• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Sering Nombok, PPK Siap Mengundurkan Diri

by BontangPost
24 Juli 2018, 11:03
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
PPK MOGOK: Rapat pleno di kantor KPU dihadiri seluruh PPK dari 18 kecamatan.(LELA RATU SIMI/SANGATTA POST)

PPK MOGOK: Rapat pleno di kantor KPU dihadiri seluruh PPK dari 18 kecamatan.(LELA RATU SIMI/SANGATTA POST)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Jelang Pemilu 2019 mendatang, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di 18 kecamatan se-Kutim siap mengajukan pengunduran diri. Hal tersebut dikarenakan minimnya anggaran yang dikucurkan pada mereka.

Koordinator PPK Kutim, Mursalim mengatakan, pihaknya sudah dua kali menombok dalam kegiatan rapat pleno. Baginya kejadian seperti itu sangat merugikan PPK, terutama yang berasal dari kecamatan terjauh.

“Kami sudah dua kali rapat pleno, selama itu pula kami talangi kebutuhan. Padahal ini kan ada dana dari APBN, tapi malah harus mengeluarkan uang pribadi,” ujarnya saat di wawancara, Senin (23/7).

Tidak hanya honor tersebut, bahkan uang TPS pun dipangkas sangat besar. Sangat tidak rasional, bahkan hingga saat ini dirinya mengaku tidak tahu alasan pasti mengapa itu terjadi.

Baca Juga:  Nekat Dipalsukan dan Dibagi Gratis

“TPS sebelumnya Rp 600 ribu, sekarang hanya Rp 200 ribu, kan tidak sesuai. Uang transport juga berkurang. Sampai kemarin malam itu, PPK Sandaran sempat menangis, karena tidak ada dana untuk pulang-pergi. Bayangkan saja, perjalanan mereka ke Sangatta saja bisa mencapai Rp 4,5 Juta,” tandasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan tujuan pihaknya menyampaikan hal ini, guna mencegah terjadinya kecurangan. Pasalnya, peranan PPK sangat terbilang rentan.

“Kami ini jujur-jujuran saja sekarang. Sebenarnya kami menuntut agar bisa mencegah hal buruk supaya tidak terjadi. Jangan kami merasa tidak difasilitasi dan disogok sama oknum dari caleg. Atau gimana kalau KPU jadi kami dan kami jadi KPU. Kan enak terima beres,” katanya.

Baca Juga:  Imbas Krisis Keuangan Daerah, Pegawai RSUD Pindah Jadi TK2D

Dia memaparkan perihal gaji dan honor yang diterimanya tidak sesuai. Bahkan adanya aturan yang mengurangi jumlah anggota PPK terbilang memberatkan pihaknya.

“Sekarang gini, PPK yang tadinya lima orang, dikurangi menjadi tiga saja. Terus beban kerja bertambah, tapi honor tidak ada. Gimana kami tidak geram,” keluhnya.

Menurutnya KPU tidak bisa mengambil keputusan. Dia mengeluhkan KPU hanya mencari alasan untuk menunggu dana itu dari pusat. Dia mengatakan, jika mengetahui kondisinya seperti ini tidak akan menerima pekerjaan menjadi PPK.

“Kalau ada anggaran kami jalankan tugas. Masa kami mau kerja tanpa anggaran. Kalau gaji kami tidak meminta tambahan. Cukuplah sudah segitu. Tapi kan honor perjalanan, apalagi daerah terjauh.

Pilgub kemarin itu saja kami dapat Rp 900 ribu, masih kekurangan untuk perjalanan. Sekarang hanya dikasih 1/4, bagaimana kami tidak pusing,” katanya.

Baca Juga:  Pedagang Makanan Menjerit, Tak Berani Naikkan Harga

Mursalim menjelaskan, bahwa saat ini dia dan seluruh PPK tidak mundur. Hanya saja ia mempersilahkan jika KPU mau mencari orang yang siap menggantikan posisinya.

“Kami siap mundur walaupun sekarang belum mundur, hanya mogok saja. Saya juga perlu makan untuk keluarga. KPU Pusat kalau mau tahu silahkan datang ke sini,” Ucapnya.

Bahkan ada enam PPK yang akan mengundurkan diri. Hanya saja masih dipertahankan oleh timnya untuk tetap bekerja sesuai ranahnya. “Kami ini berat, taruhannya nyawa. Kalau caleg tidak suka, rumah kami bisa dikepung. Tolong pertimbangkan pekerjaan kami yang sangat beresiko,” tutupnya. (*/la)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: HonorkpuMogok KerjappkSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Jika Terbukti Bersalah, FW Terancam Dipecat dari ASN

Next Post

MIRIS!!! 10 Sekolah di Kutim Siswanya Melantai

Related Posts

7 Peserta Seleksi Calon Anggota KPU Kabupaten/Kota di Kaltim Lapor KPU Pusat
Bontang

7 Peserta Seleksi Calon Anggota KPU Kabupaten/Kota di Kaltim Lapor KPU Pusat

18 Januari 2024, 19:56
Ketua KPU Ungkap Kemungkinan Pemilu 2024 Coblos Partai Bukan Caleg
Nasional

Ketua KPU Ungkap Kemungkinan Pemilu 2024 Coblos Partai Bukan Caleg

29 Desember 2022, 21:00
AH Minta Pemkot Gerak Cepat Tentukan Status Tenaga Honorer di Bontang
Nasional

Pemerintah Pastikan Angkat 1 Juta Guru Honorer dan Nakes jadi PPPK

17 September 2022, 10:10
KPU Sebut Dua Parpol Lakukan Pencatutan Nama Dalam Sipol
Bontang

KPU Sebut Dua Parpol Lakukan Pencatutan Nama Dalam Sipol

12 Agustus 2022, 13:00
DPR Tetapkan Anggota KPU dan Bawaslu Terpilih Periode 2022-2027
Nasional

DPR Tetapkan Anggota KPU dan Bawaslu Terpilih Periode 2022-2027

17 Februari 2022, 08:29
Pilkada Serentak, APD Dibolehkan Jadi Alat Kampanye
Nasional

Pilkada Serentak, APD Dibolehkan Jadi Alat Kampanye

27 Agustus 2020, 14:30

Terpopuler

  • Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penjual Air Kesehatan Sebar Hoax

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Demo 21 April, DPRD Kaltim Sepakati Tuntutan Mahasiswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Investasi Bodong Rugikan Rp18 Miliar, Istri Anggota DPRD Bontang Ikut Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar Tempat Parkir di Bontang yang Wajib Bayar Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.