BONTANG – KRI Tatihu-853 singgah di Bontang. Kapal perang buatan dalam negeri untuk buang sauh di Dermaga Badak LNG, Rabu (31/10). Kapal perang yang dibuat pada 2015 itu dilengkapi dua senjata metraliur kaliber 12,7 milimeter, dan sebuah meriam 30 milimeter laras tunggal.
Komandan KRI Tatihu-853 Mayor Laut (P) Nurwahidin menjelaskan, kedatangan mereka ke Bontang untuk patroli keamanan laut. Mengingat Bontang dan Kutim masuk dalam wilayah Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II di Selat Makassar.
“Selain patroli, kami juga melaksanakan perbaikan dan pengisian air tawar guna mendukung kegiatan operasi selanjutnya,” ungkapnya, sesaat setelah kapal bersandar.
Nurwahidin menegaskan, keberadaan KRI Tatihu-853 juga untuk menjamin keamanan dari pengguna laut, baik itu sipil atau instansi yang melakukan kegiatan di laut. Seperti penangkapan ikan secara ilegal atau pelanggaran laut lainnya. “Kami melaksanakan tindakan untuk pencegahan lebih dini dalam menjaga keamanan laut,” tegasnya.
Dia mengaku, untuk pengamanan laut di wilayah Sangatta dan Bontang, pihaknya berkoodinasi dengan Lanal Sangatta. “Kemarin (Selasa, Red) kami menangkap kapal dengan rute Samarinda-Balikpapan. Kapal tersebut sudah kami amankan karena tidak memenuhi administrasi kelengkapan dokumen kapal. Sedangkan untuk kapal asing, untuk saat ini belum ada,” pungkasnya. (ver)
Spesifikasi KRI Tatihu-853
Panjang: 46,30 Meter
Berat: 442 Grosston
Lebar: 7,10 meter
Bahan: Alumunium
Kecepatan Ekonomi: 17 Knot
Kecepatan Jelajah: 20 Knot
Kecepatan Maksimal: 24 Knot
Senjata: 2 Mitraliur Kaliber: 12,7 Milimeter
1 Meriam Laras Tunggal: 30 Milimeter
Catatan Redaksi: Ada perubahan judul dan isi berita, yang sebelumnya “KRI Tahitu” dikoreksi menjadi “KRI Tatihu”. Dengan demikian kesalahan telah dikoreksi.







