INFO HARGA PASAR
Harga Sembako di Pasar Segiri
Sayur-sayuran
Keterangan Harga
Timur Rp 12 ribu/kg
Tomat Rp 15 ribu/kg
Pare Rp 15 ribu/kg
Terong Rp 12 ribu/kg
Cabai Rp 40 ribu/kg
Cabai rawit Rp 50 ribu/kg
Cabai besar Rp 50 ribu/kg
Kol Rp 10 ribu/kg
Bawang merah Rp 25 ribu/kg
Bawang putih Rp 25 ribu/kg
Bawang putih Rp 28 ribu/kg
Bawang bombai Rp 20 ribu/kg
Jagung Rp 3 ribu/biji
Jahe Rp 25 ribu/kg
Daging Ayam dan Telur
Keterangan Harga
Ayam kecil (1,2 kg) Rp 35 ribu/ekor
Ayam besar (2,5 kg) Rp 85 ribu/ekor
Telur puyu Rp 33 ribu/piring
Telur bebek Rp 90 ribu/piring
Telur ayam kampung Rp 75 ribu/piring
Telur biasa Rp 46 ribu/piring
Beras
Keterangan Harga
Beras kualitas biasa Rp 10 ribu/kg
Beras kualitas sedang Rp 11.500/kg
Beras kualitas bagus Rp 12.500/kg
Beras ketan putih Rp 25 ribu/kg
Beras ketan hitam Rp 30 ribu/kg
Ikan
Keterangan Harga
Ikan patin Rp 35 ribu/kg
Ikan emas Rp 40 ribu/kg
Cumi-cumi Rp 70 ribu/kg
Ikan selang Rp 25 ribu/kg
Ikan ciko-ciko Rp 28 ribu/kg
Ikan bandeng Rp 30 ribu/kg
Ikan teri Rp 23 ribu/kg
Ikan tongkol Rp 40 ribu/kg
Ikan layang Rp 35 ribu/kg
Ikan gembung Rp 25 ribu/kg
Ikan trakula Rp 60 ribu/kg
Kepiting Rp 45 ribu/kg
Sumber Data: Pantauan Metro Samarinda
SAMARINDA – Pedagang di Samarinda sering kali menjual bahan kebutuhan dasar dengan harga yang berbeda. Perbedaan tersebut ditengarai karena ongkos pembelian dari distributor. Namun tidak sedikit pula karena alasan pembedaan antara pelanggan dan pembeli biasa.
Pantauan Metro Samarinda, pada tingkatan pembeli biasa yang hanya sesekali membeli, biasanya pedagang mengenakan harga lebih tinggi. Sementara bagi pelanggan, pedagang menjualnya dengan harga yang tergolong murah.
Namun perbedaan harga juga dapat dilihat dari jenis penjual. Jika barang itu berasal dari distributor, maka harga jual akan lebih murah. Sementara di tingkat pengecer, umumnya harga barang lebih mahal.
Hal itu terjadi di Pasar Segiri, Samarinda. Pengecer yang berjualan di pinggir jalan masuk utama kompeks pasar tersebut, umumnya menjual cabai dengan harga yang lebih tinggi dibanding penjual yang berjualan di lokasi yang jangkauannya lebih jauh dari pinggir jalan utama.
Misalnya, Aminah (35), penjual yang sudah lama berjualan di pinggir jalan utama, menjual cabai rawit Rp 50 ribu per kilogram (kg). Selain itu, cabai keriting dijual Rp 50 ribu setiap kg dan cabai merah Rp 40 ribu per kg.
“Memang harganya segitu. Karena di sini jualnya agak sedikit. Jadi harganya bisa berbeda sama yang lain,” katanya, Sabtu (25/8) lalu.
Sementara itu, Hamdiyah (38) menjual cabai rawit dengan harga Rp 35 ribu per kg. Artinya dibanding harga jual yang dikenakan Aminah, harga jual cabai rawit di Hamdiyah lebih murah Rp 15 ribu per kg.
Namun ada satu kesamaan harga, khususnya cabai merah. Jenis cabai yang banyak diminati itu dijual Hamdiyah dengan harga Rp 40 ribu per kg. Kemudian cabai keriting dijual Rp 45 ribu setiap kg. Lebih murah Rp 5 ribu ketimbang harga yang ditawarkan Aminah.
“Saya kadang jual massal. Enggak satu atau dua kg. Karena banyak juga cabai yang saya ambil. Di sini, saya masih baru. Jadi belum paham betul mengenai harga,” tuturnya.
Harga yang berbeda juga ditawarkan para pedagang bawang. Misalnya harga bawang merah dan bawang putih yang belum dikupas kulitnya, masing-masing dijual para pedagang dengan harga Rp 25 ribu per kg.
Sedangkan bawang merah dan bawang putih yang bersih, namun masih disertai dengan kulitnya, dijual oleh pedagang dengan harga Rp 25 ribu per kg. Lebih murah Rp 3 ribu ketimbang bawang yang belum dibersihkan.
Dapat dipastikan, perbedaan tersebut terjadi karena adanya biaya dan tenaga yang dikeluarkan untuk membersihkan bawang.
Hal itu dikatakan Anwar (27). Dirinya harus mengeluarkan biaya untuk membersihkan bawang merah dan bawang putih. Beragam ongkos dikenakan pada setiap kg bawang yang telah dibersihkan. Ada yang memasang harga Rp 700, ada pula yang mengenakan Rp 1.000.
“Itu tergantung harga jual jual. Kalau keuntungannya agak besar, saya kenakan Rp 1.000 per kg. Tetapi kalau keuntungan yang didapat itu kecil, paling Rp 700 setiap kg,” tuturnya. (*/um)






