BONTANG – DLH Bontang, telah mempersiapkan anggaran serta desain untuk rencana menjadikan sungai sebagai destinasi wisata. Kepala DLH Bontang, Agus Amir mengatakan pihaknya memiliki program untuk memperbaiki sungai setelah pengerjaan normalisasi sungai selesai.
“Usai dinormalisasi, beberapa titik akan diprogramkan untuk diturap,” jelas Agus saat ditemui ketika sedang meninjau restorasi sungai dan laut di sungai Kelurahan Api-Api, Minggu (30/9) kemarin.
Agus menjelaskan, untuk spot-spot tertentu, yang bisa dijadikan taman, maka akan dijadikan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH). Salah satunya, pinggiran sungai di wilayah Kelurahan Gunung Elai. “Di samping kantor PMI itu, sangat memungkinkan untuk kami ubah menjadi salah satu destinasi wisata,” ujarnya.
Mengingat pihaknya menargetkan tahun 2019, sungai sepanjang 14 kilometer sudah bisa diselesaikan. Seperti tahun 2018 ini, di tiga bulan terakhir, pihaknya melakukan pembersihan di beberapa titik sungai yang bisa dilewati oleh alat berat. “Yang ada saat ini memang ekskavator long arm. Di tahun 2019 barulah kami melakukan pengadaan ekskavator amfibi,” terang dia.
Terkait anggaran, pihaknya telah memasukkannya ke APBD tahun 2019 yang terbagi dua. Kata Agus, untuk pengadaan ekskavator amfibi Rp 6 miliar dan long arm senilai Rp 4,6 miliar yang masuk e-catalog. Untuk panjang dari jogging track, Agus menyatakan dilihat dari kondisi lapangan. Karena tidak mungkin bisa nyambung terus.
“Nantinya akan ada beberapa rumah yang dibebaskan, dan masyarakat akan diberikan pemahaman,” imbuh dia.
Program kali bersih dari DLH Bontang untuk tahun 2019 ini sudah dimulai tahun 2018. Tetapi target selesai di 2019. “Panjang sungai Bontang itu 14 km dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (Dinas PU-PRK) Bontang sudah menurabnya sebanyak 50 persennya,” beber dia.
Namun memang belum dinormalisasi. Kalau sudah dinormalisasi, maka pihaknya bisa mulai bergerak. Selama tiga hari kerja, pihaknya sudah melakukan normalisasi sepanjang 119 meter kiri kanan. (mga)






