• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

RS Swasta dan Pelat Merah Umbar “Dosa”

by BontangPost
27 November 2018, 17:20
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
DENGAR PENDAPAT: Polemik Pembangunan RS Tipe D masih berlanjut. Kedua pihak, baik RS swasta dan RSUD pun dipertemukan dalam rapat dengar pendapat, Senin (26/11).(Adiel Kundhara/Bontang Post)

DENGAR PENDAPAT: Polemik Pembangunan RS Tipe D masih berlanjut. Kedua pihak, baik RS swasta dan RSUD pun dipertemukan dalam rapat dengar pendapat, Senin (26/11).(Adiel Kundhara/Bontang Post)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Pembangunan fasilitas kesehatan berupa dua rumah sakit (RS) tipe D justru dilihat sebagai kabar tidak mengenakkan bagi RS swasta. Tentunya, hal ini berimbas kepada pemasukan yang diterima oleh manajemen RS swasta.

Ketua Komisariat Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Bontang, Yuniarti Arbain mengatakan, pembangunan RS tipe D akan mematikan RS swasta. Bukan secara operasional saja, tapi juga karyawan.

“Jadi banyak yang menjadi pertimbangan terkait pembangunan RS tipe D ini,” kata perempuan yang juga Direktur RS Amalia, pada rapat dengar pendapat, Senin (26/11).

Ia memaparkan, penolakan ini erat kaitannya dengan mekanisme rujukan. Pasalnya, dari fasilitas kesehatan tingkat I , maka pasien akan dirujuk ke RS tipe D terlebih dahulu.

Berdasarkan pemetaan yang dilakukannya,  jika pasien pertama berobat ke Puskesmas Bontang Utara I, secara otomatis bakal menuju RS tipe D yang wacananya berlokasi di eks kantor Diskes-KB. “Karena jaraknya sangat dekat dibandingkan RS tipe D lainnya,” ungkapnya.

Baca Juga:  POSSI Bontang Target Empat Emas 

Yuyun pun sepakat menjadikan RSUD Taman Husada sebagai mitra dari RS swasta. Mengingat rujukan pasien pun selalu dilakukan dari RS swasta yang secara klasifikasi tipenya berada di bawah RSUD Taman Husada.

Akan tetapi, ia menilai perlu adanya peninjauan sehubungan klasifikasi yang disandang RSUD Taman Husada, apakah sudah dipenuhi beberapa aspek atau belum. Menurutnya ada 6 dokter spesialis yang belum dilengkapi, yakni patologi anatomi, orthopedi, urologi, bedah syaraf, bedah plastik, dan kedokteran forensik.

“Menurut saya lebih ke melengkapi beberapa fasilitas yang belum ada daripada membangun RS tipe D,” tuturnya.

Pada akhir pertemuan, Yuyun meminta agar RS tipe D yang berada di pusat kota tidak terealisasi. Ia pun mengikhlaskan jika pemerintah hendak membangun RS tipe D di Bontang Lestari.

Baca Juga:  Matahari Melintas di Atas Kakbah, Momentum Umat Muslim untuk Perbaiki Arah Kiblat

Sementara, Plt Direktur RSUD Taman Husada dr I Gusti Made Suhardika mengatakan, pihaknya selalu berbenah diri terkait dengan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Sehubungan dengan beberapa dokter spesialis yang belum ada, diakuinya karena minimnya peminat.

“Akhirnya kami mengubah skema dengan menyekolahkan beberapa dokter untuk menempuh spesialis tersebut,” kata Gusti.

Nada “pedas” justru terlontar dari Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr Toetoek Pribadi Ekowati, ia berpendapat wajar jika RS swasta berfikir ke arah bisnis. Pasalnya, RS swasta tidak mendapat bantuan anggaran dari pemerintah daerah.

Sementara di sisi pemerintah, kesehatan merupakan urusan wajib. Hal ini dibuktikan anggaran untuk kesehatan sejumlah 10 persen dari total APBD. Kondisi ini membuat banyak masyarakat komplain terhadap pelayanan RS swasta.

Baca Juga:  Kemenhub Potong Bak Truk “Obesitas”

“Salah satunya berkenaan dengan antrean yang panjang di RS swasta,” kata Toetoek.

Plt Kepala Diskes-KB dr Bahauddin pun menengahi kedua belah pihak. Agar tidak saling menyerang terhadap kesalahan yang terjadi di instansi lain. “Jangan umbar dosa di depan publik,” kata Bahauddin.

Sehubungan dengan wacana pembangunan RS tipe D, ia meminta agar seluruh pihak menunggu hasil fisibility study (fs). Bahauddin juga menyebut Diskes-KB tidak melakukan intervensi terhadap proses kajian fs yang dilakukan akademisi.

Saat ini dipaparkannya, peserta jaminan kesehatan dari pemerintah pusat di Bontang persentasenya mencapai 99 persen. “Artinya, Bontang sudah mencapai universal health coverage, di mana capaian tersebut didapat jika sudah di atas 95 persen angka perserta jaminan,” tukasnya.  (ak)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: bontangPolemik RS Tipe D
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

WiFi Gratis Sasar Loktuan, Ada 49 Titik, Pertama di Indonesia 

Next Post

Legislator Pilih Tunggu Kajian

Related Posts

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November
Kaltim

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November

15 November 2025, 13:00
Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025
Bontang

Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025

6 Oktober 2025, 09:00
Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes
Kriminal

Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes

20 Desember 2023, 12:00
Ganti Jargon, Lampu Hias Bontang Jago Dicopot
Bontang

Ganti Jargon, Lampu Hias Bontang Jago Dicopot

23 Januari 2022, 17:23
Padat Penduduk, Berikut Protokol Penanganan Covid-19 di Rusun Api-Api
Bontang

Penghuni Rusunawa Api-Api Diduga Terpapar Covid-19 dari Pesta Pernikahan

21 Oktober 2020, 12:18
UPZ Yabis Buka Pelayanan 24 Jam
Bontang

Zakat Fitrah Wilayah Bontang Diprediksi Naik

18 April 2020, 08:00

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.753 Warga Bontang Tak Lagi Ditanggung BPJS Gratis dari Pusat, Ini Solusi Pemkot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dishub Bontang Siapkan Penataan Parkir Kafe di Tanjung Laut Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Bontang Berulah Lagi, Uang Curian Rp20 Juta Ludes untuk Judi Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.