SANGATTA – Pasar Sangatta Selatan (PSS) menjadi salah satu pekerjaan rumah, bagi pemimpin saat ini. Setelah pemimpin terdahulu belum mampu untuk menyelesaikan kompleksnya permasalahan di salah satu pasar tertua di Kutim itu.
Meski bangunan pasar telah berdiri megah di Kecamatan Sangatta Selatan, namun mayoritas pedagang tetap memilih berjualan di sepanjang jalan. Berbagai program telah dicoba oleh pemerintah terdahulu, akan tetapi, pedagang tetap bersikukuh berjualan di tepi jalan raya. Alhasil, pasar dua lantai yang dibangun sejak 2008 tersebut, kini tak berpenghuni.
Menyikapi persoalan tersebut, Bupati Kutim yang bersama Camat serta Kades Sangatta Selatan, langsung berkeliling pasar dari lapak ikan hingga jajanan, sembari berdialog dengan pedagang. Dari hasil dialog, Bupati memerintahkan Camat agar menampung semua aspirasi pedagang.
“Jadi saya minta Camat untuk menampung semua permintaan pedagang. Sehingga, didapatkan win-win solution yang menguntungkan semua pihak,” ujar Bupati Ismunandar.
Bupati akan menerapkan metode dan ilmu yang didapatkannya dari studi di beberapa tempat di indonesia dan luar negri.
“Studi ke Eropa maupun Jakarta, yang menerapkan sistem open market yang dibatasi oleh waktu. Setelah waktu habis maka lokasi dibersihakn dan dapat digunakan untuk yang lain. Serta, penerapakn konsep open market yang memiliki hall. Dimana seluruh pedagang diletakan di satu tempat, yang dipisah berdasarkan jenis barang dagangan, sehingga tidak ada lagi iri-irian,” katanya.
Bupati juga berharap kepada Camat dapat segera bergerak cepat mengkomunikasikan dengan pedagang dan masyarakat. “Sehingga begitu jembatan yang menghubungkan Sangatta Selatan dan Utara rampung, maka tidak ada lagi pedagang yang berjualan di jalan,” katanya.
Pasca seluruh pedagang tertata, Bupati memiliki keyakinan pasar Sangatta Selatan dapat menjadi obyek Wisata dan pusat perekonomian besar bagi masyarakat. Rasa optimis tersebut mencuat setelah akan dibangunkannya jembatan pengubung antara dua kecamatan tersebut. “Kita yakin Sangatta Selatan akan maju dan ramai,” katanya.
Sementara itu, Ridwan, warga Sangatta Selatan meminta kepada pemerintah untuk secepatnya membuatkan jembatan penghubung. “Jembatan sangat membantu sekali. Pertama pada saat banjir. Kalau ponton tidak akan mampu mengangkut. Kemudian, akan melancarkan roda perekonomian masyarakat dan tentunya, Sangatta Selatan juga akan ramai,” kata Ridwan. (dy)






