• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Disperindag Bantah Kenaikan Ayam karena BBM

by BontangPost
24 Juli 2018, 11:00
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi(Net)

Ilustrasi(Net)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim membantah adanya isu yang beredar di masyarakat, perihal kenaikan ayam yang berhubungan dengan BBM. Namun kenaikan tersebut disinyalir karena pemenuhan kebutuhan hari raya Idulfitri lalu.

Kasi Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Kutim, Dony E mengatakan, kenaikan harga ayam dikarenakan minimnya stok di Kutim menjadi salah satu kendala. Tidak ada hubungannya antara kenaikan harga BBM yang digadang-gadang bersangkutan dengan persediaan ayam.

“Kenaikan harga ayam sama telur ini tidak hanya Kutim saja. Tapi ini isu nasional. Jadi jangan percaya gosip masyarakat yang bilang, hal ini karena naiknya harga BBM. Ini tidak ada sangkut pautnya,” ujarnya ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (23/7).

Baca Juga:  Cegah Karhutla, Camat Diinstruksikan Bentuk Tim Siaga Bencana 

Dony menjelaskan, terjadinya persediaan ayam yang kian menipis lantaran beberapa perternak masih dalam tahap pembibitan. Semua itu karena pemerintah sebelumnya memprioritaskan kebutuhan utama saat ramadan dan lebaran lalu.

“Ini kali pertama Kutim mengalami penipisan persediaan ayam. Banyak sekali lapak pasar yang kosong. Ya karena lebih diutamakan saat puasa dan lebaran kemarin. Belum lagi pengusaha restoran dan warung makan yang banyak menggunakan ayam. Jadi beberapa pengusaha masih melakukan pembibitan lagi,” terangnya.

Dia menjelaskan, ayam dan telur merupakan komoditas yang dipasok dari luar Kutim. Menurutnya ada yang dari Samarinda, Balikpapan, bahkan Sulawesi. Jika di sana kosong, maka pasti tidak ada distribusi ke sini.

Baca Juga:  Kepala OPD Tak Hadir di Musrenbangcam, Wabup: Gimana Mau Serap Aspirasi Masyarakat? 

“Kami ada peternakan lokal, tapi produksinya saat ini tidak mencukupi. Padahal kami sudah stop untuk distribusi keluar daerah. Namun masih saja tidak bisa memenuhi kebutuhan daerah. Jadi yang ada harganya sangat mahal,” jelasnya.

Selain itu Dony berharap, agar Dinas Peternakan dapat membina dan mengembangkan usaha ayam di Kutim. Jadi tidak lagi berharap dari luar daerah. Dia menceritakan telur dari Sulawesi sudah masuk.

Tapi karena kekosongan kemarin, belum bisa menutupi kebutuhan Kutim. Walaupun yang datang satu kontainer pada Kamis lalu.

“Saya harap dinas terkait dapat membina masyarakat untuk lebih melebarkan sayapnya dalam berwirausaha. Karena peternak di Sangkima dan Teluk Pandan saja tidak cukup. Kelangkaan ini sama beratnya dengan minimnya telur di sini,” tuturnya. (*/la)

Baca Juga:  Kutim Belum Terpikir Tes CPNS, Ini Alasannya....
Tags: Harga Ayam NaikSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Kaligrafi TKW

Next Post

Perjalanan Meiti Wujudkan Mimpi Jadi Paskibraka di Istana Negara

Related Posts

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el
Breaking News

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el

24 Desember 2018, 15:30
Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri
Breaking News

Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri

24 Desember 2018, 15:10
Pemkab Harus Terbuka
Breaking News

Pemkab Harus Terbuka

24 Desember 2018, 15:05
Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus
Breaking News

Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus

24 Desember 2018, 15:00
Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 
Advertorial

Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 

24 Desember 2018, 08:00
Pembalap Liar Terancam Penjara
Breaking News

Pembalap Liar Terancam Penjara

23 Desember 2018, 15:30

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.