Orang tua korban benar-benar geram terhadap perbuatan pelaku, Muhammad Asrul alias Angel (21), yang telah melakukan pelecehan seksual terhadap putranya HP (7). Apalagi, berdasarkan pengakuan anaknya, korban mengancam membunuh dengan menodongkan pisau.
Hal tersebut diungkapkan ibu korban sebut saja Melati, yang masih terlihat sedih dan menangis ketika menceritakan kronologis kehilangan anaknya.
Dikatakannya, anaknya ditemukan guru ngajinya di Jalan Arif Rahman Hakim tepatnya di depan SMAN 3 Bontang dalam kondisi telanjang dan tidak mau diantar pulang.
Saking traumanya perlakuan pelaku, korban pun tak mau diajak pulang guru ngajinya. “Guru ngajinya kebetulan lewat dan melihat HP berlari-lari dengan kondisi telanjang. Dia (HP, Red.) tidak mau, saat diajak pulang,” ungkapnya.
Korban pun dibawa ke Polsektor Loktuan, kemudian Melati mendatanginya. Tangisan Melati pun pecah sambil memeluk anaknya. Demikian pula, HP yang ikut menangis di pelukan ibunya.
Melati mencoba bertanya kejadian sebenarnya yang menimpa HP. Pelan-pelan HP mengatakan bahwa dirinya ditelanjangi oleh pelaku di semak-semak, setelah itu diraba-raba. Korban juga mengatakan bahwa pelaku beberapa kali menampar pipinya, mencengkeram wajahnya hingga menggingit bibir bawah korban hingga mengakibatkan bengkak di bibirnya. “Anak saya juga cerita kalau dirinya ditodongkan pisau, katanya mau dibunuh dan pisau dikasih ke muka. Dia bilang begitu sama saya,” ungkapnya dengan penuh kekesalan sambil menangis.
Ayah korban, ZH mengatakan, orang tua mana yang tidak marah ketika anaknya terancam dibunuh orang. Sementara, lanjut dia, saat dirinya hendak memukul pelaku untuk meluapkan kemarahannya, dirinya malah ditarik paksa oleh polisi bahkan diancam mau ditembak. “Aparat seperti apa, bukannya membantu memukul pelaku malah saya yang diancam mau ditembak, bahkan, kaki saya ini terkena goresan akibat ditarik paksa,” ujarnya kesal. “Seharusnya Polisi membantu saya supaya bisa dibawa ke kantor, apa itu bentuk bantuan atau kekerasan, kalau posisi anak polisi dilakukan seperti anak saya, mau seperti apa mereka?” keluhnya.
Melati melanjutkan, saat bertemu HP di kantor Polsektor Loktuan, kondisinya masih gemetaran. HP mengatakan, bisa lolos dari pelaku karena setelah menyiksanya, pelaku pingsan.
HP pun berlari dan tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Apalagi, HP merasa ketakutan saat diancam akan dibunuh. Untuk baju seragam, Melati tak tahu ditemukannya, namun sudah diamankan di Polres Bontang. “Dia baru pulang sekolah, makanya masih pakai seragam,” ujarnya.
Sementara itu, ibu korban Angel yang pertama yakni EK mengatakan dirinya lega pelaku penganiayaan anaknya BS sudah ditangkap. “Kami harapkan tak ada korban lain seperti anak kami, karena ini sangat membuat resah,” pungkasnya.(mga)







