SANGATTA – Komite Olahraga Nasioanal Indonesia (KONI) Kutim meminta atlet dan pelatih di masing-masing cabor terus memacu kemampuan untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim IV/2018. Salah satu caranya dengan mengikuti kejuaraan di tingkat nasional sebelum Porprov dihelat.
Sekretaris KONI Kutim Ismaun mengatakan, atlet memerlukan laga tanding di tingkat nasional untuk membaca kekuatan musuh.
“Minimal satu kali mengikuti event nasional atau internasional sebelum Porprov digelar. Bisa di tahun ini atau di tahun depan,” kata Ismaun, ditemui di kantornya, Senin (6/2) kemarin.
Selain untuk menambah jam terbang dan melihat kualitas musuh, mengikuti event nasional juga diharapkan dapat menambah pundi-pundi prestasi bagi atlet. Hal ini tentunya sekaligus mengharumkan nama Kutim yang akan menjadi tuan rumah Porprov Kaltim IV/2018.
“Karena kami di KONI memang untuk pembinaan prestasi,” katanya.
Di sisi lain, salah satu hal yang kerap menjadi kendala bagi cabor mengikuti event nasional adalah persoalan ketersedian anggaran. Itu sebabnya, KONI Kutim akan ikut berjuang untuk mengatasi persoalan tersebut.
“Kami juga akan ikut perjuangkan,” tegasnya.
Dia menyampaikan di tahun ini memang akan digelar Pra Porprov. Seluruh peserta wajib mengikuti ajang tersebut, kecuali tuan rumah.
“Kutim sebagai tuan rumah hanya akan ikut untuk pertandingan eksebisi atau uji tanding, ya semacam itulah,” ujar Ismaun.
Pelaksanaan Pra Porprov sendiri tidak wajib dilaksanakan oleh tuan rumah. Bisa saja digelar oleh daerah lain.
“Bisa di Samarinda, Bontang, atau daerah lain.Tapi kami masuk dalam kepanitian di daerah yang menggelar Porprov itu, kami tetap melakukan backup dan pendampingan,” urainya.
Sejauh ini, sambung Ismaun, pihaknya sudah mendata ada 43 cabor yang siap dipertandingkan di Porprov. Akan tetapi, data tersebut masih bisa berubah, karena saat ini proses pendataan masih berjalan.
“Kemungkinan akan bertambah. Saat ini kami masih pendataan, memang butuh proses. Seperti diketahui, saat ini KONI masih masa transisi pengurus. Kemudian pelantikan baru kami rencanakan di minggu ketiga bulan ini. Setelah itu selesai, bisa dibilang kami harus siap bekerja 24 jam untuk persiapan ini nantinya,” pungkas Ismaun. (hd)






