• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Mahasiswa Asal Bontang Olah Cangkang Kepiting Jadi Penyedap Rasa

by M Zulfikar Akbar
18 Agustus 2019, 07:00
in Bontang, Feature
Reading Time: 2 mins read
0
Para mahasiswa kreatif yang menciptakan Braco. (istimewa)

Para mahasiswa kreatif yang menciptakan Braco. (istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Siapa menyangka cangkang kepiting bisa diolah kembali menjadi penyedap rasa? Di tangan mahasiswa asal Bontang ini, hal tersebut bisa terwujud. Produknya pun kini laris keras di pasaran.

RATUSAN cangkang kepiting hanya dibiarkan menumpuk, layaknya sebuah gunung di sudut meja sebuah rumah pedaging di kawasan Manggar, Balikpapan. Setelah para pekerja berhasil mengeluarkan daging hewan bercapit ini, yang akan dikirim ke beberapa daerah di Indonesia dan ke luar negeri.

Zulfadli, warga RT 14 Gang Tower, Kelurahan Tanjung Laut Indah ini melihat peluang. Dari tertumpuknya rumah kepiting yang tak terpakai itu. Pun setelah mendengar keluh kesah para pengusaha pengolah produk makanan berbahan dasar kepiting, yang kesusahan mencari racikan bumbu yang pas. Bersama ketiga rekannya, Yosuda Tuwaidan, Fitriani Cangi, dan Ine Nisrina Nurfauz, jiwa kreativitasnya muncul. Cangkang kepiting tersebut, diteliti untuk diikutkan Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI.

Baca Juga:  Curhat Mahasiswa Bontang di Luar Negeri Selama Puasa dan Pandemi (2-Habis): Berdiam Diri di Kamar, Terbiasa Puasa Selama 20 Jam

“Para pelaku UKM (Usaha Kecil Menengah) ini rasa kepitingnya pake daging. Nah karena daging kepiting ini mahal, jadi ada beban cost produksi. Selain itu kalau dagingnya ditambah banyak, tekstur makanan akan jadi keras,” ungkap Ketua Tim Braco, Zulfadli.

Fadli –sapaan akrabnya- merasa ada potensi bisnis yang harus dikembangkan untuk menunjang permintaan pasar ini, dan bahan baku yang tersedia itu. Ia bersama kawannya tersebut langsung membuat penyedap rasa dari ekstrak cangkang kepiting. “Namanya Braco,” katanya.

Setelah diperkenalkan, produk anak bangsa ini laris di pasaran, baik itu permintaan dari UKM maupun ibu rumah tangga. Bahkan katanya, peminatnya itu tidak hanya wilayah Kalimantan saja. UKM dari luar provinsi yakni Sumatra dan Jawa juga memesan jumlah yang banyak.

Baca Juga:  Curhat Mahasiswa Bontang di Luar Negeri Selama Puasa dan Pandemi (1): Terkurung di Kamar, Tiap Pagi Dicek Suhu Tubuh

“Laris, karena mereka merasa ada rasa baru juga,” ucapnya.

Penyedap rasa dari ekstrak cangkang kepiting, Braco. (istimewa)

Permintaan yang tinggi tersebut tampaknya tidak membuat para mahasiswa ini gembira. Melainkan merasa kesulitan untuk pemenuhan. Hal ini dipengaruhi dari proses produksi yang masih menggunakan alat manual, seperti wajan dan alat dapur lainnya. Sehingga hasil yang didapatkan sedikit, dalam sehari hanya mendapatkan 400 gram. Sedangkan permintaan satu UKM mencapai 2 kilogram (Kg).

“Berbeda jika menggunakan mesin ekstrak, kapasitas 25 liter bahan baku bisa menghasilkan dalam sehari 2-3 kg, tapi harganya mesin mahal, sampai Rp 25 juta,” ucapnya.

Selain itu, mereka juga belum memiliki legalitas, terkait sertifikasi komposisi produk tersebut. Karena dalam pembuatan itu membutuhkan biaya yang besar. Namun untuk izin produk industri rumah tangga (PIRT) dan izin UMKM telah dimiliki.

Baca Juga:  Curhat Mahasiswa Bontang di Luar Negeri Selama Puasa dan Pandemi (2-Habis): Berdiam Diri di Kamar, Terbiasa Puasa Selama 20 Jam

“Sertifikasi itu seperti kalau dilihat di bungkus susu itu, ada komposisinya protein berapa, dan sebagainya. Itu buatnya di Sucofindo Surabaya, satu label  Rp 1,5 juta,” paparnya.

Oleh sebab itu, lantaran hanya merupakan mahasiswa, pihaknya membutuhkan suntikan modal yang besar untuk pemenuhan itu semua. Agar ke depannya dapat memenuhi permintaan konsumen yang besar dan dapat membayar gaji para karyawannya. (Zaenul)

Tags: bracomahasiswa bontangpenyedap rasa kepiting
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Semarak Perayaan HUT Ke-74 RI di Yabis, Gelar Upacara dan Berbagai Lomba

Next Post

Dilaporkan ke Polisi, Ini Kata Ustaz Abdul Somad

Related Posts

Curhat Mahasiswa Bontang di Luar Negeri Selama Puasa dan Pandemi (2-Habis): Berdiam Diri di Kamar, Terbiasa Puasa Selama 20 Jam
Bontang

Curhat Mahasiswa Bontang di Luar Negeri Selama Puasa dan Pandemi (2-Habis): Berdiam Diri di Kamar, Terbiasa Puasa Selama 20 Jam

21 Mei 2020, 09:33
Curhat Mahasiswa Bontang di Luar Negeri Selama Puasa dan Pandemi (1): Terkurung di Kamar, Tiap Pagi Dicek Suhu Tubuh
Bontang

Curhat Mahasiswa Bontang di Luar Negeri Selama Puasa dan Pandemi (1): Terkurung di Kamar, Tiap Pagi Dicek Suhu Tubuh

17 Mei 2020, 18:30

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.