Melihat Program Lurah Loktuan, Sofyansyah
Lurah Loktuan Sofyansyah yang baru saja dilantik, memiliki program untuk memperindah wilayahnya. Agar itu bisa terealiasi, maka ia akan menuntaskan permasalahan sampah di wilayahnya terlebih dahulu.
Veri Sakal, Bontang
KELURAHAN Loktuan merupakan wilayah yang menjadi akses pintu masuk pendatang di Bontang. Ini dikarenakan wilayah yang dihuni sekira 20 ribu jiwa tersebut memiliki pelabuhan umum tempat berlabuhnya kapal-kapal besar mengangkut penumpang atau barang dari luar Bontang. Melihat hal tersebut, tentu sang lurah memiliki program untuk menata wilayahnya menjadi lebih baik dan indah. Dengan tujuan, agar yang melintas baik itu warga Bontang ataupun pendatang bisa senang melihat wilayah Loktuan dan dapat menceritakan kepada keluarga mereka kelak ketika kembali ke kampung halaman.
“Program saya saat ini condong ke persiapan memperindah median jalan di Loktuan, ini pun sesuai dengan visi misi Pemkot Bontang, green city,” ujarnya, (31/1) kemarin.
Sebelum ini dilakukan, tentu polemik klasik yang ada di wilayahnya harus diselesaikan terlebih dulu. Polemik tersebut mengenai warga yang membuang sampah di median jalan. Menurutnya permasalahan ini terjadi akibat tidak tepat waktunya warga membuang sampah mereka. Pasalnya, petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang rutin mengangkut sampah tersebut setiap dua kali sehari, pada pukul 06.30 Wita dan 13.30 Wita.
Namun Kenyataan di lapangan, masih ada sebagian warga membuang sampah di median jalan. Dengan alasan, tempat sampah yang berada di pelabuhan dan di Pasar Citra Mas Loktuan, begitu jauh dari pemukiman, sehingga mereka pun membuangnya di median jalan.
“Bila didekatkan juga ke pemukiman, ada sebagian warga menolak dengan alasan akan menjadi bau nantinya tempat mereka tinggal,” bebernya.
Tentunya ini menjadi PR baginya, sebab ia tidak bisa langsung melarang warga yang membuang sampah di median jalan tanpa ada opsi. Maka dari itu, ia pun saat ini gencar melakukan sosialisasi kepada warga, untuk tidak membuang sampah di tempat tersebut. Sebab sepengetahuannya sepanjang jalan di wilayah Loktuan ini masuk dalam titik penilaian adipura.
“Sesuai program Wali Kota Bontang, Jumat bersih pun kami fokuskan bersih-bersih median jalan ini dalam dua Minggu ini. Jumat pertama melibatkan seluruh RT, sedangkan Jumat kedua melibatkan pihak kelurahan,” jelasnya.
Dalam mengupayakan kebersihan wilayahnya, ia pun akan membentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Sejatinya ini dilakukan agar permasalahan sampah di Loktuan bisa semakin cepat teratasi. Pasalnya, bila kelompok tersebut terbentuk, pengolahan sampah di Loktuan akan berjalan karena akan ada petugas yang membersihkan sampah dan mampu menyulap sampah tersebut menjadi rupiah karena dapat dijual dalam menambah pendapatan kelompok tersebut.
“Akan ada satu unit kendaraan roda tiga dari DLH yang mendukung kegiatan KSM nanti bila terbentuk,” tutupnya. (***)







