WALI Kota Bontang Neni Moerniaeni meminta masyarakat dan seluruh stakeholder di Bontang untuk tidak terlena. Atas diraihnya kembali penghargaan paling bergengsi dalam bidang kebersihan kota dan lingkungan, Piala Adipura periode 2017-2018 dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) RI.
Dalam hal ini, Neni menyoroti masih adanya lingkungan kelurahan dan RT yang masih kotor di Bontang. “Untuk kelurahan-kelurahan atau RT-RT yang masih belum bersih lingkungannya, kami selalu mengimbau dengan gerakan Jumat Bersih. Adipura yang kesepuluh ini merupakan cambuk buat kita untuk lebih menjaga lingkungan,” ujarnya, Selasa (15/1/2019).
Neni menyebut, masih banyak titik pantau yang harus diperbaiki demi mempertahankan Adipura. Pasalnya, dari titik pantau Adipura inilah Bontang meraih poin penilaian yang tinggi. Dia mengurai, salah satu titik pantau yang mendapat poin tinggi yaitu sanitary landfill di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Bontang Lestari.
“Tidak semua kabupaten/kota atau provinsi di Indonesia punya sanitary landfill. Jadi saya bersyukur di 2003 Pak Sofyan (wali kota pertama Bontang) sudah membangun sanitary landfill. Karena itu salah satu poin kita jadi tinggi. Khususnya dalam pemilahan sampah,” terang Neni.
Kata dia, ke depan Pemkot Bontang akan lebih serius menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. Salah satunya melalui program kali bersih dan juga program laut bersih. Untuk mewujudkan program ini, pemkot telah membeli ekskavator long arm dan juga ekskavator amfibi.
“Karena laut di Bontang juga, pesisir pinggirnya itu banyak yang dangkal. Sudah berpuluh tahun mungkin tidak pernah dilakukan pembersihan,” sebutnya.
Dengan ekskavator amfibi ini, Neni meyakini bakal menjadi salah satu upaya drainase. Sehingga ketika kalinya bersih, air sungai bisa mengalir menuju laut. Pun demikian, alirannya tidak terhambat di laut karena lautnya sudah tidak dangkal. “Dan juga bisa mengalir lebih jauh,” tambah dia.
Selain Piala Adipura, Pemkot Bontang tahun ini juga memperoleh dua penghargaan lainnya. Yakni Piala Nirwasita Tantra Green Leadership untuk Wali Kota Bontang dan Nirwasita Tantra Green Leadership untuk DPRD Bontang.
Sebagai informasi, pada tahun lalu Bontang gagal mendapatkan Piala Adipura. Kegagalan ini lantaran sanitary landfill tidak ditutup top soil atau tanah pada pembuangan sampah. Selain itu, beberapa permukiman juga mendapat penilaian buruk. Kegagalan ini berhasil dijawab dengan keberhasilan meraih Adipura di tahun ini. (luk)







