebutuhan wisatawan bisa terpenuhi,” katanya.
Dirinya menarget, dari semua potensi wisata yang ada di Kutim, bisa menarik jauh lebih besar lagi di tahun 2018 ini. “Kami harap semua terlibat untuk memajukan wisata kita,” katanya. (dy)







