Kisah Inspiratif Warga Bontang: Amanda Syairach (154)
Amanda Syairach memang masih belia. Namun siswi kelas enam SD 006 Bontang Utara ini telah mencatatkan beragam prestasi lewat bakat-bakatnya yang tidak biasa. Mulai dari model, berakting, dan menjadi penyiar radio pernah dilakoninya. Kuncinya satu: berani mencoba.
LUKMAN MAULANA, Bontang
Manda, begitu dia biasa dipanggil. Gadis kelahiran Bontang, sebelas tahun lalu ini, sudah menunjukkan bakat sejak usia usia dua tahun. Mardiana, ibunda Manda bercerita, bakat Amanda sudah pandai berlenggak-lenggok sejak duduk di bangku taman kanak-kanak (TK) di Balikpapan. Kala itu Amanda dilatih tantenya yang merupakan seorang model.
Namun baru dia baru kembali aktif di dunia modeling ketika sekeluarga pindah ke Kota Taman tiga tahun lalu. Amanda mulai ikut serta dalam berbagai jenis lomba yang digelar. “Tidak seperti di kota-kota lainnya di Kaltim, di Bontang yang termasuk kota kecil, banyak digelar lomba-lomba fashion show. Kalau bisa ikut, kenapa tidak?” sebut Mardiana.
Awal pertama ikut lomba di Bontang, Manda diajak salah seorang teman. Yaitu lomba fashion show bertema Imlek tahun 2014 di Plaza Taman. Dalam keikutsertaan yang pertama di Bontang tersebut, Manda berhasil meraih juara kedua. Dari situ Manda menjadi bersemangat untuk terus mengikuti berbagai lomba yang ada di Bontang.
“Kami sebagai orangtua tentu mendukung, namun tidak sampai memaksakan. Kami kembalikan ke Manda, kalau dia tidak berkenan ya tidak usah,” tambahnya.
Satu per satu lomba dalam kategori usianya yang diikuti berhasil dimenangkan Manda. Berbagai gelar diraih dengan Manda langganan juara umum maupun juara pertama. Bukan hanya lomba tingkat Bontang, anak ketiga dari lima bersaudara ini juga aktif mengikuti lomba-lomba tingkat Kaltim bahkan tingkat nasional. Bukan sekadar ikut, di tingkat nasional Manda sukses menorehkan prestasi.
Salah satunya dalam event Smart Model Look 2015 di Bali yang dianggap paling berkesan bagi Manda. “Dalam lomba tersebut saya terpilih masuk sepuluh besar dan dapat mahkota. Karena saya tidak menyangka sebelumnya bisa jadi sepuluh besar,” kenang Manda saat diwawancarai Bontang Post.
Kata Manda, giat berlatih menjadi kunci dalam mengikuti lomba-lomba fashion show tersebut. Dia belajar dari Iwan Boyke, seorang pengarah model dari Balikpapan. Selain itu dia juga belajar secara autodidak melalui video-video peragaan busana yang dikirimkan sang guru. Karena dianggap masih mampu berlatih secara mandiri, Manda sampai saat ini belum tergabung dalam agensi model manapun.
“Kalau saat ini belum bergabung dengan agensi model. Mungkin besok kalau sudah SMA baru gabung,” ujarnya.
Selain menjadi model, Manda juga menjajal berbagai profesi lainnya. Dia sempat berakting dalam dua film lokal Bontang yaitu “Duda 3” dan “From Bontang with Love” di tahun 2016. Kala itu dia iseng-iseng mengikuti audisinya dan di luar dugaan terpilih menjadi salah seorang pemeran. Untuk berakting, Manda mengaku belajar sendiri. “Awalnya coba-coba, berani aja,” tambah Manda.
Di tahun yang sama, Manda menjajal kemampuannya sebagai penyiar radio. Dia didapuk menjadi pembawa acara program “Bintang Kecil” di salah satu radio swasta Bontang. Setiap Ahad mulai pukul 09.00 Wita sampai 10.00 Wita, dia menyapa anak-anak Bontang dengan lantunan lagu anak-anak klasik. Manda tidak sendiri, dia ditemani teman siarannya, Icha.
“Saya diajakin jadi penyiar untuk acara anak-anak. Awalnya gugup karena baru pertama kali. Tapi sekarang tidak lagi,” cerita Manda. Kiprahnya sebagai penyiar cilik inilah yang membuatnya dipercaya menjadi salah satu pembawa acara dalam event Pelangi Expo penghujung tahun kemarin.
Manda mengaku menyukai semua kegiatannya tersebut. Namun menjadi model adalah yang paling disukainya. Cita-cita Manda memang ingin menjadi seorang model. Kata dia, dengan menjadi model dia bisa bertemu teman-teman sesama model. Pun begitu dia juga punya kesempatan untuk bepergian ke berbagai daerah di Indonesia yang belum pernah didatangi sebelumnya.
“Saya memang senang memeragakan busana. Tidak masalah bila saya kalah, karena menang lomba bukan tujuan utama saya. Intinya saya bisa berkumpul bersama teman-teman. Prinsip saya yaitu menang bangga, kalah terhormat. Terhormat karena sudah berani tampil,” ungkap penggemar model Cara Delevigne ini.
Karena itu setiap kegiatan modeling dilakoninya dengan senang hati. Walaupun saat ini Manda mengaku sedang vakum dalam kegiatan model. Hal ini mengingat tak lama lagi dia akan menghadapi ujian kelulusan SD. Dia mesti memprioritaskan pendidikannya terlebih dulu ketimbang modeling. Baru nanti setelah lulus SD dan duduk di bangku SMP, dia akan kembali aktif mengikuti berbagai lomba yang digelar.
“Sekarang ini lagi vakum model karena mau ujian. Tapi kalau siaran tetap jalan, karena hanya hari Minggu. Kalau selama ini sendiri sekolah saya tidak pernah terganggu, sebab kegiatan-kegiatannya di luar jam sekolah dan juga tidak setiap hari,” urai Manda.
Beragam talenta yang dimiliki Manda memang membuatnya diperhitungkan. Bahkan dia sempat ditawari sutradara dari Jakarta untuk bermain film di sana. Pun begitu, Manda juga mendapat tawaran untuk mengikuti lomba fashion di luar daerah. Namun kepentingan pendidikan membuat Manda dan orangtuanya menunda penawaran-penawaran tersebut.
“Kemarin saya diajakin ikut lomba di Malang. Tapi terpaksa ditolak karena saya mesti sekolah,” sebut model yang mengaku suka dengan tema pakaian kasual ini. Ke depan Manda berharap bisa menjadi lebih baik lagi dalam setiap kegiatannya terutama di bidang modeling. Dia ingin mengasah kemampuannya dan mencoba berbagai tantangan yang ada. “Banyak pengalaman, banyak mengenal. Semoga banyak juga yang senang dengan apa yang saya lakukan,” tandasnya. (***)
Nama: Amanda Syairach
TTL: Samarinda, 30 Juli 2005
Ortu: Mardiana (ibu), Fadliannur (ayah)
Status dalam keluarga: anak ke-3 dari 5 bersaudara
Sekolah saat ini: SD 006 Bontang Utara
Alamat: Jalan Brigjen Katamso Nomor 43 Bontang







