• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

Tak Lolos Seleksi Tentara, Pilih Mengabdi Jadi Guru 

by BontangPost
6 Februari 2017, 21:23
in Feature
Reading Time: 2 mins read
0
Parmono (BAMBANG/BONTANG POST)

Parmono (BAMBANG/BONTANG POST)

Share on FacebookShare on Twitter

 

Kisah Inspiratif Warga Bontang: Parmono (156)

Menjadi guru dan dai sejatinya sudah cita-cita Parmono sejak kecil. Seiring berjalannya waktu, Parmono tidak hanya ditakdirkan sebagai guru, melainkan juga sebagai perintis berdirinya sekolah yang dia pimpin saat ini, MTs Al-Ikhlas.

Bambang, Bontang

BEBERAPA tahun setelah lulus dari bangku sekolah, Pria kelahiran Sleman 47 tahun silam ini sempat ditawari oleh pamannya hijrah ke Kalimantan untuk didaftarkan masuk tentara. Walau saat itu keinginanya bertentangan apa yang dia cita-citakan, namun baginya kala itu tak ada salahnya untuk mencoba peruntungan. Menjalani tes di Kota Minyak Balikpapan, rupanya nasib berkata lain. Parmono dinyatakan tidak lolos saat seleksi terakhir.  “Jatuhnya saat tes Pantukhir. Tes ini merupakan penentuan terakhir,” kenangnya.

Karena tidak lolos, akhirnya anak dari pasangan Sajiman dan Samsu Rijah (alm) ini memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya, dengan berkuliah di IAIN Antasari Samarinda.

Selama menempuh bangku kuliah, untuk membiayai hidup ataupun biaya pendidikannya, Parmono memutuskan kuliah sambil bekerja. Di sela-sela waktu kosong kuliahnya, suami Lurah Satimpo Reni Eka Wahyuni itu juga menjadi tenaga pendidik di MTs Normal Islam dan SMP PGRI Samarinda. Selain itu, Parmono juga ‘nyambi’ bekerja sebagai tenaga honorer di Kantor Gubernur kaltim.

“Setelah lulus kuliah, baru mendaftar sebagai pegawai di Kementerian Agama. Saat itu kebetulan ada pembukaan lowongan untuk pegawai. Setelah ikut tes, Alhamdulillah lulus,” tuturnya.

Saat dinyatakan diterima, bapak tiga anak itu langsung ditempatkan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bulungan, Kalimantan Utara. Mengabdi di sana selama empat tahun, pada tahun 2001 Parmono dimutasi mengajar di MTs Darul Da’wahwall Irsyad (DDI) Bontang. Di MTs DDI sampai 2006, selain mengajar, Parmono juga diamanahi sebuah jabatan sebagi wakil kepala sekolah.

“Saat dimutasi itulah pertama kali saya mengenal Bontang,” kata dia.

Di 2006, alumnus Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda Manajemen Pendidikan itu kemudian dipindah mengajar ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bontang. Walau statusnya sebagai pendidik kala itu, namun tahun 2007 sudah diminta untuk merintis berdirinya Madrasah Ibtidaiyah Al-Ikhlas di Bontang. Usai MTs berdiri, barulah di 2009 dirinya mendapat Surat Keputusan (SK) dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Kaltim menjadi Kepala Madrasah definitif MTs Al-Ikhlas.

“Awal berdiri tidak langsung punya gedung. Saat itu kami masih numpang di MAN Selama enam bulan,” ungkap pria yang juga sebagai dosen di STIT Syam tersebut.

Namun berkat usaha sungguh-sungguh dari seluruh komponen madrasah serta bantuan-bantuan dari luar seperti perusahaan dan pemerintah, lambat laun lokasi yang sebelumnya berupa hutan bakau itu perlahan mulai ‘disulap’ menjadi gedung-gedung sekolah.

Baginya, kunci bisa sukses merintis MTs Ikhlas dari nol adalah dengan bekerja secara semangat disertai rasa tanggung jawab. Dirinya pun selalu menanamkan kultur disiplin, berakhlakul karimah, serta kecerdasan imtaq dan iptek kepada peserta didiknya. Hal ini dialakukan karena dia yakin hal tersebut dapat menjadi modal bagi muridnya untuk menjalani kehidupan di masyarakat.

“Harapannya semoga MTs Al-Ikhlas bisa menjadi MTS yang terus unggul. Alhamdulillah nilai Ujian Nasional (UN) MTS Al-ikhlas selalu paling tinggi diantara MTs lainnya yang ada di Bontang,” tukasnya. (bersambung)

Biodata

Nama              : Parmono S.Ag, M.Pd.

TTL                  : Sleman, 12 Agustus 1970

Alamat            : Jalan Pontianak II, RT 23, Kelurahan Gunung Telihan

Istri                  : Reni Eka Wahyuni, SE

Anak               : Rifa Nur Azizah, Indah Nur handayani

  • Muhammad Afnan Atma Nugraha

Orang tua       : Sajiman – Samsu Rijah (alm)

Pendidikan     : S1 IAIN Antasari Samarinda Fakultas Tarbiyah jurusan PAI

S2 Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda Manajemen Pendidikan

Motto Hidup      : Bekerjalah dengan Semangat, Jangan Iri Hati, Jaga Keikhlasan.

ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Teratas di Bursa Cawagub, Adi Darma Wait and See 

Next Post

Sertifikasi Khatib Sebatas Wacana, Setuju Bila Positif dan Sesuai Syariat

Related Posts

Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine
Kesehatan

Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine

31 Oktober 2026, 19:05
Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat
Bontang

Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

31 Oktober 2026, 15:33
Jatam Soroti Ancaman Tambang dan Sawit terhadap Habitat Badak Pari di Mahulu
Kaltim

Jatam Soroti Ancaman Tambang dan Sawit terhadap Habitat Badak Pari di Mahulu

31 Oktober 2026, 14:10
25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah
Bontang

25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

31 Oktober 2026, 11:23
Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang
Kriminal

Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

31 Oktober 2026, 10:54
3.485 Pekerja di Kaltim Terdata Kehilangan Pekerjaan, Penyebabnya Masih Ditelusuri
Kaltim

3.485 Pekerja di Kaltim Terdata Kehilangan Pekerjaan, Penyebabnya Masih Ditelusuri

31 Oktober 2026, 10:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.