SANGATTA – Tingginya minat masyarakat Kutai Timur (Kutim) dalam mengikuti lomba menimbang sampah, dapat dilihat dari volume sampah yang dihasilkan. Lebih dari satu ton sampah kertas menumpuk di rumah composting yang bertempat di Jalan Kabo Jaya, Sangatta Utara.
Semua jenis sampah kertas mulai dari koran, buku, majalah, kardus, hingga pamflet bekas milik sejumlah paslon pasca pilgub Kaltim 2018 didapati terdaftar oleh masyarakat yang mengikuti perlombaan.
Menurut Ketua DPD KNPI Kutim, Munir Perdana, dirinya menjelaskan sampah kertas yang selama ini menumpuk di rumah, dapat diubah menjadi hadiah atau rupiah. Hal tersebut diadakan dengan tujuan memberi pengertian pada masyarakat agar lebih bijak untuk menyikapi sisa produksi rumahan tersebut.
“Ide ini dicetuskan oleh kawan-kawan KNPI. Supaya bisa membuka pola pikir masyarakat bahwa sampah tidak hanya berakhir di TPA. Tetapi bisa sangat bermanfaat,” ucapnya saat diwawancarai di kawasan rumah kompos, Minggu (8/7).
Selain itu, dirinya menargetkan dengan kegiatan yang diusungnya dapat menjadi satu langkah untuk meraih adipura. Ia akan melibatkan seluruh rekanan pemuda yang peduli terhadap lingkungan. Sebagai corong yang menggerakan kegiatan ini.
“Ini salah satu cara agar Sangatta lebih bersih dan hijau. Saya harap satu atau dua tahun ke depannya Kutim bisa mendapat sertifikat Adipura,” ujar Munir.
Menurutnya rencana ke depan perlombaan serupa akan lebih inovatif. Dirinya menjelaskan, sampah yang dibawa masyarakat akan dihargai Rp. 600 rupiah perkilo gram. Ia berharap setelah ini, kegiatan serupa akan diadakan dengan konsep yang dikemas lebih baik. “Hingga setengah hari kami sudah mendapat satu setengah ton. Bisa saja mencapai dua ton atau lebih. Semoga kedepannya bisa lebih bagus,” harapnya.
Di tempat yang sama, Ketua Bank Sampah Kabupaten Kutim, Heni Aprianti mengharapkan kegiatan seperti ini akan terus berkesinambungan. Guna membantu pihaknya agar mampu meminimalkan sampah yang terus ada setiap harinya.
“Saya harap kegiatan seperti ini bisa terus berkelanjutan, bahkan bisa menyasar tingkat RT sekalipun,” tutupnya. (*/la)







