BONTANGPOST.ID, Bontang – Pemerintah Kota Bontang akan merekrut 127 tenaga pendidik baru secara bertahap mulai 2026. Kebijakan ini diambil untuk mengatasi kekurangan guru akibat pensiun, terutama di sejumlah sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Abdu Safa Muha, menyebut rekrutmen tidak dilakukan sekaligus karena masih menunggu proses administrasi, termasuk koordinasi dengan BKPSDM dan persetujuan teknis dari BKN.
“Pelaksanaannya bertahap, sebagian 2026 dan sisanya 2027. Ini terkait prosedur administrasi,” ujarnya.
Pemkot memilih skema perekrutan melalui belanja jasa agar tidak berdampak pada Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) guru yang sudah ada.
“Kalau dipaksakan sekaligus, bisa memengaruhi TPP. Itu yang dihindari,” jelasnya.
Guru yang direkrut nantinya akan menerima gaji setara Upah Minimum Kota (UMK) Bontang, sekitar Rp3,7 juta per bulan. Pembiayaan akan bersumber dari Dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda).
Untuk mendukung program ini, alokasi Bosda juga akan ditingkatkan dari sekitar Rp900 ribu menjadi Rp1 juta per siswa per tahun.
Selain itu, rekrutmen akan memprioritaskan warga ber-KTP Bontang dengan mekanisme seleksi terbuka melalui kanal resmi pemerintah.
Saat ini, jumlah guru di Bontang mencapai 2.853 orang dari jenjang PAUD hingga SMA sederajat, sementara tenaga kependidikan berjumlah 775 orang. (ak)







