• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

WASPADA!! Ngaku Pengusaha, Korban Teperdaya

by M Zulfikar Akbar
22 Januari 2019, 19:00
in Kaltim
Reading Time: 3 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA-Minggu (20/1), menjelang petang, di Jembatan Mahakam. Penumpukan kendaraan sengaja dilakukan. Bukan untuk mengganggu perjalanan, tujuannya menangkap pelaku kejahatan. Sindikat penipuan yang melibatkan tiga orang, satu di antaranya perempuan. Satu pelaku berdalih sebagai warga negara asing (WNA) asal Brunei Darussalam, dan ingin menjalin kerja sama usaha telur asin. Selain itu mengaku mampu menggandakan uang dan perhiasan.

Pelakunya adalah Ismail Taufik (46), Anto Camma (42), dan Wati (50). Dari kota ke kota, ketiganya mulus menjalankan aksi penipuan. Kiprah para pelaku akhirnya putus setelah diringkus. Di Jembatan Mahakam, sisi Samarinda Kota, polisi membuat ketiganya tak berdaya.

Ismail fasih berbahasa Melayu. Maklum, hampir lima tahun dia tinggal di negeri jiran. Bekerja sebagai tukang potong kayu. Berlagak layaknya pengusaha, Ismail jadi otak kejahatan sindikat penipuan. Dan menyebut berasal dari Brunei Darussalam. Dia seolah yang mengatur semua skenario penipuan tersebut. Pria berambut cepak itu pula yang memulai semua percakapan awal dengan calon korbannya.

Wati, berperan mencari tempat dan target sasaran. Agar tak mudah diketahui sedang beraksi, komplotan penipu itu selalu mencari tempat-tempat yang ramai. “Minimarket dan memang memilih perempuan untuk jadi korban,” ujar perempuan paruh baya asal Malang, Jawa Timur tersebut.

Baca Juga:  Peralihan SMA/SMK Belum Maksimal

Modus awalnya adalah Ismail berpura-pura bertanya tentang penjual telur asin ke korbannya. Salah satu korban yang melapor adalah Jumiati Aksyam (36), warga Jalan P Bendahara, Kelurahan Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang.

Tepatnya saat Jumiati hendak belanja di salah satu minimarket di Jalan Sultan Hasanuddin, Samarinda. “Ya saya tanya dia, di mana orang menjual telur asin. Logatnya Melayu,” sebut Ismail. Tak lama berselang, datang Wati dan Anto mendekat. “Kami seolah-olah tidak kenal semua,” sambungnya.

Hanya dengan permainan kata-kata, Jumiati seolah terhipnotis dengan kalimat demi kalimat yang diucapkan. Korban terbujuk dibawa ke mobil yang digunakan ketiganya sebagai fasilitas beraksi.

Bisnis telur asin terabaikan, Ismail merasuki korbannya dengan mustika. “Saya mampu mengobati orang sakit. Menggandakan uang juga bisa, pakai mustika,” sebutnya. Agar korbannya lebih percaya, dua butir kristal mustika diarahkan ke telapak tangan korban. “Saya bilang, kalau di tangan ibu (korban) sangat bercahaya,” jelas Ismail saat menyebutkan ke petugas di hadapan awak media.

Baca Juga:  Si Jago Merah Sudah Tiga Kali Marah di Tengah Malam

Jumiati yang dianggap memiliki harta melimpah, lantaran terlihat dengan mengenakan emas, tergiur penawaran Ismail. Bahwa pelaku bisa menggandakan uang dan perhiasan. Dengan catatan, uang dan perhiasan milik korban itu harus dimasukkan ke tas yang sudah disediakan. “Kami sudah siapkan tas yang sama persis dengan tas yang digunakan korban untuk mengisi uang dan emas. Tapi di dalamnya diisi gumpalan tisu,” jelasnya.

Ismail yang berpura-pura menjadi WNA itu menyebut, Anto bertugas menukar tas tersebut. “Tas berisi tisu diberikan ke korban. Lalu kami bilang, tas jangan dibuka hingga waktu yang telah ditentukan,” tegas Ismail.

