SAMARINDA – Kasus asusila dengan korban pelajar perempuan terungkap. Cantik (16)–bukan nama sebenarnya–jadi korban kebiadaban empat pemuda, DS (24), Muhammad Arip (21), Londo (23), dan Maulana alias Nonok (20).
Cewek yang bersekolah di SMA kawasan Kecamatan Palaran itu diperkosa bergiliran, di kantin sekolah Jalan Trikora, Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Palaran.
Sedianya perbuatan tersebut terjadi pada Oktober 2016. Namun kepolisian baru mengungkap kasus tersebut ke media, Senin (6/2) kemarin. Itu setelah aparat berhasil meringkus tiga dari empat pelaku yang diketahui sempat melarikan diri ke luar Samarinda. Sementara DS, dalang perbuatan tersebut, masih dalam pengejaran.
Kanit Reskrim Polsekta Palaran, Ipda Nodi Benyamin Ratak menjelaskan, berdasarkan kesaksian korban, dia tidak bisa melawan ketika mulai digerayangi karena diancam pelaku. Ditambah pula, kunci motor Cantik disita oleh DS. “Itu yang membuat korban ketakutan,” sebut Nodi.
Sementara itu, Arip, mengaku sempat dua kali menyetubuhi Cantik pada saat kejadian. “Tahu ujungnya seperti ini, mana mau saya ikut-ikut,” ucap Arip.
Nodi melanjutkan, kejadian tersebut bermula ketika Cantik dihubungi DS. Saat itu, DS minta dijenguk karena mengaku tengah sakit. Sempat menolak, Cantik baru manut ketika dibujuk. Hanya, setiba di tempat bertemu, DS ternyata sehat-sehat saja. Cantik yang kesal merasa ditipu hendak pulang. Namun, kunci motornya keburu dirampas DS.
“Korban sempat berusaha melawan, namun tidak berani teriak karena sejumlah pakaian sudah dilucuti,” tambah Nodi. Selepas berbuat, DS menyerahkan kunci motor dan menyuruh Cantik pulang.
Setibanya di rumah, korban menceritakan kejadian tersebut kepada keluarga, dilanjutkan membuat laporan ke kepolisian. Namun, setelah ditelusuri, pelaku keburu kabur ke luar kota. Sementara DS, tidak bisa dipastikan di mana keberadaannya.
Berselang tiga bulan, polisi baru mendapat informasi Arip kembali ke Samarinda. Di kediamannya kawasan Kecamatan Samarinda Seberang, dia diamankan. Lewat keterangan Arip, polisi kemudian berhasil meringkus Londo dan Maulana yang sedang berada di PPU.
“Anggota masih mengejar yang buron, semua identitas mendetail pelaku sudah kami kantongi,” jelas Nodi. (*/dra/ndy/kpg/gun)






