• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Semua Kawasan Hutan Berpotensi, Kondisi Medan Jadi Kendala

by BontangPost
21 September 2018, 11:50
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
MATIKAN API: Petugas pemadam kebakaran sedang berusaha memadamkan kebakaran hutan di Bontang Lestari, Senin (17/9) lalu.(LUKMAN/BONTANG POST)

MATIKAN API: Petugas pemadam kebakaran sedang berusaha memadamkan kebakaran hutan di Bontang Lestari, Senin (17/9) lalu.(LUKMAN/BONTANG POST)

Share on FacebookShare on Twitter

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di kawasan Bontang Lestari pada Senin (17/9) lalu menjadi perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang. Dalam hal ini, BPBD menyebut semua kawasan hutan dan lahan yang ada di Bontang memiliki potensi yang sama mengalami karhutla.

LUKMAN MAULANA, Bontang

“Ada pemetaan rawan karhutla yang kami lakukan. Yaitu seluruh hutan di Bontang itu memang rawan, ada faktor manusia dan faktor alam. Faktor alam itu kalau sudah kemarau, tumbuh-tumbuhan kering kan bisa memicu api,” kata Kepala BPBD Bontang, Ahmad Yani saat ditemui Bontang Post, Kamis (20/9) kemarin.

Karena itu, BPBD mengimbau masyarakat Bontang untuk melakukan upaya-upaya pencegahan. Di antaranya dengan tidak membakar lahan serta membuang puntung rokok sembarangan.

“Untuk masyarakat, baik yang berjalan kaki, mengendarai roda dua, atau roda empat, agar tidak membuat puntung rokok sembarangan. Karena bisa memicu kebakaran bila terkena rerumputan kering,” jelasnya.

Baca Juga:  Nursalam: Data DLH dan Pupuk Kaltim Sudah Klop

Menurut Yani, di samping faktor cuaca ektsrim berupa kemarau panjang, faktor kelalaian manusia turut bisa menyebabkan terjadinya karhutla. Misalnya kebiasaan warga membakar sampah daun-daun kering di senja hari, yang bisa menyebabkan kebakaran apabila tidak diawasi dan ditinggalkan begitu saja. Pasalnya angin kencang bisa membuat api merembet ke mana saja.

“Boleh membakar (sampah), kami tidak melarang. Tapi dilihat dahulu agar apinya tidak menyebar. Ada teknik-teknik yang harus dipahami,” sebut Yani.

Selama 2018, hingga September ini, dia mengatakan telah terjadi tiga kasus karhutla yang ditangani BPBD. Termasuk dua kasus yang terjadi Senin lalu. Selain kasus karhutla tersebut, BPBD juga menangani kebakaran yang terjadi pada kaveling lahan milik warga yang tidak terurus. Meski begitu, Yani mengklaim tren karthutla di Bontang cenderung mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

“Trennya agak turun. Yang paling parah 2015 lalu, ketika kami baru terbentuk. Saat itu kan memang karena faktor alam, karena cuaca kemarau yang ekstrem,” terangnya.

Baca Juga:  Modal Rp 500 Juta, Bengkel Milik Bontang Transport di Samarinda Gagal Beroperasi

Diakui Yani, cuaca kemarau membuat potensi karhutla menjadi semakin tinggi. Lantaran di musim ini, umumnya masyarakat melakukan pembakaran untuk membuka lahan. Pasalnya ketika kemarau, kondisi rerumputan dan pepohonan yang kering membuatnya mudah dibakar dibandingkan ketika musim penghujan.

Dalam hal penanganan karhutla, BPDB melakukan koordinasi dengan dinas-dinas terkait meliputi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan), kepolisian, puskesmas, Satpol PP, hingga kelurahan. Diakui, dalam penanganannya terdapat serangkaian kendala yang dihadapi. Mulai dari pasokan air untuk memadamkan karhutla hingga kondisi medan yang sulit.

“Untuk masalah air, kami upayakan ambil dari sumber air terdekat. Termasuk keran-keran air milik perusahaan di kawasan hutan,” jelas Yani.

Sementara untuk kondisi medan yang sulit, BPBD terlebih dulu melakukan analisis wilayah yang mengalami karhutla. Dari analisis tersebut dapat diketahui potensi bahaya di lokasi karhutla. Juga dengan upaya-upaya pemadaman api yang bisa dilakukan apabila selang pemadam tak mampu menjangkau titik api.

Baca Juga:  KPID Waspadai Penyiaran Ilegal

“Kemampuan selang pemadam kami paling berapa ratus meter saja. Kalau sudah masuk ke dalam dengan jarak beratus meter itu, kemampuan luncuran airnya jadi tidak terlalu kuat,” sebutnya.

Pun demikian dengan kondisi medan yang curam dengan deretan jurang, membuat semua jenis kendaraan pemadam tak mampu masuk ke dalam. Termasuk bila terdapat batu besar yang berisiko membahayakan keselamatan petugas. Serta binatang buas yang bisa keluar ketika hutan terbakar. Dalam hal ini, BPBD memastikan keselamatan personelnya terlebih dahulu sebelum melakukan upaya penanganan lebih lanjut.

“Dari analisis ini, misalnya tidak bisa melakukan pemadaman dengan mobil pemadaman, maka bisa diputuskan pemadaman api dengan cara manual dengan ranting. Atau kami perhatikan wilayah yang terbakar, antisipasi arah angin untuk memastikan penyebaran apinya tidak meluas,” ungkap Yani. (***)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: bontangkebakaran hutan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Memetik Hikmah dari Cinderella Man

Next Post

Gateball Incar Dua Emas di Porprov

Related Posts

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November
Kaltim

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November

15 November 2025, 13:00
Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025
Bontang

Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025

6 Oktober 2025, 09:00
Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes
Kriminal

Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes

20 Desember 2023, 12:00
Ganti Jargon, Lampu Hias Bontang Jago Dicopot
Bontang

Ganti Jargon, Lampu Hias Bontang Jago Dicopot

23 Januari 2022, 17:23
Padat Penduduk, Berikut Protokol Penanganan Covid-19 di Rusun Api-Api
Bontang

Penghuni Rusunawa Api-Api Diduga Terpapar Covid-19 dari Pesta Pernikahan

21 Oktober 2020, 12:18
UPZ Yabis Buka Pelayanan 24 Jam
Bontang

Zakat Fitrah Wilayah Bontang Diprediksi Naik

18 April 2020, 08:00

Terpopuler

  • Dua Pengedar di Muara Badak Ditangkap Saat Berboncengan, Polisi Sita 16,55 Gram Sabu

    Dua Pengedar di Muara Badak Ditangkap Saat Berboncengan, Polisi Sita 16,55 Gram Sabu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar Tempat Parkir di Bontang yang Wajib Bayar Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rp1,7 Miliar untuk TMMD Bontang, Jalan 450 Meter hingga Sumur Bor Dibangun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penertiban Beras Basah Bontang Berlanjut, Empat Gazebo Warga Dibongkar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.