SANGATTA- Sejak 2006 lalu, Pemkab Kutim, tak lagi memprogramkan transmigrasi. Bahkan pada 2019 nanti, pemerintah pun tak memasukkan transmigrasi ke dalam program Pemkab Kutim. Kepastian ini dikatakan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutim, Darius Jiu.
“Belum ada program transmigrasi. Terakhir 2005. Terakhir di Desa Tepian Langsat Kecamatan Bengalon,” ujar Jiu.
Hal ini dikarenakan sampai saat ini tak ada yang meminta Kutim sebagai lokasi transmigrasi. Padahal, pihaknya siap menampung warga yang akan hijrah ke Kutim. “Termasuk warga Palu yang beberapa waktu lalu terkena gempa dan tsunami. Kami siap saja menampungnya,” kata mantan Sekretaris Disperindag itu.
Hal ini diaminkan Bupati Kutim, Ismunandar. Pemkab Kutim, mengaku siap menampung para korban Palu. Bahkan, dirinya sudah memerintahkan kepada Disnaker dan Tata Ruang untuk membicarakan hal tersebut.
“Rencananya para korban tersebut akan diarahkan ke daerah pesisir Kutim atau daerah yang belum banyak penduduknya seperti Kecamatan Sandaran, Kaubun, dan Kenyamukan,” kata Ismu.
Selain itu, Pemkab Kutim akan menyiapkan lahan beserta bibit tanaman untuk mereka bercocok tanam. Sehingga, mereka tak hanya tinggal di Kutim, akan tetapi bercocok tanam.”Jadi kami siapkan semaunya. Apalagi, Palu cukup dekat dengan Kutim,” katanya. (dy)