Selain itu, sindikat penipuan itu juga memainkan kata-kata untuk bisa menguras uang di anjungan tunai mandiri (ATM). “Kalau beruntung ada uangnya bisa diambil juga, tapi kalau enggak ada tak masalah,” timpal Anto. Selalu menjalankan aksinya bertiga, sindikat mereka beraksi cukup rapi. “Setelah berkeliling, atau mengambil uang dan perhiasan, ya kami langsung pergi,” terangnya.

Baca Juga:  Andi Harun Protes ke Pemprov Kaltim, 49.742 Warga Miskin Samarinda Terancam Kehilangan JKN

Sementara itu, Kapolsek Samarinda Seberang Kompol Fatich Nurhadi mengatakan, di Kota Tepian para pelaku sudah beraksi tiga kali. Wilayah hukum Polsek Sungai Pinang, Samarinda Ulu, dan Samarinda Seberang. “Di daerah Seberang sudah dua kali,” tegasnya Fatich.

Namun, bukan hanya di Samarinda, aksinya lintas provinsi. Sumatra, Jawa, hingga Kaltim. “Aksi terakhir di Sangatta. Seharusnya pagi ini (kemarin) mereka terbang ke Makassar,” sambung Fatich.

Sudah berulang beraksi, para pelaku berdalih hasilnya tak seberapa. “Miliaran ada,” sebut perwira melati satu tersebut. Barang bukti ratusan gram emas, uang Rp 46,3 juta, dan belasan ATM. Perwira yang juga sebagai dosen itu menjelaskan, penawaran bisnis telur asin adalah modus sebagai pembuka pembicaraan untuk berusaha memengaruhi korban.

Ditegaskan Fatich, pihaknya masih mendalami perkara sindikat penipuan tersebut. “Korban di daerah lain masih banyak. Kami juga masih cari yang lain,” pungkasnya. (*/dra/rom/k15/kpg)

Tags: penipuansamarinda
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Warga Tanjung Laut Indah Diringkus, 8 Bungkus Sabu-Sabu Diamankan

Next Post

Kampanye di Rumah Ibadah, Calon Anggota DPRD Jadi Tersangka

Related Posts

Modus QRIS Palsu di Bontang Terbongkar, Stok Rokok Ludes tapi Uang Tak Masuk
Kriminal

Modus QRIS Palsu di Bontang Terbongkar, Stok Rokok Ludes tapi Uang Tak Masuk

7 Oktober 2026, 09:50
Polres Bontang Pastikan Kasus Dugaan Investasi Proyek yang Menyeret Istri Polisi Tetap Diproses
Kriminal

Polres Bontang Pastikan Kasus Dugaan Investasi Proyek yang Menyeret Istri Polisi Tetap Diproses

2 Agustus 2026, 17:24
Samarinda Half Marathon Batal Digelar, Dua Terduga Penyelenggara Akhirnya Serahkan Diri ke Polisi
Kaltim

Samarinda Half Marathon Batal Digelar, Dua Terduga Penyelenggara Akhirnya Serahkan Diri ke Polisi

24 Juni 2026, 18:28
Nasabah Rugi Rp1 Miliar, Pegawai Bank di Bontang Dilaporkan atas Dugaan Investasi Bodong
Bontang

Nasabah Rugi Rp1 Miliar, Pegawai Bank di Bontang Dilaporkan atas Dugaan Investasi Bodong

6 Juni 2026, 13:02
Anak Buah Mengelabui Bos Material di Bontang, Rp108 Juta Hasil Penjualan Dipakai Judi Online
Kriminal

Anak Buah Mengelabui Bos Material di Bontang, Rp108 Juta Hasil Penjualan Dipakai Judi Online

10 Mei 2026, 20:41
Wanita Bontang Ditipu Pria Ngaku Pengusaha Tambang, Modus Bergaya Sultan Rugikan Rp1,1 Miliar
Kriminal

Wanita Bontang Ditipu Pria Ngaku Pengusaha Tambang, Modus Bergaya Sultan Rugikan Rp1,1 Miliar

30 April 2026, 14:33

Terpopuler

  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemadaman Listrik Ganggu Usaha Kuliner Bontang, Mesin Kopi Rusak hingga Pesanan Batal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Disdikbud Bontang Beri Opsi PJJ, Sekolah Diminta Sesuaikan Kondisi Kabut Asap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.