• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Pengungsi Bima Darurat Permakanan dan Air Bersih

by M Zulfikar Akbar
25 Desember 2016, 08:37
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
Sejumlah warga berada dekat jembatan yang ambruk diterjang banjir di Kelurahan Kodo, Kecamatan Rasana'e Timur, Kota Bima, NTB, Kamis (22/12). Banjir yang terjadi akibat meluapnya air sungai Padolo ini melumpuhkan seluruh aktifitas warga di Bima. (ANTARA FOTO/Didin/AS/foc/16.)

Sejumlah warga berada dekat jembatan yang ambruk diterjang banjir di Kelurahan Kodo, Kecamatan Rasana'e Timur, Kota Bima, NTB, Kamis (22/12). Banjir yang terjadi akibat meluapnya air sungai Padolo ini melumpuhkan seluruh aktifitas warga di Bima. (ANTARA FOTO/Didin/AS/foc/16.)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA — Dampak banjir susulan di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terjadi Jumat (23/12) ternyata jauh lebih parah. Hantaman banjir menyebabkan banyak bangunan rusak dan ratusan ribu warga mengungsi. Selain membutuhkan bantuan makanan, kebutuhan air bersih juga mendesak untuk dipenuhi.

Agung Pramuja, Kasi Tanggap Darurat BPBD NTB menuturkan, banjir susulan ini terjadi tiba-tiba. Dampaknya pun lebih parah karena tekanan air jauh lebih keras. Sehingga, menyebabkan banyak bangunan retak. “Lumpur dari sungai yang dibawa pun jauh lebih besar dari banjir pertama. ketebalannya sampai 30 cm,” tuturnya pada koran ini kemarin (24/12).

Kondisi ini praktis membuat perekonomian lumpuh total. Pasar yang tadinya selamat dari terjangan banjir bandang pertama pada Rabu (21/12), ikut terendam. akses jalan terputus karena ketebalan lumpur. Listrik pun kembali padam pasca berhasil dipulihkan dari banjir pertama.

Baca Juga:  Banjir Bandang dan Longsor Kembali Terjang Agam, Jalur Bukittinggi–Maninjau Lumpuh

“Banjir hari ini (Sabtu, red) sudah surut di beberapa tempat. Sekarang konsentrasi kami lebih ke logistik para pengungsi ini. karena pasar dan toko terendam sehingga logistik habis,” ujarnya.

selain persoalan permakanan, para pengungsi juga mengalami krisis air bersih. Lumpur yang terbawa banjir sudah menutup hampir seluruh sumur air warga. “Air ini sangat dibutuhkan baik untuk minum maupun untuk membersihkan lumpur yang sangat tebal,” jelasnya.

Dari data yang dikumpulkan BNPB, sudah 104.378 jiwa yang mengungsi akibat banjir yang terjadi. Mereka awalnya sudah kembali ke rumah namun harus kembali mengungsi karena banjir susulan yang terjadi. Adapun mereka berasal dari 5 kecamatan (33 kelurahan), yakni Kecamatan Rasanae Timur (4 kelurahan) dengan jumlah penduduk mengungsi 3.581 jiwa, Kecamatan Mpuda (9 kelurahan) penduduk mengungsi 29.553 jiwa, Kecamatan Raba (10 kelurahan) penduduk mengunsgsi 19.705 jiwa, Kecamatan Rasanae Barat (6 kelurahan) penduduk mengungsi 32.892 jiwa dan Kecamatan Asakota ( 4 kelurahan) peduduk mengungsi 18.648 jiwa.

Baca Juga:  Banjir Bima, Kerugian Capai Rp 1 Triliun

”Hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa meninggal dan hilang akibat banjir,” ujar Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB.

Selain menyebabkan pengungsian, terjangan banjir susulan juga meluluhlantakkan sejumlah bangunan. Tercatat 4 puskesmas, 29 puskesmas pembantu, 29 polindes dan 1 kantor labkesda rusak. Obat-obatan dan sarana medis ikut terendam banjir sehingga diperlukan bantuan obat-obatan dan tenaga medis.

Sutopo menuturkan, upaya penanganan darurat banjir terus dilakukan oleh BPBD, BNPB, TNI, Polri, Basarnas, Kemenkes, Kemensos, Kemen PU Pera, Tagana, SKPD Kota Bima, dan relawan seperti dari PKP. Enam dapur umum lapangan telah dibuka untuk memenuhi kebutuhan pangan para pengungsi.

Bantuan juga sudah disalurkan. BPBD Provinsi NTB telah mengirim pangan 3 truk dan 1 paket obat. BPBD Kabupaten Dompu dan Sumabawa Barat memberikan bantuan logistik 1 truk dan logistik 2 truk. Sedangkan Pemda NTB sudah menggelontorkan dana Rp 4,2 milyar untuk difokuskan pada bantuan pangan dan logistik. Pemda sendiri telah menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari yaitu 22 Desember 2016 hingga 4 Januari 2017. (mia/JPG)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: banjir bandangbima
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Cerdas! India Rilis Aplikasi Pencari Toilet

Next Post

Natal, Potensi Gangguan Sudah Diantisipasi

Related Posts

Banjir Bandang dan Longsor Kembali Terjang Agam, Jalur Bukittinggi–Maninjau Lumpuh
Nasional

Banjir Bandang dan Longsor Kembali Terjang Agam, Jalur Bukittinggi–Maninjau Lumpuh

29 Desember 2025, 11:44
Bantu Korban Banjir Luwu Utara, Lintas Organisasi di Bontang Gelar Penggalangan Dana
Bontang

Bantu Korban Banjir Luwu Utara, Lintas Organisasi di Bontang Gelar Penggalangan Dana

16 Juli 2020, 09:13
Banjir Bandang  di Yordania Tewaskan 17 Orang
Internasional

Banjir Bandang di Yordania Tewaskan 17 Orang

27 Oktober 2018, 07:00
WASPADA!!! Sangkulirang Rawan Longsor dan Banjir Bandang
Breaking News

WASPADA!!! Sangkulirang Rawan Longsor dan Banjir Bandang

30 April 2017, 12:27
Banjir Hilang, Gempa Bumi Datang
Breaking News

Bencana Tewaskan 522 Orang

30 Desember 2016, 06:00
Banjir Hilang, Gempa Bumi Datang
Breaking News

Banjir Bima, Kerugian Capai Rp 1 Triliun

27 Desember 2016, 06:00

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.